Ilustrasi dari Google Image

Bukti Rezeki Lancar Karena Rajin Shalat Tepat Waktu

Seseorang yang kehidupannya berubah dari kemewahan menjadi kekurangan, maka ia akan tersadar untuk lebih banyak bersyukur.

Roda kehidupan bisa berubah kapan saja. Tidak selamanya orang berada di atas dan tidak selamanya orang ada di bawah. Ketika Allah sudah berkehendak tanpa hitungan waktu, kehidupan seseorang bisa sangat berubah! Dari yang hartanya melimpah menjadi kekurangan, atau sebaliknya dari yang kekurangan menjadi melimpah. Maka dari itu jangan tunggu sampai kehidupan kita berubah menjadi kekurangan baru tersadar untuk bersyukur.

Ada sebuah kisah dari seorang yang pernah merasakan perubahan roda kehidupan.

Orang tersebut awalnya memiliki pekerjaan yang mapan. Berdasi dan bekerja di ruangan ber-AC. Pada saat itu Allah memberikan rezeki yang melimpah kepadanya. Kemudian karena suatu sebab kehidupannya berubah. Ia tak lagi bekerja di tempat yang nyaman. Pekerjaannya tak seenak dulu lagi. Ia harus bekerja kasar.

Ia bekerja dalam dua sif, siang dan malam. Saat mendapat jadwal sif malam, ia harus menahan rasa kantuk. Ketika orang lain tidur, ia harus bekerja. Lebih terasa berat ketika bulan Ramadhan. Saat orang menahan kantuk untuk memperbanyak ibadah, orang itu menahan kantuk untuk bekerja demi mendapatkan uang yang tak seberapa. Ia juga harus bekerja dengan orang asing yang bahasanya tidak begitu fasih.

Ketidaknyamanan dan ego harus ia singkirkan demi bertahan hidup. Jika ia teringat masa lalu saat hidupnya melimpah, rasanya berat untuk membuang selimut dan bangun untuk beribadah. Saat semuanya berubah ia harus tinggal dengan ketidaknyamanan itu. Harus berbagi tempat tinggal dengan orang lain, saat pulang kerja tidak bisa langsung beristirahat sehingga terpaksa ia tidur di masjid.

Akan tetapi jika dilihat dari sisi yang lain, orang itu merasa bersyukur. Ia menyadari bahwa Allah sayang kepadanya. Karena Allah memberinya kesempatan merasakan dua roda kehidupan yaitu kemewahan dan kesusahan. Dengan itu ia belajar untuk banyak bersyukur. Dalam kondisi yang serba kekurangan seolah-olah jalan tertutup dikelilingi oleh dinding-dinging yang tidak bisa ia lewati. Pada saat itu tidak ada pilihan lain kecuali mengadu dan meminta pertolongan kepada Allah, agar kehidupannya kembali seperti sedia kala. Apalagi kalau bukan dengan shalat.

Sejak itu ia bertekad untuk mengutamakan shalat, terlebih shalat berjamaah di masjid.

Ketika teman-temannya tidak ada yang pergi ke masjid dan sibuk dengan urusannya masing-masing, ia tetap datang ke masjid untuk shalat berjamaah. Setelah beberapa bulan akhirnya ia naik pangkat dan mendapat tempat tinggal baru. Ia tidak lagi berbagi tempat tinggal dengan orang lain. Akan tetapi Allah tetap mengujinya. Tempat tinggalnya yang baru jauh dari masjid. Ia harus berjalan kaki hampir satu kilometer!

Namun ia tetap yakin dengan janji Allah, dan hal itu menguatkan dirinya untuk tetap menjaga shalat berjamaah di masjid. Akhirnya dalam waktu kurang dari setahun ia mendapatkan proyek besar. Ia juga mendapat tempat tinggal baru berupa apartemen yang lengkap dengan segala fasilitas. Masih ditambah lagi dengan mendapatkan kendaraan secara gratis. Allah tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya, dan hal itu terbukti pada orang tersebut. Roda kehidupan orang itu akhirnya kembali seperti semula.

Setelah tiga tahun berlalu orang tersebut bertemu dengan teman lamanya yang dulu pernah tinggal dengannya. Kehidupan temanya belum berubah bahkan pekerjaanya justru semakin berat. Ia bertanya dalam hatinya kenapa kehidupan temannya belum berubah. Kemudian ia teringat masa lalu ketika mereka masih bekerja bersama. Pada waktu itu saat mendengar adzan berkumandang temannya tidak lekas menunaikan shalat, ia malah asyik dengan pekerjaannya. Mungkin karena itu Allah belum mengubah kehidupannya.

Cerita lain datang dari seorang penjual madu.

Dulu usahanya hanya kecil-kecilan, menjual madu di lingkungan tempat tinggalnya saja. Kemudian usahanya terus berkembang hingga bisa menjual madu di pasar. Sampai akhirnya usahanya benar-benar maju pesat bahkan mampu membeli sebuah mobil. Ternyata setelah diperhatikan penjual madu tersebut tidak melewatkan shalat berjamaah di masjid.

Melihat dua kisah tersebut menunjukkan bahwa dengan mengutamakan shalat akan mendatangkan rezeki. Allah swt memudahkan dan memberi jalan untuk memperoleh rezeki bagi orang yang menjaga shalatnya karena mereka senantiasa dekat dengan-Nya. Para ulama pun telah mengatakan Allah swt akan mengaruniakan lima keistimewaan bagi orang yang menjaga shalatnya, yaitu:

  1. akan diangkat kesempitan hidup di dunia darinya;
  2. akan dihindarkan dari adzab kubur;
  3. akan mendapatkan buku catatan amalnya melalui tangan kanan;
  4. akan melintas jembatan Shirat seperti kilat;
  5. akan memasuki surga tanpa hisab.

Begitu besarnya karunia Allah swt bagi orang yang menjaga shalatnya. Dalam buku Peter Russell yang berjudul The Brain Book, ia mengungkapkan bahwa otak manusia lebih cepat beroperasi ketika kepalanya di bawah (bersujud). Ternyata karunia Allah swt begitu luar biasa, dengan kita menjaga shalat tidak hanya mendapatkan pahala, mendatangkan rezeki akan tetapi juga menambah kecerdasan kita. Jadi tunggu apa lagi, marilah dari sekarang kita berusaha untuk mengutamakan shalat. Dan sebaik-baik shalat ialah shalat pada awal waktu. Siap?

Oleh: Rindang Nuri Isnaini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan