Beda Pendapat Sama Ortu? Pahamilah 5 Hal Ini

Restu orangtua, restu Allah juga. Terkadang itu menjadi hal yang dilematis, terlebih ketika apa yang hendak kita lakukan tidak mendapat persetujuan dari orangtua. Maksud hati ingin melakukan apa yang disenangi, supaya hati orangtua juga senang. Apa daya, orangtua melarang dengan berbagai alasan.

Tetapi, apa yang sebetulnya membuat masalah seperti ini terjadi, ya? Apakah tidak bisa diselesaikan dan kita hanya bisa nurut saja tanpa mengusahakan dulu apa yang menjadi keinginan kita? Coba kita teliti dulu, yuk!

Orangtua Mengingikan yang Terbaik untuk Anaknya

Sebetulnya memberikan peringatan atau melarang anak untuk melakukan sesuatu adalah hal yang wajar dilakukan. Sudah seharusnya orangtua memberi arahan bagi anak supaya si anak mendapatkan hasil yang terbaik. Ini dilakukan karena orangtua menyayangi anaknya.

Rasa khawatir sering menjadi pemicu orangtua melarang anaknya berbuat hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Mungkin, kita terkadang merasa sangat tidak nyaman ketika banyak dilarang. Tetapi, perlu kita ingat bahwa orangtua kita telah mengalami berbagai kesulitan ketika merawat kita semenjak kecil. Mereka tidak ingin perjuangan mereka sia-sia karena anaknya salah memilih jalan yang justru merugikan.

Mereka Pernah Muda, Tapi Kita Belum Merasakan Menjadi Orangtua

Dengan perbedaan usia yang jauh, pikiran orangtua tentu jauh lebih luas daripada sang anak. Mereka tentu pernah melewati masa-masa seusia anak-anaknya. Tak jarang orangtua punya pengalaman buruk yang memberikan mereka pelajaran berharga, dari situlah mereka tdak ingin pengalaman yang sama terjadi kepada anaknya.

Karena itulah, seharusnya kita menghormati saran serta arahan orangtua, tujuannya bukan untuk membuat kita terkekang atau terlalu dikendalikan. Hanya saja, pengalaman yang telah dilewati tentu membuat mereka mempunyai keinginan untuk melakukan antisipasi sebelum hal buruk terjadi.

Tidak Tumbuh di Zaman yang Sama

Zaman yang berbeda tentu menghadapkan kita pada tatangan yang berbeda. Jika di zaman orangtua kita yang sukses adalah mereka yang rajin, mungkin di zaman kita (milenials) yang sukses adalah mereka yang rajin, kreatif dan inovatif. Perbedaan ini terjadi karena tantangan zaman yang semakin komplek.

Zaman sekarang mungkin pekerjaan tidak sekadar memerlukan sikap rajin dan ulet. Mungkin hal ini yang juga terkadang kurang dipahami orangtua karena mereka masih berpegang pada kendala di zaman mereka muda. Tidak salah juga, orangtua selalu berpendapat dengan dasar pengalaman. Nah, tugas kita sebagai anak adalah belajar dari mereka dan menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada. Win-win solution, kan?

Pentingnya Komunikasi

Karena adanya perbedaan usia, pengalaman dan zaman tentulah ada gap informasi di antara orangtua dan anak. Misalnya, ketika zaman sekarang bisnis bukan hanya sebatas berjualan di dunia nyata. Ketika kita sebagai anak memutuskan untuk memilih berbisnis online, orangtua melarang karena ketidaktahuannya. Komunikasikan maksud dan tujuan dengan baik, jika perlu pakailah gambar-gambar dan data yang mendukung.

Boleh juga gunakan grafik yang digambar sendiri supaya orangtua semakin mudah memahami langkah yang sedang kita tempuh. Tujuan dan cara yang disampakian dengan baik membuat orangtua terbuka dengan pendapat kita. Mungkin cara ini tidak biasa, tapi cukup membantu mengurangi kesalahpahaman yang ada.

Mereka Perlu Bukti

Setelah saling berkomunikasi dan menemukan perbedaan yang ada, solusi selanjutnya adalah membangun bukti-bukti. Bahwa pilihan kita, kita perjuangkan dengan cara yang baik. Tetap dengan meminta restu juga arahan orangtua. Sungguh, setelah mengizinkan kita memilih pilihan kita sendiri, orangtua akan menunggu hasilnya.

Mereka akan melihat seberapa keras kita berusaha dan apakah hasil perjuangan itu membuat kita berada dalam kondisi yang semakin baik. Tidak harus dibuktikan dengan kita semakin kaya, prestasi mentereng dan sederet hal yang bersifat keduniawian. Orangtua juga pasti bahagia dengan semangat kita mengejar apa yang kita inginkan, konsistensi kita berusaha juga kedekatan kita dengan Sang Pemberi. Yang paling penting, kebiasaan kita untuk berkomunikasi dan tidak langsung menentang keinginan orangtua, akan membuat mereka merasa dihargai.

Kalau kita sulit mengerti kemauan orangtua, mungkin alasan yang paling sederhana dan mendasar adalah karena kita belum menjadi orangtua. Maka dari itu, jangan hindari kesempatan untuk berkomunikasi. Suatu saat nanti, kita akan menyadari bahwa dasar dari segala larangan orangtua adalah kasih sayang mereka.

Oleh: Hapsari TM.

Tinggalkan Balasan