Ilustrasi dari Google Image

Cara Mudah Menulis Novel Untuk Pemula

Menulis novel bisa jadi impian banyak orang. Mungkin salah satunya adalah kamu. Sebab selain menyenangkan, tentu ada perasaan bahagia bila karya kamu dapat diterbitkan. Mungkin malah dibaca oleh banyak orang dan kalangan, kemudian bisa masuk di dalam jajaran novel best seller.

Akan tetapi, kebanyakan dari keinginan itu hanya sebatas keinginan saja, tanpa dibarengi dengan niat dan kemauan. Alasannya beragam, tapi yang paling sering ialah, “Saya penulis pemula, saya tidak tau bagaimana caranya menulis novel.”

Nah, jika kamu ingin mengetahui bagaimana cara yang mudah untuk menulis novel, yuk simak tipsnya di bawah ini ya:

Ide atau gagasan

Pada tahap ini, penulis wajib menggali ide dan menentukan tema. Ide adalah gambaran umum tentang cerita yang ingin ditulis. Sedangkan tema bersifat lebih perspektif. Novel yang bagus tidak harus mempunyai nilai original. Ide mainstreame dan ide daur ulang juga bisa dipakai. Contohnya cerita cinta segitiga, persahabatan dan impian.

Pastikan dulu tema novel yang kamu akan garap. Tema bisa satu unsur atau gabungan dari beberapa unsur. Contoh, cerita pernikahan anak pejabat dengan anak miskin di sebuah desa terpencil.

Tema

Hal yang perlu diperhatikan di sini, yakni pastikan untuk menulis sebuah novel yang kamu cukup memahami tema tersebut. Jika salah satu dari kamu ada yang tinggal di pegunungan tropis seumur hidup, alangkah lebih baik menulis cerita tentang pegunungan tropis dari pada menulis tentang gurun pasir. Ambilah tema yang paling dekat dengan kamu secara pribadi.

Karakter (penokohan)

Ciptakan karakter yang unik di dalam novel kamu. Karakter yang unik bisa membuat para pembacanya menjadi penasaran. Sehingga dapat memancing pembaca untuk terus mengikuti alur ceritanya. Tulis secara detail mulai dari nama, jenis kelamin, ciri fisik, kepribadian, kebiasaan, hobi dan hal-hal detail lainnya.

Tentukan posisi masing-masing karakter. Siapa yang protagonis, antagonis, atau penengah. Mana karakter utama, karakter pendukung, atau figuran. Dan yang paling penting ialah karakter haruslah manusiawi dan rasional (logis) lho.

Alur cerita

Pada dasarnya, hampir semua cerita menggunakan tiga alur dasar. Alur maju, alur mundur, atau gabungan dari kedua alur terebut. Masing-msasing alur mempunyai kekuatan penggambaran tersendiri. Maka unsur yang satu ini akan menentukan ke mana arah cerita kamu akan dibawa.

Buat dialog yang penuh arti

Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung menuju pada masalah, yang langsung menjelaskan tentang masalah, jangan yang muter-muter, jangan bertele-tele dan jangan hambar.

Jika hal di atas ini tidak ada pada diri kamu maka benahilah, karena akan membuat pembaca novel akan bosan dan tidak tahu maksud dari pembuatan novel yang kamu garap.

Buat awal cerita yang mengesankan

Tiga halaman pertama adalah halaman yang penting dan menentukan baik buruknya bagi editor maupun bagi pembacanya. Jika awalnya sudah mengesankan bagi si pembaca, maka tentu saja untuk selanjutnya adalah keinginan pembaca ingin menuntaskan isinya.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menuliskan kurang lebih tiga halaman utama yang berkesan atau membuat penasaran dari banyak pihak.

Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik

 Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik. Banyak orang sering mengatakan, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila kamu meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel, maka kamu akan menarik kuat perhatian para pembacanya.

Brainstorming

Dari ide yang sudah ada di dalam pikiran kamu, ciptakanlah ide tambahan yang mampu menjadi pembeda. Pembeda yang dimaksud adalah kisah yang tidak mudah ditebak sebelumnya.

Membuat draf atau outline

Tuliskan segera ide yang sudah kamu tambahkan brainstorming. Jangan pernah pikirkan bagus atau tidaknya hasil tulisan kamu nantinya. Karena, ini tahapan awal. Nantinya, draf atau outline yang sudah kamu corat-coret dan sudah mantap, tinggal kamu masukkan ke dalam bentuk tulisan.

Riset

Jika kamu lemah di dalam pemilihan diksi, maka tutupilah dengan ide cerita yang cemerlang, atau dengan data pendukung yang kuat. Data yang kuat akan membuat seorang penulis mampu menciptakan kalimat demi kalimat dengan informasi yang lebih menarik.

Gaya bahasa

Setiap orang memiliki gaya bahasanya masing-masing, tetapi saya secara pribadi menyarankan untuk memakai gaya bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh banyak kalangan.

Alasan kenapa memakai bahasa yang sederhana? Gaya bahasa yang sederhana  tidak memakai kata-kata yang rumit dan tidak membutuhkan pemikiran berat akan lebih mendapatkan banyak pangsa pasar pembaca lho.

Tetapkan setting dalam novel

Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, bulan, siang, malam, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain. Ini bertujuan untuk mempertegas kapan terjadinya alur cerita yang ada di dalam novel tersebut. Untuk itu, settinglah waktu sedemikian bagus dan lokasi cerita juga bisa diperkuat (terkait dengan alur ceritanya).

Value

Setiap novel yang bagus, pasti membuat si pembacanya merenung setelah menutup buku. Mereka mendapatkan sesuatu untuk batin mereka, yaitu sebuah pengetahuan atau kebijaksanaan.

Sebelum menulis novel, pastikan apa kebaikan (pesan moral) yang dapat diterima oleh pembaca. Di sini kamu tidak sok bijak, tapi jauh lebih bagus dari pada tidak memiliki value (nilai) sama sekali. Novel bisa digunakan untuk menanaman kebaikan di hati pembaca lho.

Ending (akhir cerita)

Kamu bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup ialah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka ialah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagi penafsiran dari pembaca.

Nah, semoga informasi tersebut bisa membuat kamu semakin yakin untuk menulis novel. Bila bermanfaat, silakan share dan tandai teman-teman kamu yang suka menulis ya. Selamat berkarya!

Oleh: Tim Trenlis, dikutip dari berbagai sumber.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan