Pertama, tidak memiliki modal sehingga tidak memiliki stok barang yang siap dijual. Padahal sekarang banyak penawaran untuk menjadi reseller ataupun dropshipper tanpa modal. Cukup bermodal akun whatsapp ataupun akun media sosial dan nomor rekening tabungan saja.

Kedua, takut rugi. Padahal semua pebisnis niscaya mengalami kerugian. Tidak semua bisnis langsung sukses dijalankan. Semua berproses. Pernah mengalami kegagalan? Justru dari kegagalan kita bisa mengetahui apa yang salah dalam cara kita.

Ketiga, pendapatan tidak teratur. Namanya juga bisnis, ada pasang-surutnya. Ada kalanya pendapatan besar, ada kalanya pendapatan kecil, bahkan nol. Besarnya pendapatan juga ditentukan kegigihan kita.

Keempat, takut kehilangan pendapatan tetap sebagai karyawan. Kalau seseorang berjiwa bisnis sungguhan, justru ia lebih tertantang untuk menghasilkan sesuatu sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain sebagai atasannya.

Kelima, takut omongan orang. Mengkhawatirkan omongan orang lain yang merendahkan usaha kita sebagai pebisnis alias pedagang. Orang lebih memuliakan pekerja daripada pedagang. Padahal tidak ada alasan untuk kita rendah diri selama sumber penghasilan kita halal. Dan bukankah sebagian besar pintu rezeki itu dari berdagang?

Keenam, tidak memiliki ide barang atau produk yang mau dibisniskan. Justru kalau kita di dunia maya, banyak sekali produk yang bisa kita bisniskan. Tinggal pilih. Pastikan kualitasnya bagus sehingga kita pun mantap menjualnya. Lalu jual dengan penuh percaya diri serta percaya akan produknya. Kalau kita sendiri tidak tahu produknya, apalagi tidak tahu kualitas produknya, bagaimana kita mau berdagang dengan percaya diri?

Ketujuh, malu kalau berjualan kepada orang sekitar atau orang yang dikenal, apalagi kalau harus mengetuk pintu demi pintu. Hai, sekarang kan zaman modern. Bisa saja berjualan lewat dunia maya, bisa lewat akun media sosial seperti facebook, instagram, atau lapak online seperti tokopedia.com, atau lewat google ads.

Kedelapan, punya modal besar tapi malu jualan sendiri. Kalau sudah punya modal besar, yakin akan kualitas dan manfaat produk yang kita jual, justru kita punya kesempatan untuk memberikan lapangan pekerjaan ataupun sekadar sebagian rezeki kita untuk orang lain. Misalnya dengan merekrut tetangga atau teman untuk menjualkan produk kita dan memberikan komisi kepada mereka.

Kesembilan, sudah banyak orang yang berbisnis. Sudah banyak orang yang berbisnis, bahkan bisnis produk yang sama dengan kita sekalipun, bukanlah halangan untuk sukses. Justru itu berarti produk yang kita jual memang pasarnya luas dan peminatnya banyak, sehingga banyak orang yang menjualnya juga.

Kesepuluh, tidak memiliki jiwa bisnis dan pendiam, tidak punya relasi. Bagus kalau kita memyadari sifat kita yang demikian. Maka langkah selanjutnya bagi seseorang yang memiliki tekad kuat untuk berbisnis semestinya membuka diri, memperluas wawasan dan relasi, sehingga lebih mudah untuk memasarkan produknya.

Gimana, sudah siap berbisnis, kan?

Oleh: Ginayaz Annabilah.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: