cara move on dari mantan

Calon Kamu Beda Banget Sama Mantan? Stop Bandingin Mereka!

Menetapkan kriteria pasangan ideal sih, sah-sah saja. Apalagi kalau untuk sehidup-sesurga, kita enggak mungkin asal pilih pasangan. Alhamdulillah, kalau ujungnya mendapatkan sosok yang pas. Enggak begitu jauh dari yang kita harapkan. Sayangnya, ternyata kok belum berjodoh. Malah, datang orang lain yang lebih siap menemani kita menjemput masa depan. Tapi, kok beda ya, sama si dia yang mengisi masa lalu?

Don’t worry. Mungkin, kita memang merasa kehilangan sesuatu yang ada pada diri mantan dan tidak dimiliki orang lain. Tapi tenang, ada hal-hal yang perlu kita renungkan supaya enggak kebablasan membanding-bandingkan. Kamu juga enggak suka kan, dibanding-bandingkan? Yuk, simak aja dulu:

Perbedaan itu Fitrah

Itu sudah jadi pakem, manusia diciptakan berbeda-beda. Enggak bisa dinego. Tidak ada satu pun sosok yang sama. Sekalipun kembar identik, pasti punya perbedaan. Lha, apalagi calon dan mantanmu. Boro-boro identik, saudara dekat juga bukan. Rasanya akan capek aja kalau kita cari kesamaannya, pasti akan jauh sulit menemukan kesamaan.

Gini deh, kita pun sebagai sosok orang lain yang hadir dalam kehidupan si calon, belum tentu ideal dalam pandangannya. Pasti ada hal-hal yang dikompromikan karena patokan ideal itu tidak mungkin bisa dicapai 100%. Jadi, sama-sama saling mengerti saja ya, jangan menuntut calon untuk menjadi seperti orang lain. Kita disatukan karena perbedaan, tujuannya untuk saling melengkapi peran.

Hati-Hati, Itu Justru Memperbesar Peluang Bertengkar

Sekarang, kalau kita memaksakan kehendak untuk menjadikan calon seperti sang mantan artinya kita belum bisa menerima seutuhnya, dong. Kalau si calon diam dan manut, bukan bagus. Justru kasihan, kok dia dipaksa untuk jadi orang lain, sih. Kalau suatu saat dia merasa tidak nyaman, itu justru akan jadi bom waktu yang meledak di saat-saat tidak terduga.

Rasa tidak terima dibanding-bandingkan, bisa memicu adu argumen. Lagi-lagi dia dapat tuntutan, lagi-lagi tingkahnya enggak sesuai ekspektasi kita, lagi-lagi … duh, udah stop aja. Sehat enggak sih, hubungan yang hanya diisi adu argumen? Sayang, kalo ujung-ujungnya malah berpisah lagi, merasa enggak cocok karena berawal dari membandingkan.

Perbandingan terbaik itu, bukan membandingkan satu orang dengan orang lain. Tetapi, membandingkan kita dulu dan kita yang sekarang, apakah sudah ada perbaikan pada kualitas diri? Sibukkan diri untuk itu, ya. Transfer energi itu, untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Insyaa Allah, jika kita bisa berlaku demikian, calon pun akan melakukan hal yang sama. Akhirnya, jadi berjuang bersama menuju masa depan yang gemilang, tanpa bayang-bayang mantan.

Calonmu Juga Punya Perasaan

Calon kita itu kan juga manusia. Ia punya hati yang menyimpan segudang emosi. Kalau kita jadi dia lalu dibanding-bandingkan, dengan mantannya pula, apa yang kita rasakan? Enggak enak banget kan? Spontan, pasti kita merasa “Aku ya aku, mantanmu ya mantanmu. Beda lah!” Maka, demikian juga dengan dia.

Kalau masih jadi calon sudah sebegitu menuntut, gimana kalau beneran jodoh dan harus hidup bersama? Kalau belum pasti sampai ke akad sudah sulit menerima apa adanya, lalu bagaimana kalau kita menemukan kekurangannya yang lain? Kebayang deh, bagaimana beratakannya mood kita nanti.

Sebetulnya, ini peluang untuk kita belajar. Bagaimana cara menghargai dan bagaimana juga cara menjaga perasaan orang lain, khusunya calon pasangan hidup. Supaya sama-sama bisa menjadi ‘sayap pelindung’ dari segala bentuk sakit hati. Kalau di awal sudah menorehkan luka, bahaya juga kan kalau pas sudah nikah malah diungkit-ungkit terus.

Percayalah, Kebaikan yang Hilang akan Terganti Kebaikan Lain

Kalau kita merasa enggak mendapatkan kebaikan yang serupa, latihlah diri untuk bersikap lapang dada. Mungkin, yang kita anggap sebuah kebaikan, tidak akan menjadi kebaikan untuk masa depan kita. Betul, manusia itu hanya bisa melihat apa-apa yang tampak, perihal masa depan dan kemungkinan yang belum datang, semata Allah yang tahu.

Demikian dengan kebaikan pada mantan, barangkali dia romantis tapi si calon sama sekali tidak. Eh, tahu-tahu romantis juga sama orang lain. Kan, bahaya. Keep positif thinking, Allah tidak akan menjauhkan hal yang memang baik untuk kita kok. Sudah, lebih baik mencari hikmah di balik semua ini. Jangan mencari apa-apa yang jelas-jelas tidak ada, malah jadi kufur nanti.

Begini, kita juga belum benar-benar mengenal si calon, lho. Perlahan, seiring berjalannya waktu yang dilalui bersama, kita akan menemukan kebaikan yang tidak disangka-sangka. Bahkan, akan muncul keunikan yang membuat kita merasa bahwa memang dia yang paling tepat untuk melengkapi kekurangan diri kita. Kebaikan yang hilang itu, bukan semata pergi dari sisi kita melainkan berganti bentuk. Senjata yang kita perlu cuma dua: sabar dan syukur.

Kita Hanya Bisa Menjalani Hari Ini

Ada sebuah nasihat bijak yang bisa kita pegang, “Kita; manusia hanyalah sekumpulan hari. Jika satu hari itu hilang, maka hilanglah sebagian diri kita.” Tuh, nasihat ulama itu ngena banget, lho! Coba kalau kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengubah calon jadi seperti mantan. Berapa jumlah hari yang kita buang?

Kalau diganti untuk berintrospeksi, belajar dan berdiskusi, wah … sudah dapat banyak hal lain. Ingat-ingat, kita enggak bisa membuat waktu yang berlalu—termasuk hari-hari dengan mantan—kembali lagi. Kita juga enggak diberi daya untuk memperbaiki hari kemarin. Yang kita punya, cuma hari ini dan itu juga yang bisa kita pakai untuk memperbaiki hari-hari ke depan.

Kita perlu sadari juga, belum tentu masa depan kita panjang sepanjang angan-angan dan rencana kita. Jadi, kembali lagi: maksimalkan hari ini dan syukuri siapa saja yang Allah kirimkan kepada kita di saat-saat ini. Mantan sudah ada di dimensi masa lalu, sudah lagi bukan menjadi urusan kamu.

Nah, apa masih merasa perlu membanding-bandingkan mantan dengan si calon? Jangan dilanjutkan ya, hubungan itu dijalani untuk membangun masa depan bukan untuk mempertandingkan calon dengan mantan. []

Oleh: Hapsari TM.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan