cara tahu berita hoax apa tidak

Awas Hoax! Begini Cara Identifikasi Berita Hoax

Pada zaman yang serba canggih ini dan semakin berkembangnya smartphone serta media sosial yang tidak diimbangi dengan pengetahuan individu untuk mengolah informasi, maka sosial media dijadikan senjata untuk meluncurkan berita-berita hoax. Berita-berita yang menyesatkan banyak bermunculan dimedia sosial seperti situs online dan chatting.

Jika kita para pengguna smartphone dan pengguna sosial media tidak berhati-hati, maka kemungkinan terbesarnya kita akan ikut terhasut atau bahkan ikut menyebarkan berita palsu tersebut. Dan dengan adanya berita palsu atau hoax ini sangat merugikan bagi kita semua.

Lantas bagaimana cara kita mengetahui bahwa berita itu hoax ataupun asli? Mari kita pelajari bersama bagaimana cara mengidentifikasi berita hoax di sosial media:

Judul provokatif.

Hati-hati dengan artikel atau berita dengan judul yang provokatif, karena biasanya berita hoax akan memberikan judul-judul yang sensasional. Misal saja, berita itu langsung menunjuk kepada pihak tertentu. Mungkin isinya bisa diambil dari situs resmi, hanya saja sudah diubah-ubah supaya dapat menimbulkan presepsi seperti yang sesuai dengan keinginan yang membuat berita hoax.

Cermati alamat situs.

Jika kita memperoleh informasi berita dari suatu web atau link, cermatilah terlebih dahulu alamat URL yang dimaksud. Jika URL atau web dan link tersebut belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, maka informasi dan berita yang diberikan oleh web tersebut bisa kita bilang meragukan dan bisa saja itu hoax.

Dari catatan Dewan Pers, di Indonesia sendiri terdapat 43.000 situs yang mengklaim sebagai portalnya berita dan informasi. Nah, dari jumlah tersebut yang sudah terverifikasi tidak sampai 300. Dan itu artinya, masih banyak puluhan ribu web dan link yang kemungkinan besar menyebarkan informasi dan berita hoax.

Mengikuti diskusi antihoax.

Saat ini di Facebook sudah banyak halaman dan group untuk diskusi berita anti hoax. Misalnya saja fanspage Group Indonesia Hoax Buster, fanspage Indonesia Hoaxes. Dan Group Sekoci, serta Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH). Dengan mengikuti group ini kita bisa mengetahui lebih rinci mengenai berita-berita hoax yang ada di sosial media. Jangan sampai kita terhasut dan terpancing oleh berita hoax yang tersebar di sosial media.

Formatnya aneh.

Banyak berbagai situs yang menyebarkan berita hoax dengan format yang aneh, banyak salah pengetikan. Jika dibandingkan dengan situs yang resmi, sangat kelihatan bedanya mulai dari format, pengetikan, dan isi pembahasan dan penyampaiannya jelas sangat berbeda. Maka jika melihat situs dengan format dan halaman yang aneh jangan langsung diserap beritanya, tapi ditelusuri lebih dahulu.

Periksa bukti penulis.

Periksa di kolom penulisan, terkadang pembuat berita hoax memakai identitas samara, bahkan penulis terkadang tidak mencamtumkan nama di kolom penulis. Nah, dengan bukti seperti ini kita bisa simpulkan bahwa berita ini hoax. Jika berita ini asli, maka di kolom penulis akan tertera jelas siapa penulisnya.

Pastikan foto ori.

Berita hoax biasanya menggunakan foto atau video yang telah dimanipulasi. Wah rumit ya? Terkadang foto yang mereka pakai juga asli, tapi sayangnya mereka keluar dari jalur atau konteks. Nah, kita bisa menelusuri foto yang dipakai oleh pembuat berita hoax untuk mengetahui keaslian foto dan berita tersebut.

Banyak mengandung kata-kata aktif.

Kata aktif di sini ialah ajakan untuk berbuat sesuatu, bisa saja ajakan untuk berbuat yang sifatnya anarki atau hanya sekadar minta bantuan untuk menyebarkan berita yang dia buat, contoh.

“Sebarkan ke teman-teman jangan sampai berhenti di Anda.” “Sudah banyak yang tertipu, berhati-hatilah.” Nah, mungkin itu contohnya.

Pastikan tanggal berita.

Jika kita sudah mulai bimbang dan menaruh rasa curiga kepada berita tersebut, maka kita bisa mengunjungi link yang tertera di web yang mengunggah berita tersebut. Masuklah dengan alamat yang sama. Pastikan tanggal dan waktu kejadiannya. Bisa saja berita yang dikabarkan benar, tapi mungkin waktu dan tanggal kejadiannya berbeda bisa saja kan? Dan berita tersebut sudah tidak berlaku lagi untuk saat ini.

Perhatikan narasumber.

Seorang narasumber juga menjadi salah satu pertimbangan untuk mempercayai bahwa berita yang kita baca itu fakta atau hoax. Biasanya berita hoax tidak akan menuliskan nama narasumber atau malah membuat narasumber fiktif. Yang lebih parah lagi, pembuat berita hoax akan mengambil nama seseorang tertentu untuk dijadikan nama narasumber tanpa mereka ketahui.

Bandingkan dengan informasi dari web lainnya.

Salah satu cara untuk mengetahui berita hoax kita bisa membandingkan dengan situs lain yang tentunya terpercaya. Untuk saat ini, berita hoax sangat mudah sekali menyebar di sosial media. Dan tidak sedikit pula yang sudah menjadi korban berita hoax tersebut. Sebagai pembaca kita juga diwajibkan untuk lebih cerdas lagi untuk melihat suatu berita.

Bersikap kritis.

Jika kita menanamkan sifat kritis di dalam diri, maka kita akan terhindar dari berita-berita hoax. Sebagai pembaca kita harus pintar-pintar memilih berita yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat. Terkadang juga sikap kita yang sedikit cuek terhadap berita yang kita terima membuat kita berpikir yang lebih rasional.

Baca sampai selesai isi berita.

Untuk kita para pembaca, usahakan membaca isi berita sampai tuntas. Kebiasaan kebanyakan orang hanya membaca judul dan headline saja tanpa membaca sampai akhir sudah mempercayainya. Ini adalah suatu kebiasaan yang buruk dan akhirnya berdampak kurang baik juga untuk diri sendiri.

Jadi, berita hoax itu sangat berbahaya dan sangat merugikan mental kita. Jadi sebaiknya kita harus berhati-hati dalam menerima berita. Jangan pernah mau dibodohi dengan berita hoax, biasakan baca sampai selesai agar terhindar dari berita hoax. Oke?

Oleh: Tim Trenlis.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan