Gimana Sih Biar Nggak Gampang Stres? Begini Lho Caranya

Pernahkah kamu ngalamin peristiwa ini: tanggal tua, telat bangun, ngejar bis kota namun tiada tempat duduk yang tersisa dan harus berdiri, ternyata dompet ketinggalan dan akhirnya diturunkan di pinggir jalan oleh pak kondektur? Gimana rasanya ngalamin peristiwa yang ‘nano-nano’ begini?

Pasti jengkel dan marah, lalu detak jantung dan denyut nadi meningkat cepat, nafas dangkal alias ngos-ngosan, pikiran rasanya buntu, dan pengin rasanya berteriak sekencang-kencangnya sambil mengepalkan tangan ke udara.

Sebaliknya nih, kamu nyiapin untuk ujian akhir skripsimu. Ternyata pemaparanmu membuat para dosen penguji berdecak kagum. Tak pelak lagi, nilai A pun terpampang di papan pengumuman. Tak sia-sia perjuanganmu selama ini.

Akhirnya kamu bersorak gembira. Apa yang kamu rasakan? Sama ternyata: jantung dan nadi berdetak dengan cepat, nafaspun memburu, dan kamu pun ingin teriak: alhamdulillah, horeeyyyy!!!!! sambil jungkir balik kalau perlu.

Ternyata peristiwa buruk (diturunkan dari bis kota) dan peristiwa positif (mendapatkan nilai A) mempunyai pengaruh yang sama bagi tubuh kita ya? Nah itulah yang disebut dengan ‘stres’ atau tekanan. Kondisi yang tidak seimbang bagi jiwa dan fisik kita itulah yang disebut dengan stres.

Nah, semakin jelas ya sekarang. Stres tidak melulu berkonotasi negatif lho. Tapi gak asik juga kalau kita ngebahas stres yang positif. Karena apa? Semua orang mah ‘akur-akur’ saja kalau ngalamin stres positif, gak usah bingung untuk sharing. Sekarang pembahasannya yang stres negatif saja ya. Okey, dilanjut saja.

Stres yang menyebabkan jungkir balik memang tidak nyaman. Orang gak bakalan ngaku kalau ia dalam kondisi stres (termasuk kamu juga kan?). Tapi, kalau ciri-ciri ini menghampiri, bisa jadi kamu dalam keadaan stres. Ini nih cirinya:

Secara fisik:

  • Sakit kepala (pusing, migren)
  • Nyeri bahu, pundak, punggung
  • Sariawan terus-menerus
  • Maag yang tak kunjung sembuh
  • Gangguan pencernaan (sembelit, melilit, diare)
  • Sering flu (batuk, pilek)
  • Berat badan naik/turun secara drastis
  • Gangguan tidur (tidak bisa tidur/tidur secara belebihan)
  • Jantung berdebar-debar
  • Dan lainnya

Secara psikis:

  • Suasana hati sering berubah (moody)
  • Mudah tersinggung/marah-marah
  • Mudah lupa karena konsentrasi menurun
  • Gelisah, bingung
  • Merasa tidak berdaya/putus asa
  • Menarik diri dari pergaulan
  • Dan lainnya

Nah ketahuan kan kalau kita sedang dalam keadaan stres? Stres tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena selain sangat mengganggu kenyamanan, ia juga akan menyebabkan kita jatuh sakit.

Gimana caranya supaya stres terkelola dengan baik? Menurut penulis dalam buku Bye Bye Stress, stres selalu menghinggapi orang yang belum siap menghadapi. Jika kalian merasa siap, pasti deh gak bakalan mengalami.

Bagaimana caranya supaya kita lebih siap menghadapi stres?

  1. Secara psikis/mental. Harus siap mental. Pahamkan hakekat penciptaan kita ke dunia. Bukankah kita diciptakan untuk menjadi khalifah yang hendak memakmurka bumi? Sebagai pemakmur bumi, gak mungkin dong kualitas kita hanya ‘KW’ saja?

Buat kualitasmu sebagai yang ‘prima’ alias nomer wahid. Mentalmu harus mental baja plus yang mempunyai pola pikir yang sehat. Jika kita menyadari sebagai pihak pemakmur bumi, malulah kalau sedetik saja ngalamin bingung mau ngapain?

Betul nggak? Menjadi khalifah akan selalu tertata pola pikirnya, sikapnya akan santun dan cara kerja atau aktivitasnya selalu tertata apik dan selalu membawa manfaat.

Jika saat ini kamu nyadar akan peran itu namun belum siap untuk bertindak, mulailah dengan melakukan:

  • Introspeksi: kelebihanmu dan kelemahanmu apa? Apa pilihan (study/pekerjaan) dalam hidupmu, sesuaikan dengan kecenderunganmu. Jadi kita akan selalu berkutat dengan ‘titik lebih’ kita.
  • Rencanakan masa depanmu. Kalau sudah tahu kelebihan dan kelemahanmu, rencakan kehidupanmu secara tertulis. Misalnya nih, kelebihanmu banyak di bidang sosial, maka masuklah ke jurusan IPS sekaligus menentukan kelak kamu mau kuliah/kerja di bidang apa.

Atau bisa juga dibalik: kamu pengin jadi apa? Pilihlah sekolah/jurusan yang sesuai dengan cita-citamu tersebut.

  • Atur waktumu sebaik mungkin. Pengaturan waktu yang buruk bisa menyebabkan kita ngalamin stres yang berkepanjangan. Karena apa? Mungkin kita merasa mempunyai waktu yang banyak sehingga tidak perlu ‘bekerja keras’ saat ini. Padahal jatah waktu kita semakin berkurang dan kewajiban kita semakin bertambah.

Tugas semakin menumpuk, akhirnya kita merasa kelelahan dan tidak berdaya menyelesaikan semua. Alhasil stres semakin bertambah dan meningkat. Nah mulai sekarang, buat agenda kegiatan harian dan lakukan pemantauan.

  1. Secara fisik. Jaga tubuh supaya sehat dan bugar. Makan makanan yang halal dan thayyib (baik bagi kesehatan). Ingat, apa yang kamu makan akan ‘membangun’ tubuhmu. Jangan asal makan, karena tubuhmu pada fase perkembangan dan pembentukan.

Bangun tubuhmu dari material yang berkualitas sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga. Karena apa? Apa yang kita makan akan menjadi modal dasar kita untuk melakukan aktivitas dan juga menyimpan pasokan energi. Jika asal makan, pasokan energi pun relatif sedikit. Sehingga dalam keadaan stres, energi akan tersedot dan lama-kelamaan tubuh kita akan runtuh sehingga jatuh sakit.

  1. Secara sosial. Cobalah dalam sehari saja, kita mengurung diri di kamar. Gak usah berhubungan dengan orang lain. Tidak usah berkomunikasi dengan orang lain. Intinya, tetaplah tinggal di rumah. Suka-suka kamu mau ngapain, asal tidak memegang gadget yang bisa berkomunikasi dengan pihak lain lewat jejaring sosial. Bagaimana rasanya? Pasti merasa bingung dan suntuk.

Karena apa? Sebagai manusia, kita merupakan makhluk sosial yang sangat membutuhkan kehadiran orang lain. Bukannya kita tergantung penuh dengan mereka, namun dengan bertemunya kita dengan mereka, menyebabkan hati merasa senang.

Apalagi jika kita mempunyai beberapa sahabat yang siap sedia jika kita hendak berbagi rasa. Kunci meredam stres salah satunya dengan memiliki sahabat serta sering berkumpul dengan orang yang mendukung kita ke arah kebaikan.

  1. Secara transendensi. Pahamkan jika kita semua berpredikat sebagai ‘hamba’ yang mempunyai kehendak yang terbatas. Betapa pun kehati-hatian kita, sudah pasti Allah swt akan selalu menguji setiap hamba-Nya.

Langkah 1-3 merupakan usaha maksimal kita sebagai manusia untuk mengurangi kejadian dan ketika menghadapi stres. Namun jika dengan langkah-langkah tersebut kok kita masih saja mengalami kejadian di luar harapan, kembalikan semuanya ke Allah Swt. Mungkin ini merupakan cobaan dari-Nya, dan kejadian ini yang terbaik bagi kita di mata Allah. Insyaallah selalu ada hikmah di balik setiap kejadian.

Nah, ternyata mudah kan membalikan kondisi stres ke kondisi normal lagi? Ubahlah pola pikir, pola sikap dan pola perilakumu, niscaya kamu pun akan berucap ‘Bye-by stress…’

Oleh: Nurul Chomaria.

Tinggalkan Balasan