Beginilah 4 Cara Mudah Ngobatin Baper

Baper (bawa perasaan nggak enak) sering kali membuat seseorang yang mengalaminya merasa sakit hati. Tidak hanya orang yang sensitif, orang biasa-biasa saja pun sering mengalaminya. Atau mungkin kamu juga?

Salah satu penyebab utama seseorang ngalamin baper itu karena dirinya sangat mudah gede rasa atau ge-er, semua hal dimasukin ke dalem hati. Sebagai contoh, misalkan kamu lagi deket sama seseorang lalu dia nge-chat duluan dan kamu langsung berpikir bahwa dia tertarik kepadamu. Padahal belum tentu lho, bisa jadi dia cuma ingin menanyakan sesuatu kepadamu seperti meminjam buku catatan tugas dan sebagainya.

Baper sendiri tidak hanya berhubungan dengan masalah percintaan, tetapi dalam banyak hal seperti misalnya kamu merasa tersinggung ketika ada seseorang berbicara kurang baik tentangmu, tidak senang apabila penampilan kamu terlalu dikomentari oleh orang lain. Kalau baper yang semacam ini sih sudah masuk ke dalam tahapan baper tingkat tinggi. Alangkah baiknya kamu segera mengatasinya, karena bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman ketika berinteraksi dengan kamu.

Nah, dari pada kamu nantinya merasakan sakit hati akibat baper yang berlebihan. Ada baiknya jika kamu mulai menghilangkan perasaan mudah baper. Bagaimana caranya?

Baper boleh, tapi untuk hal yang sangat penting

Seperti apa baper untuk hal yang sangat penting? Sebagai contoh, kamu sangat dibolehkan baper melihat keadaan saudara seiman yang menderita. Baper dalam hal ini diartikan sebagai perasaan peduli.

Baper dalam hal akidah juga perlu dimiliki. Misalnya jika ada orang yang menjadikan agama yang kamu anut menjadi bahan olok-olokan, maka kamu wajib baper dan mengambil sikap yang lebih serius untuk menindaklanjuti hal itu.

Namun, kamu sangat tidak disarankan untuk baper hanya karena adanya kritikan terhadap penampilan saja atau hal yang bersifat finansial/materi. Apabila ada orang yang melakukan hal tersebut kepada dirimu, sebaiknya tidak usah terlalu dibesar-besarkan terlebih lagi dibahas terus menerus. Karena hanya akan menguras energi dan perasaan saja.

Tandai setiap orang yang memiliki perkataan nyelekit

Perkataan nyelekit atau menyakitkan sering kali diucapkan oleh orang-orang terhadap diri kamu. Orang yang seperti ini sejatinya hanyalah orang yang iri dengan kamu, sehingga apa pun yang kamu lakukan atau kenakan selalu menjadi perhatiannya.

Untuk itu ada baiknya jika kamu menandai orang-orang yang memiliki sifat seperti ini. Kenapa? karena orang yang sering bicara menyakitkan atau nyelekiti sebaiknya setiap ucapannya tidak usah dimasukkan ke dalam hati. Sebab hal itu seperti halnya memadamkan api dengan bensin, hanya akan memperbesar kobaran apinya.

Kalau kamu selalu memasukkan ke hati setiap perkataan yang diucapakan oleh orang seperti ini, yang ada hanya akan membuat kamu terluka setiap hari. Padahal orang tersebut tidak pernah merasa menyakiti.

Biasanya sih ada saja orang lain baik teman, tetangga atau bahkan keluarga sendiri yang sering mengucapkan sesuatu secara blak-blakan tanpa disaring terlebih dahulu dan cenderung menyakiti hati seseorang. Jika di sekitar kamu ada orang yang seperti ini, sebaiknya mulai melatih diri untuk mengadapi orang-orang tersebut dengan lebih santai, sabar, dan biasa saja.

Belajarlah untuk memaafkan

Sebenarnya menjadi orang yang sesitif itu merupakan anugerah, namun juga ujian. Kenapa bisa begitu? Dikatakan anugerah karena sifat sensitif menunjukkan bahwa kamu memiliki tingkat kepekaan emosional yang tinggi, mudah bersimpati dan berempati kepada orang lain. Dan dikatakan ujian karena bisa menjadi bumerang bagi kamu, sebab kamu akan mudah sakit hati.

Di sinilah kamu harus menunjukkan tingkat kedewasaan dengan mulai membiasakan diri untuk memaafkan dan melupakan setiap kesalahan orang lain yang dilakukan pada diri kamu. Karena mungkin orang yang pernah menyakiti kamu melakukannya secara tidak sengaja.

Menyadiri bahwa kamu memiliki sifat yang sensitif

Kenapa sangat penting untuk menyadari bahwa diri kamu memiliki sifat yang sensitif? Karena hal ini akan membuat kamu terus berusaha untuk melatih diri mengendalikan rasa baper tersebut.

Sudahlah, jangan pernah menyangkal bahwa kamu memang orang yang sangat sensitif dan mudah bawa perasaan. Akui saja hal tersebut, toh hal tersebut sejatinya merupakan anugerah yang luar biasa.

Semakin kamu menyangkal hal tersebut, maka semakin sulit bagi kamu untuk menyembuhkannya. Contohnya saja orang yang tidak tahu rasa sakit, maka tidak akan pernah berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya. Perumpamaan seperti ini menunjukkan bahwa dengan menyadari sifat baper yang kamu miliki, kemudian mengakuinya, maka kamu akan mudah mengendalikannya.

Coba deh terapkan tips di atas untuk meminimalisir perasaan baper yang kamu miliki. Semakin sering menerapkannya, maka semakin besar peluang kamu untuk menghilangkan perasaan seperti itu.

Oleh: Tim Trenlis.co

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan