Cinta Pertama Ayahmu, Kamu Tukar dengan Cinta Palsu

Selama ini waktumu habis untuk seseorang yang baru beberapa tahun, bulan, bahkan hanya hitungan minggu kamu kenal.  Sekali pun kamu baru mengenalnya, namun perasaan mendalam sudah tercurah untuk dia.

Terbukti dengan bagaimana kamu berusaha untuk membahagiakannya, menuruti setiap ucapannya, dan berusaha keras menjaga perasaannya. Apa pun kamu lakukan untuk laki-laki yang menyandang gelar pacarmu.

Padahal sebenarnya ada laki-laki yang cintanya lebih tulus dari pacarmu. Dia mencintaimu tanpa alasan. Dia hanya tahu bahwa kamu adalah anugerah terindah Tuhan yang diberikan untuknya.

Anugerah yang akan dia jaga dan cintai sampai usianya habis dan tak lagi bisa melihat tumbuh-kembangmu. Segala upaya dia lakukan untuk melihatmu bahagia dan apa yang kamu inginkan tercapai.

Sekali pun dia tak ingin melihat sendu memberati wajahmu, tangis membasahi tebing pipimu, dan luka menyayat perih hatimu. Dia yang akan berdiri paling depan saat ada seseorang menyakitimu. Dia yang akan membelamu mati-matian saat posisimu sedang tersudutkan oleh kehidupan.

Siapa dia?

Dia adalah laki-laki yang menduduki posisi keempat untuk dihormati setelah Ibu. Ayah, Bapak, Abi, Papa, atau apa pun kamu memanggilnya.

Meski dia tidak merasakan mengandungmu sembilan bulan, meski dia tak mengejan untuk melahirkanmu, dan dia tidak sibuk memberi ASI untukmu. Tapi percayalah, dibalik sosok ibumu yang begitu kuat, ada perannya yang menguatkan dan mendampingi ibumu.

Meski dia tidak terlihat menggendong saat kamu rewel karena sakit, tapi ketahuilah dia begitu kerepotan mencari obat untukmu. Meski saat kamu pulang sekolah telat, dia tidak sibuk menelponmu, tapi ketahuilah dia yang cemas menyuruh ibumu menelepon.

Meski dia tidak bersusah payah mengurusi di rumah, tapi ketahuilah di luar sana dia membanting tulang dan memeras keringat untuk memenuhi kebutuhanmu dan ibu.

Dia memang tidak begitu cerewet seperti ibu, namun dia tetap riuh mendoakan segala kelancaran urusanmu. Tanpanya, kamu dan ibu tak akan berarti apa-apa.

Jika berkali-kali kamu mengucapkan sayang untuk pacarmu, sudahkan kamu mengucapkannya untuk ayahmu? Sudahkah hari ini kamu menelepon ayahmu dan mengatakan sedang merindukannya? Dan sudahkah hari ini kamu bertanya bagaimana kabarnya?

Ada jutaan anak di dunia ini yang setiap malam menangis karena tidak bisa melihat ayahnya. Ada banyak anak perempuan di dunia ini yang tidak bisa bercerita tentang hari bahagia kepada ayahnya, namun hanya berbicara pada pusara yang bertuliskan naman ayahnya.

Dan kamu, yang sekarang masih ditemani ayah dalam keseharianmu, yang masih diberi kesempatan Allah untuk bisa mendengar suaranya via telepon, yang bisa bercerita kepadanya tentang apa saja.

Syukuri kebersamaan dengannya. Bukan mendurhakai dia dengan bersembunyi-sembunyi menghabiskan waktu dengan laki-laki asing. Bukan dengan menghambur-hamburkan uang untuk kencan dengan laki-laki yang hanya mengajak dalam kemaksiatan. Bukan dengan menentang perintahnya hanya karena kamu ingin bersenang-senang dengan laki-laki asing.

Kamu terlalu sibuk membuat pacar bahagia, namun kamu tak peduli bagaimana kebahagiaan ayahmu. Kamu tak berpikir untuk membuat hidupnya berarti dengan sisa usianya yang tak bisa kamu hitung.

Dalam hatinya yang dalam, dia pernah cemburu saat kamu lebih memilih laki-laki yang baru kamu kenal. Kamu lebih sibuk membuat agenda dengan pacarmu daripada duduk berdua bercerita apa saja dengannya.

Jika dia boleh jahat, dia ingin berdoa agar kamu tetap menjadi anak kecil yang tak mengerti gemerlapnya dunia. Agar laki-laki yang kamu kenal hanya dia seorang. Agar hanya dia yang menempati ruang hatimu. Agar cintamu tak akan pernah terbagi untuk laki-laki lain. Agar yang kamu tahu hanya bagaimana merengek menangis di pangkuannya.

Nyatanya, dalam malam sunyi dia melangitkan doa agar kamu cepat dewasa dan menjadi anak dambaannya. Meski dalam dewasa kamu tak lagi mempunyai banyak waktu untuknya. Meski dalam dewasa kamu tak lagi memikirkannya.

Dia tetap menginginkan kamu menjadi anak dewasa yang akan terus mendewasa. Meski nyatanya dengan semakin dewasa berarti dia tak bisa melihatmu sebagai putri kecilnya yang dulu, dia terus ingin kamu mendewasa.

Dia ingin kamu mengejar banyak hal dalam fase dewasamu. Sekali pun itu mengejar cinta untuk kesekian kalinya, dia rela karena tahu sudah masanya kamu akan pergi untuk membangun keluarga baru. Meski kadang sepi menyelimuti saat kamu tak memilihnya lagi untuk bercerita, dia tetap akan selalu berdoa untuk kebaikanmu.

Jika suatu waktu kamu terluka karena cinta, ingatlah ayahmu. Dialah laki-laki yang tak akan pernah menyakitimu. Dia laki-laki yang tak akan meninggalkanmu. Jika ada laki-laki lain yang membuatmu menangis, ingatlah ayahmu.

Dialah laki-laki yang hatinya ikut gerimis melihatmu menangis histeris. Berulang kali dia meminta kepada Allah agar kamu tak merasakan kejamnya dunia, tapi nyatanya semua orang dewasa harus melewatinya.

Menangisi laki-laki karena cinta sesaatnya sama saja menyakiti hati ayahmu. Cinta pertamanya untukmu telah kamu tukar dengan cinta palsu laki-laki asing yang baru kamu kenal.

Meski tidak mengakuinya di depanmu, hatinya ikut tersayat melihatmu disakiti oleh laki-laki yang tidak tahu bagaimana susahnya membesarkanmu.

Ayahmu tak akan pernah rela perempuan yang begitu disayangi dan dirawat mati-matian disakiti orang lain begitu saja. 

Sebelum nantinya kamu menyesal bertemu laki-laki yang hanya menyakitimu, lebih baik di sisa waktu sebelum akhirnya tanggung jawabmu beralih ke laki-laki halalmu, manfaatkan waktu itu untuk membalas kebaikan ayahmu.

Meski sebanyak apa pun harta tak akan bisa membalas kebaikannya, setidaknya kamu tidak menorehkan luka di hatinya dengan menyerahkan hatimu begitu saja untuk laki-laki yang belum tentu berjodoh denganmu nantinya.

Oleh: Anik Cahyanik.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan