Begini 7 Cara Mudah Buka Bisnis dari Nol

Ternyata, jadi pengusaha tidak sesulit yang kita kira. Sungguh ia menjadi mudah buat mereka yang meyakini ini mudah, dan semakin mudah buat mereka yang yakin Allah itu Maha Memudahkan.

Mereka yang bermodalkan yakin saja, bisa menjadi pengusaha. Maka seseorang yang ikhtiar, sejak yakin dan bergeraknya, belum sampai sukses saja sudah dihitung ibadah lho. Nah, bagaimana agar mudah memulai bisnis?

Yang pertama luruskan niat

Yang paling mendasar membangun usaha besar maupun kecil yaitu dengan niat yang benar-benar niat bukan coba-coba. Contoh seorang pekerja bangunan. Yang ingin saya tanyakan seberapa tinggi derajat mandor dan seberapa tinggi derajat pekerjanya? 

Mungkin kalian akan beranggapan bahwa derajat seorang mandor lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjanya, tapi jika kalian berpikir seperti itu maka kalian salah besar, kenapa? Karena apa gunanya mandor jika tidak ada pekerjanya?

Maka dari itu mandor dan pekerjanya mempunyai derajat yang sama, cuma mandor bekerja lebih ringan bahkan sangat ringan dibandingkan pekerjanya. Mari kita utamakan visi misi untuk kemajuan dan kesuksesan usaha yang dibangun bersama-sama.

Menjadi pekerja yang shaleh akan lebih hebat dibandingkan dengan pengusaha yang tidak shaleh. Menjadi pekerja yang rajin shalat malam, rajin shalat Dhuha, rajin berderma, sayang dan berbakti kepada orangtua, akan jauh lebih baik daripada pengusaha yang tidak ingat saudara-saudaranya, tidak ingat keluarganya, tidak ingat Allah Swt dan Rasul-Nya.

Yang kedua penuhi seruan Allah Swt

Kita tahu kalau semua itu milik Allah Swt, maka dari itu banyak-banyaklah mendekatkan diri kepada-Nya agar kita dimudahkan dalam segala urusan. Dan jangan lupa panjatkan doa karena doa adalah awalan untuk menuju sukses.

Terus bagaimana supaya doa kita dikabulkan? Allah Swt menyuruh kita memenuhi seruan-Nya agar doa kita semua benar-benar dikabulkan. Doa adalah modal utama kita membangun usaha, jika kita ingin menjadi pengusaha tetapi doa ini bukan satu-satunya. Ada sarana dan prasarana lain yang akan menjadi pelengkap upaya kita menuju pengusaha sukses.

Shalat Dhuha, shalat tahajud, shalat malam dan dzikir sebanyak-banyaknya dan diamalkan sehari dua hari seminggu dua minggu, bahkan setahun sampai dua tahun agar upaya kita benar-benar lancar dan dimudahkan jalan rezekinya.

Misalnya nih, kita tahu dari jam 07.00-10.30 ada hak untuk shalat Dhuha. Kalian tidak shalat Dhuha, melainkan duduk langsung membaca doa shalat Dhuha. Maka insya Allah malaikat pada diskusi itu, “Shalat kagak langsung doa aja.” Siapa sih yang dikabulkan doa shalat Dhuhanya? Ialah orang yang shalat Dhuha dan berdoa setelah shalat Dhuha. Logis kan?

Yang ketiga minta doa orang tua

Memang sebaik-baiknya doa itu muncul dari ridha ibu yang tulus dan ikklas tanpa paksaan, dan doa orang tua bisa menjadi kekuatan kita saat bertempur dengan dunia kerja dan usaha. 

Kita semua punya orang tua, walaupun orang tua kita sudah meninggalkan dunia, itu bisa kita mohonkan agar kita kuat, dan diizinkan Allah Swt, dimudahkan segala urusannya. Lalu pada saat itu orang tua saudara mendoakan:

Ya Allah anakku minta doa atas usahanya yang akan dirintis, mudah-mudahan diberi lancar dan semoga Engkau bukakan pintu rezekinya, aamiin.

Dengan doa seorang ibu yang tulus mudah-mudahan apa yang kita rintis akan mudah dan bisa berjalan lancar dan pastinya sukses.

Beberapa waktu lalu ada seorang ustad pernah menyinggung sahabatnya Bustomi, seorang pemain sepak bola nasional yang akhir-akhir ini akrab sekali dengan ustad tersebut. Dia menghafalkan surah al-Mulk, mendawamkan surah Yasin dan Alhamdulillah, istri beliau yang sudah lima tahun belum dikaruniai seorang anak, atas izin Allah kemudian sang istri hamil.

Yang keempat doakan yang lain dan amal shaleh

Seni amal berdoa yang kedua adalah doain yang lain, dan amal shaleh. Ketika kita mendoakan yang lain, wujud nyatanya adalah kita membantu yang lain. Oleh karena itu, sebagus-bagusnya usaha itu jika kemudian kalian bisa melibatkan sebanyak-banyaknya orang. Wah hebat itu!

Kalau kalian punya usaha yang melibatkan banyak orang kiri kanan dan sekitar tempat usaha. Saya ambil contoh pedagang bakso, pedagang bakso bisa membeli bahan-bahan sendiri tanpa orang lain, tapi alangkah baiknya kalau penjual bakso memberi kesempatan kepada orang lain untuk mensupply ke warung baksonya kan lebih menghemat energi dan juga tidak usah repot cari ke sana kemari.

Kelima kelengkapan doa

Bismillaahirrahmanirrahiim Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa alaa alii sayyidina Muhammad, astaghfirullahaladziim waatuubu ilaiika alhamdulillaahirabbil ‘aalaamiin.

Ya Allah, jadikan saya pengusaha. Astaghfirullahaladziim Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa alaa alii sayyidina Muhammad. Alhamdulillaahirabbil ‘aalaamiin.

Kita perlu tutup doa dengan istighfar karena mungkin kita berdoa penuh dengan kesalahan. Begitu juga dengan hamdalah konteksnya bukan hanya sekadar mengucap alhamdulillaahirabbil ‘aalaamiin. Jadi sebelum kita meminta, kita berterimakasih dulu atas berbagai karunia yang melekat di tubuh kita ini. Dan biar semakin kuat doa, ini dia kelengkapan doanya. Pertama bismillah, kemudian shalawat, istighfar, hamdalah, baru isi doanya.

Keenam buat tulisan impian kalian di dinding

Tapi jangan berpikiran jika kalian sudah menuliskan impian kalian di kertas dan menempelkannya di tembok kalian akan sukses. Tulisan itu hanya sebagai motivasi kita agar kita selalu semangat dalam membangun usaha sendiri.

Saya ambil contoh penulisan impian, “Saya ingin menjadi pengusaha sukses” apakah jika hanya menuliskan seperti itu kalian akan segera menjadi pengusaha? Jawabannya tidak. Tanpa dilandasi kekhusukkan dan doa serta niat, itu tidak akan berpengaruh kepada kalian.

Dan saya ambil contoh lagi penulisan impian, “Bismillaahirrahmanirrahiim saya ingin menjadi pengusaha” dengan disertai shalat Dhuha setiap pagi, shalat malam setiap malam, dan jadikan doa setiap saat, itu akan terasa bedanya. Coba saja.

Ketujuh amanah (keyakinan kepada Allah Swt)

Para pengusaha dan calon pengusaha! Insya Allah semakin banyak anak yatim yang akan bergembira, semakin banyak anak-anak dhuafa yang akan bergembira, semakin banyak orang miskin yang diangkat derajatnya lewat wasilah kalian dengan menjadi pengusaha.

Insya Allah memang akan lebih banyak lagi kesempatan terbuka lebar bahwa kalian dapat berdiri tegak. Tapi jangan lupa, jadilah pengusaha yang tidak ngecilin pekerjaan, jadilah pedagang yang tidak ngecilin orang yang masih bekerja. Semua sama, yang membedakan adalah derajat dan ketakwaan kepada Allah Swt. Kemudian yang paling penting, jika dagangan laris, jangan lupa itu harta Allah Swt yang harus disalurkan kepada yang berhak. Jika belum laris, tetaplah sedekah sebagai pelancar jalan rezeki. Insya Allah.

Oleh karena itu, mari kita semua benahi ibadah kita kepada Allah Swt, supaya usaha kita diberi jalan yang lancar, tanpa hambatan, dan keberkahan. Aamiin.

Oleh: Tim Trenlis.co.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan