Berani Ngajak Akad Dong, Bukan Cuma Ngasih Cokelat

Hari gini, anak muda mana sih yang gak tahu apa itu V’Day alias Valentine Day. Kamu yang udah masuk usia remaja, atau yang pernah melewati masa-masa itu, pasti tahu dengan istilah Valentine Day.

Sebuah hari yang disebut dengan hari kasih sayang. Satu hari yang bertepatan dengan 14 Februari, disebut sebagai momen yang spesial untuk mengungkapkan rasa sayang. Alamak, sempit banget yah. Seakan kalau di luar tanggal 14 Februari, menjadi kurang tepat atau kurang spesial untuk berkasih sayang.

Padahal Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang. Dia (Allah) menyayangi terus menerus sepanjang waktu kepada semua makhluk-Nya. Lalu kenapa harus ikut-ikutan merayakan V’Day?

Sekadar mengisahkan kembali sejarah kemunculan Valentine Day, V’Day dirayakan untuk mengenang kematian seorang pemuda bernama St. Valentine yang dihukum mati kaisar pada masa kejayaan Roma. Raja Caludius menentang pernikahan pemuda karena dianggap hanya akan mengganggu terhadap daya juang mereka dalam berperang.

Nah, St. Valentine yang sedang jatuh cinta, diam-diam menikah dengan kekasihnya. Karena ketahuan sama sang kaisar, St. Valentine akhirnya dihukum mati.

Melihat pada sejarahnya, rasanya sama sekali kurang pantas bila seorang muslim/ah memperingati kematian seorang pemuda yang tidak jelas asal-usulnya. Apalagi dia mati hanya karena memperjuangkan cintanya. Toh, sejak dulu hingga sekarang, banyak kok orang yang memiliki kisah cinta yang lebih tragis. Apalagi memperingatinya hanya dengan memberikan cokelat kepada pacar.

Untuk kamu yang paham makna kasih sayang yang sesungguhnya, cinta itu bukan sekadar dinyatakan dengan cokelat. Rasanya terlalu murahan bila kamu menghargai cinta hanya dengan sepotong cokelat. Lantas yang benar bagaimana?

Ya yang pasti-pasti saja, seperti ngajak akad alias nikah. Jadi kalau kamu memang sayang sama si dia, jangan cuma memberikan cokelat, tetapi ngajak akad kenapa? Simaklah beberapa alasan berikut ini:

Kasih sayang itu setiap hari dan selamanya

Hari gini masih berkasih sayang cuma sehari saja? Sudah bukan zamannya. Yang namanya kasih sayang itu, harus selalu, setiap saat dan selamanya. Kamu bisa mencurahkan kasih sayang kepada orang tua, saudara, teman, bahkan sesama muslim dan sesama makhluk.

Tapi kan, V’Day ada untuk memperingati hari kasih sayang, khususnya kepada kekasih? Eh, cinta itu bukan untuk diperingati hanya pada momen tertentu seperti Valentine Day. Cinta itu harus dibuktikan, diperjuangkan. Agar kasih sayang yang terjalin di antara sepasang kekasih dapat bertahan selalu dan selamanya. Dan satu-satunya cara untuk mewujudkannya ialah dengan akad nikah.

Cokelat bukan simbol kasih sayang, akadlah yang paling tepat

Ada yang mengatakan bahwa cokelat merupakan salah satu simbol kasih sayang. Sejak kapan kasih sayang disimbolkan sesederhana itu? Kasih sayang itu berat, pembuktiannya. Tidak bisa hanya sekadar disimbolkan dengan cokelat. Apalagi hanya di hari Valentine.

Dalam sejarahnya pun, kematian St. Valentine tidak lantas ada ritual pemberian cokelat. Jadi kebiasaan memberikan cokelat hanya budaya yang sama sekali tidak ada sumbernya. Mungkin memang beberapa budaya di negara-negara dunia, cokelat menjadi salah satu simbol cinta. Tapi itu bukan di Indonesia, apalagi di kalangan umat Muslim.

Perempuan memang suka cokelat, tapi lebih bahagia bila diikat akad

Baiklah, siapa yang tidak senang diberikan hadiah tertentu oleh orang yang kamu suka. Nenekmu pun akan senang bila diberi hadiah, termasuk hadiah cokelat. Apalagi gadis yang kamu suka atau mungkin pacarmu. Tapi akan jauh lebih membahagiakan bagi seorang perempuan bila ia diberi kepastian.

Yang namanya pacaran, atau mungkin TTM-an, bukanlah hubungan yang jelas. Memberikan cokelat hanya semakin mempertinggi harapan. Kemungkinan untuk kecewa juga semakin tinggi.

Nah, perempuan itu sukanya yang pasti-pasti. Kalau kamu ingin membahagiakan perempuan yang kamu suka, ajak keluargamu dan temui orang tuanya. Akadlah ia di hadapan penghulu. Nikahi dia, maka senyumnya akan menyejukkan mata dan hatimu.

Ingin disebut cowok sejati? Ngajak akad dong

Lelaki itu bukan dilihat dari sejauh mana petualangan mereka dalam mencari cinta. Juga bukan dilihat dari sejauh mana perhatian mereka terhadap pacarnya. Perempuan juga tidak melihat lelaki yang bisanya hanya menebar harapan, tapi tak kunjung memberikan kepastian.

Perempuan akan melihat laki-laki dari tanggung jawabnya. Sejauh mana dia bisa bertanggungjawab terhadap ucapan serta tindakannnya. Sebab setiap ucapan dan tindakan, melahirkan tanggung jawab. Dan harga diri seorang laki-laki dilihat dari kemampuan dia dalam menunaikan tanggung jawabnya.

Kalau kamu ingin disebut laki-laki sejati, bukan sekadar ngasih cokelat kepada orang yang kamu suka. Kamu bilang cinta kepada seorang perempuan, maka buktikan. Ajak ia menikah. Maka itu menjadi bukti nyata bahwa kamu seorang lelaki sesungguhnya. Lelaki yang bisa membuktikan ucapannya. Bukan sekadar di mulut, tetapi dengan tindakan. Meski disadari atau tidak, setiap tindakan juga melahirkan tanggung jawab yang berkelanjutan.

Nah, kalau kamu berani memberikan cokelat, kamu juga harus berani ngajak akad. Jangan beri terlalu banyak harapan kepada perempuan, tanpa pembuktian. Sebab cokelat dan hari Valentine tidak membuktikan apa pun tentang cintamu.

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan