Apa Aja Sih Keuntungan Jadi Anak Kost Itu?

Jauh dari orangtua dan menjalani hidup mandiri menjadi hal yang harus dijalani oleh anak kost. Mulai dari mengurus diri sendiri hingga berusaha menyelesaikan masalah sendiri tak jarang membuat anak kost merasa stres, namun juga terlatih secara mental.

Karena hal-hal tidak menyenangkan itu pula anak kost sering diidentikan dengan prihatin maksimal: makan sehari dua kali, sangat bergantung pada stok mie instan di akhir bulan juga menyukai semua hal yang gratisan. Tapi, di antara hal tidak menyenangkan, anak kost sebetulnya punya beberapa keuntungan. Apa saja ya?

Belajar Bertetangga

Merantau dan menjadi anak kost, tentu membawa kita berpindah ke lingkungan baru. Kita bukan lagi sebagai anak dari orangtua yang mungkin bisa dikenal terlebih dahulu karena orantua, tetapi terjun sebagai diri kita sendiri. Di lingkungan asing, mungkin kita menjadi satu-satunya penghuni baru. Hal pertama yang kita dapatkan, tentu belajar ramah pada orang lain.

Sebagai penghuni yang baru saja memasuki kost, kita bisa berkenalan untuk menghormati mereka yang lebih dulu tinggal di sana. Ketika sudah beraktivitas nanti, kita akan belajar mengenal batasan umum. Bagaimana menahan diri untuk tidak menyetel musik keras-keras, membatasi tamu yang masuk dan menemukan perbedaan kebiasaan. Bertetangga juga memberikan kesiapan untuk menolong orang lain tanpa batas ikatan keluarga.

Siap Berbagi dan Gotong Royong

Selepas kembali dari rumah, banyak anak kost yang memiliki kebiasaan membawa stok makanan untuk membantu berhemat. Karena kamu tinggal bersama teman kost, kesempatan untuk berbagi selalu terbuka lebar. Apalagi, dorongan untuk berhemat sangat kuat. Berbagi tentu bisa membuat orang lain senang hingga kebiasaan ini terjadi secara bergantian. Selain berbagi, kita punya kesempatan untuk bergotong royong.

Kost ataupun kontrakan tentu berbeda dengan rumah. Saat di rumah, kita bisa lebih santai dalam melakukan aktivitas seperti mandi berlama-lama, membiarkan ruangan dibersihkan Ibu, bahkan mengandalkan Ibu dalam urusan cuci piring dan sebagainya.

Tapi di kost, semua itu mungkin tidak bisa lagi dilakukan. Kita harus berbagi kamar mandi, apalagi pagi ketika jadwal kuliah penghuni kost dimulai pada jam yang sama. Selain itu, tak sedikit pengelola kost yang menyerahkan tugas bersih-bersih kepada para penghuni. Tidak lain karena yang tinggal adalah yang bertanggungjawab terhadap kebersihan lingkungannya.

Belajar Mengelola Keuangan

Karena jauh dari orangtua, tentu meminta uang setiap hari bukanlah cara yang praktis dan mudah. Maka, biasanya memberikan uang bulanan menjadi solusi yang dilakukan. Tantangannya adalah bagaimana membelanjakan uang tersebut untuk segala macam kebutuhan selama satu bulan ke depan. Kalau tidak dikelola dengan baik, bisa-bisa kita kehabisan uang saku sebelum dikirimkan jatah berikutnya.

Dengan mengelola keuangan, kita bisa belajar hidup sederhana. Selalu cermat memilih dan menggunakan barang dan juga semakin bijak memilih sesuatu yang hendak dibeli. Kita tentu bisa belajar menentukan skala prioritas dalam berbelanja kebutuhan. Hal ini nanti akan bisa kita terapkan untuk kehidupan kita selanjutnya.

Belajar Merawat Barang Milik Orang Lain

Sebagai penghuni yang menempati rumah milik orang lain, banyak sekali barang yang bukan milik kita. Meskipun demikian, kita tentu membutuhkan berbagai barang tersebut untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, menjaga seluruh barang yang ada adalah hal yang harus dilakukan.

Karena kalau tidak, kita juga yang bisa rugi karena aktivitas bisa saja terhambat. Atau misal kita tidak sengaja merusak barang yang ada di kost, kita perlu mengeluarkan uang untuk ganti rugi. Rasanya sayang sekali ya, lebih baik uang itu digunakan untuk membeli barang pribadi atau ditabung untuk modal memulai usaha kecil.

Mengerti Bagaimana Merindukan Keluarga

Di rumah, tidak jarang kita merasa kesal Ibu cerewet ketika mengingatkan banyak hal atau Ayah galak ketika melarang kita melakukan sesuatu. Juga kadang, kita bertengkar kecil dengan kakak atau adik. Jika sudah di kost, sangat mungkin kita merindukan hal yang demikian. Bukan karena hal buruk, melainkan karena kita merasa sendiri dan tahu bahwa Ayah dan Ibu melakukan hal tersebut karena alasan perlindungan untuk anaknya.

Sedangkan dengan saudara kandung, kita tentu punya ikatan yang tak bisa dipisahkan. Momen bertengkar mungkin menjadi bumbu, sisanya adalah momen berbagi dan bercerita yang tidak bisa disamakan saat kita melakukannya dengan teman.

Bagaimana, sudah mulai menikmati hidup sebagai anak kost?

Oleh: Hapsari TM.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan