Bersahabat Dekat dengan Mantan? Why Not?

Berakhirnya hubungan dengan kekasih memang membuat sakit hati. Apalagi jika hubungan sudah berlangsung cukup lama, sementara masih banyak rencana yang belum terlaksana. Duh, sayang ya rasanya?

Tapi bagaimanapun juga, hidup harus terus berjalan. Tinggal siapkan segala perbekalan untuk menyambut datangnya masa depan. Hubungan berakhir, bukan berarti hubungan silaturahmi dengan mantan juga harus berakhir. Lalu bagaimana ya, supaya tetap bisa berteman dengan mantan walau hubungan sudah tidak lagi seperti sebelumnya?

Pastikan masalah yang ada sudah diselesaikan

Sebuah hubungan bisa berakhir tentu ada sebabnya. Kalau baik-baik saja, kenapa harus berakhir? Maka, untuk memulai sebuah hubungan baru dengan mantan, kamu harus memastikan bahwa semua masalah yang membuat kalian memutuskan hubungan sudah diselesaikan. Pastikan juga bahwa sakit hatimu sudah tidak menyisakan dendam, atau sebaliknya.

Masalah yang masih belum menemui solusi serta rasa dendam yang tersisa akan menjadi sandungan bagi hubungan pertemanan. Membawa masalah dan dendam bisa juga menjadi tanda bahwa kamu belum siap move on.

Tidak ada salahnya juga untuk minta maaf terlebih dahulu, meskipun kamu bukan satu-satunya yang bersalah ketika putus. Tentu, selama bersama menjalani masa pacaran, kamu tidak lepas dari melakukan kesalahan. Iya, kan?

Berdamai dengan diri sendiri dan pahami kondisi

Setelah menyelesaikan masalah lalu hatimu sudah siap untuk melepas rasa dendam, satu hal ini perlu kamu sadari. Putus, tentu membuat kondisi dan hari-harimu akan menjadi berbeda. Kalian tidak lagi berjalan bersama.

Status yang dijalani sekarang adalah pertemanan. Tidak ada lagi chatting berdua, tidak juga telepon dalam waktu yang lama sekadar membunuh rindu. Tidak ada lagi izin hendak ke mana dengan siapa dan semuanya akan kembali seperti sediakala sebelum kalian saling kenal atau jadian.

Berdamailah dengan kondisimu, kenyataan bahwa tidak akan ada lagi perhatian serupa dulu atau teman pergi jalan-jalan yang siap sedia menjemput dan mengantarmu. Percayalah, sendiri tidak akan seburuk yang kamu duga. Justru, ini kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau sahabat-sahabatmu.

Membuat batasan

Karena status yang sudah tidak lagi berpacaran, hentikan komunikasi yang intens. Jangan pula melakukan hal-hal spesial untuknya, nanti kamu malah baper dan dia juga baper. Kalau sama-sama baper dan menerima masa lalu sih, oke aja ya, bisa balikan. Tapi kalau yang baper hanya salah satu, yang ada malah jadi muncul masalah baru.

Bisa menyebabkan sakit hati dan lukanya semakin sulit sembuh. Perlakukan mantan sebagaimana kamu bergaul dengan teman. Cari bahan obrolan ringan dan santai. Kalau ada kesempatan untuk jalan-jalan bersama, hindari pergi ke tempat-tempat favorit kalian berdua karena itu sama saja memupuk kenangan yang tertumpuk sekian lama.

Tapi sebaiknya sih, hindari jalan berdua sampai perasaanmu ke mantan sudah memudar karena kalau sudah mantan tapi masih pergi berdua, bisa jadi itu sinyal yang menandakan kamu masih terlalu ngarep ke si dia. Yang ada, kalian bukan temenan tapi malah balikan.

Berteman dengan mantan adalah salah satu bukti kedewasaan

Keputusan untuk mengakhiri dengan baik dan memulai hubungan pertemanan dengan mantan bisa menjadi salah satu bukti kedewasaanmu. Bagaimana tidak? Putus adalah hal yang tidak menyenangkan.

Sejak awal muncul masalah, tentu emosimu sangat diuji. Menyelesaikan permasalahan dengan mantan sudah jadi ujian pertama, melepaskan dendam adalah ujian selanjutnya dan setelah putus, kamu harus menguji seberapa bisa kamu mengontrol dirimu untuk tidak terlibat jauh dalam hidup mantan.

Sudah pasti, kemampuanmu meredam emosi sangat diperlukan. Kejadian semacam itu tentu mendewasakan, sementara pelajaran dan hikmah dari setiap masalah menjadikanmu semakin kaya pengalaman. Malah, siapa tahu setelah ini kamu menjadi mantap menikah tanpa pacaran. Eh, tapi sama siapa? Tenang, kamu akan dapat jodoh yang terbaik kok.

Tapi, tidak semua mantan itu sama loh!

Pelajaran yang tidak kalah penting dari pertemanan zona mantan adalah memahami bahwa tidak semua orang bersikap sama. Sangat mungkin, kalau kamu punya lebih dari satu mantan, semuanya akan memberi respon yang berbeda atas ajakan pertemanan.

Mungkin, satu diantara yang lain memang tidak menginginkan bersahabat dengan mantan. Bisa jadi, si mantan lama sudah punya pacar baru dan pacarnya tidak menyukai hubungan sang pacar dengan mantan. So, bersikaplah bijak dan jangan menyamakan semua orang.

Kamu mungkin bisa, belum tentu orang lain. Menjaga jarak juga bukanlah hal buruk kok. Toh, kalau tidak berteman dekat bukan berarti kamu memusuhi mantan. Yang penting, hubungan kalian bebas dendam dan tidak mengganggu hubungan lain yang sedang terjalin.

Guys, bagaimana pun mantan adalah orang yang pernah ada untuk kamu. Kamu mungkin pernah banyak dibantu saat susah, ditemani saat sepi atau dia orang yang betul-betul bisa kamu andalkan dalam situasi yang tidak ideal.

Berteman juga bisa menjadi simbol rasa terima kasih atas semua kebaikannya selama ini. Jadi, tidak selamanya hubungan baik akan menimbulkan serangan baper ya.

Nah, gimana nih? Masih ragu untuk menjalin hubungan baik dengan mantan? Atau jangan-jangan takut kalau jadi susah move on? Sudah, jangan kebanyakan mikirin mantan, lebih baik sibuk perbaiki diri supaya siap buat naik pelaminan. Siap?

Oleh: Hapsari TM

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan