Gimana ya, Kalau Setiap Hari Masih Ketemu Mantan?

Selalu dekat dengan pacar memang bisa menjadi hal yang menyenangkan, ya. Kita tidak perlu was-was dan tidak juga perlu mengatur waktu di tengah kesibukan untuk bertemu dan menghabiskan waktu berdua.

Itu sebabnya, terkadang banyak yang memilih berpacaran dengan seseorang yang berada dalam lingkungan yang sama. Sebut saja, satu sekolah, satu kampus atau pun satu tempat kerja.

Dengan kesibukan yang mungkin hampir sama, kita dengan mudah bisa punya waktu berdua lebih banyak. Mulai dari berangkat bersama, makan bersama atau memiliki hari libur yang bersamaan hingga cukup mudah mengatur rencana travelling berdua.

Tapi, yang namanya pacaran pasti ada lika-likunya ya? Lalu, gimana kalau sampai putus? Apa nyaman ketika masih harus bertemu mantan setiap hari?

Apapun yang Terjadi, Jangan Buat Hidupmu Terganggu

Putus itu hal yang biasa terjadi dalam sebuah hubungan, banyak juga kok yang mengalami. Meskipun berat dan menyedihkan, kamu tidak boleh larut dalam kondisi galau pascaputus. Toh, dulu juga bukan siapa-siapa, kan?

Kamu boleh sedih, menangis dan galau tapi jangan berlama-lama. Ada banyak hal yang masih harus kamu hadapi di sekolah, kampus atau tempat kerja. Itu juga bagian dari hidupmu, loh. Tentu waktu akan terus berjalan, percayalah waktu juga yang akan menyebuhkan kegalauan.

Jangan Memaksakan Diri untuk Terlihat Move On

Galau dan sedih memang sebaiknya tidak berlebih, tapi jangan pula kamu berpura-pura kuat atau terlalu cepat move on. Memaksakan diri kadang malah membuatmu menjadi aneh, mantan bisa jadi makin canggung dan hubungan kalian semakin dingin.

Duh, enggak enak banget deh kalau harus menyelesaikan urusan dengan suasana yang dingin dan kaku. Move on itu memang sulit, apalagi kalau kamu terlanjur sayang dan sudah lama menjalin hubungan. Tapi, sulit itu kan bukan berarti tidak bisa. Sederhananya, move on itu perlu waktu.

Jangan Sebarkan Keburukan Mantan

Ketika hubunganmu kandas karena masalah yang membuat luka dan kecewa, bukan berarti hal itu terjadi hanya karena kesalahan salah satu pihak saja. Curhat boleh saja, asal kepada orang yang tepat. Dia yang bisa menjaga rahasiamu dan rahasia mantan.

Kadang, perasaan ingin menunjukkan kelebihanmu dibanding mantan, atau keburukan mantan terhadapmu menyebabkan sulitnya menahan keinginan untuk bercerita kepada orang lain.

Namun, kamu mesti tahan itu karena menceritakan keburukan mantan sama saja dengan membuka keburukanmu juga. Bukannya kamu pernah mau menjalin hubungan dengannya?

Batasi Komunikasi

Karena masih berada dalam satu lingkungan, sulit untuk benar-benar meniadakan interaksi dengan mantan, apalagi jika kalian ada dalam organisasi. Maka, cara terbaik menghadapi mantan adalah dengan memberi batas. Gimana bisa, tuh?

Bisa dong, kamu hanya perlu tetap melakukan kegiatan seperti biasa dan berkomunikasi sekadarnya saja. Jangan ngobrol soal pribadi atau masalah kalian berdua di sekolah atau tempat kerja agar tetap profesional dalam menjalani pekerjaan.

Ketika kamu memang belum nyaman berada di sekitar mantan, sah-sah saja memberi batasan waktu untuk menghindarinya dulu. Katakan saja dengan seseorang yang kamu anggap bisa menjadi penengah, sampaikan bahwa dalam beberapa hari jangan buat kalian berinteraksi hanya berdua.

Jangan Memberi Reaksi Berlebihan

Saat memutuskan hubungan dengan pacar, seseorang bisa saja melakukan hal di luar kebiasaan yang dilakukan ketika berpacaran. Misal saja yang awalnya tidak biasa melakukan olah raga tertentu, jadi rutin melakukannya sepulang kuliah atau kerja.

Yang awalnya, menjaga porsi makan, bisa jadi menambah porsi makan atau selera makannya jadi berubah. Hal demikian wajar kok, perubahan terkadang diperlukan untuk mengalihkan energi negatif.

Kalau perempuan, bisa saja tiba-tiba potong rambut atau ganti style hijab. Itu bukan masalah, asal perubahannya masih wajar dan tidak mengarah ke hal negatif.

Karena itu, jika mantan melakukan hal demikian kamu hanya perlu memakluminya dan jangan memberi reaksi seperti kamu masih menjadi pacarnya. Kamu pun boleh mencari kegiatan yang bisa mengurangi sedih dan galaumu, kok.

Susun Skala Prioritas dan Rancang Kembali Hidupmu

Sebagai manusia yang tidak punya daya untuk memutar kembali waktu, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan hanyalah menjalani masa sekarang dan merencanakan hari-hari ke depan.

Tentu, kalau bisa diputar dan kamu bisa berada di masa dulu, kamu akan mengubah hal-hal yang membuatmu putus. Bahkan, mungkin tidak usah saja deh, pacaran sama dia. Tapi, itu tidak mungkin. Memangnya kamu Doraemon yang punya mesin waktu, sedangkan Doraemon saja tokoh fiksi. Hehe …

Tapi ingat, kamu punya hari ini dan harapan untuk masa depan. Yuk, coba lihat lagi mimpi-mimpi dan target pribadimu. Susun ulang semua rencana dan urutkan kembali skala prioritasnya. Fokuslah untuk mengejar itu agar masa depan ada di dalam genggaman.

Satu hal yang harus betul-betul dipahami adalah risiko dari menjalani sebuah hubungan. Ketika memutuskan berpacaran dengan siapa pun dari lingkungan mana pun, kemungkinan putus mesti ada dan kita sama sekali tidak bisa memastikan masa depan.

Apakah dia yang menjadi jodoh kita atau nantinya ada perbedaan yang membuat kita harus mengakhiri hubungan. Itu bukan hal yang dapat ditentukan manusia.

Kalau enggak mau bertemu mantan setiap hari, ya hindari berpacaran dengan teman dalam satu lingkungan. Kalau sulit menghindari itu, ya … cari saja yang ngajak nikah. Eh, bukan cuma ngajak aja, sih tapi berani melangkah ke meja akad.

Itu solusi terbaik, kan?

Oleh: Hapsari TM.

Tinggalkan Balasan