Hati-Hati dengan Apa yang Kamu Pikirkan Lho.

Pernahkah di antara kamu mengalami suatu peristiwa di mana apa yang ada dipikiran kamu menjadi kenyataan?

Saat kita terlalu takut sesuatu atau terlalu mengkhawatirkan sesuatu justru itu benar-benar terjadi. Itulah kekuatan pikiran yang membuat kita secara tidak sadar menyakini itu akan terjadi.

Dan alhasil apa yang kita pikirkan menjadi kenyataan. Jika itu hal baik tidaklah soal, akan tetapi jika itu hal buruk maka sangat disayangkan.

Pada 1955, penerbit Henry K. Beecher’s menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Powerful Placebo. Dalam suatu eksperiman seorang dokter memberikan obat kepada pasiennya yang sedang sakit. Obat itu sebenarnya bukanlah obat melainkan gula yang dimasukkan ke dalam kapsul.

Pasien tersebut meyakini bahwa obat yang diberikan dokter tersebut benar-benar obat. Dan yang mengejutkan, pasien tersebut benar-benar sembuh setelah memakan kapsul yang diberikan dokter tersebut. Itulah yang dimaksud Placebo dalam buku itu, yang saya pahami sebagai keyakinan.

Pada saat itu di tahun 1955 sudah ada orang yang mengetahui bahwa apa yang kita sungguh-sungguh yakini bisa menjadi kenyataan. Oleh karenanya muncullah buku tersebut. Saat ini sudah banyak buku-buku lain yang mengungkapkan hal yang sama.

Intinya adalah kekuatan pikiran, keyakinan atau kepercayaan dan kemauan yang besar mampu menggerakkan dan mengaktifkan reaksi kimia dan hormon di dalam tubuh seseorang. Besarnya keyakinan itu atas maka izin Allah suatu kejadian bisa menjadi kenyataan.

Kita dianjurkan untuk selalu berpikiran positif terhadap segala hal. Jika kita berpikiran positif dan meyakininya dengan sungguh-sungguh Allah akan mewujudkannya. Hal itu karena ketetapan Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Jika kita berprasangka baik maka Allah akan mewujudkan kebaikan itu begitu juga sebaliknya.

Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda:

Allah berfirman: “Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku dalam jiwanya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingat kebaikan darinya (amal-amalnya), dan jika ia mendekat kepada-Ku setapak, maka Aku akan mendekatkannya kepada-Ku, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan berlari.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Namun ada juga keyakinan yang tertuju pada hal-hal yang tidak semestinya. Sebagai contoh mempercayai sesuatu yang berhubungan dengan hal gaib seperti dukun. Mempercayai sebuah batu, atau benda lain memiliki kekuatan tertentu.

Benda itu diyakini mampu mengobati penyakit, menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan, bahkan mampu mendatangkan rezeki yang berlimpah. Keyakinan akan hal-hal tersebut melanggar ajaran agama dan tidak diperbolehkan.

Orang yang meyakini hal-hal tersebut menganggap benda itu mampu menolongnya. Sehingga ia tidak meminta pertolongan kepada Allah tapi justru pada benda yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan apa pun.

Jika apa yang ia yakini dan percayai dari benda tersebut menjadi kenyataan, hal itu semata-mata karena Allah yang mewujudkannya. Dari situ sesungguhnya Allah sedang menguji manusia apakah ia akan berlaku syirik atau tidak. Seperti firman Allah berikut ini:

“Katakanlah, ‘Tidak ada yang menimpa kami melainkan yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia pelindung kami.’ Hanya kepada Allah orang-orang beriman harus bertawakal.” (Q.S. At-Taubah [9]: 51)

Dalam ayat lain juga disebutkan sebagai berikut:

“Ketahuilah bahwa nasib mereka ada di tangan Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.” (Q.S. Al-A’râf [7]: 131).

Sudah sangat jelas bahwa Allah Swt yang mampu mewujudkan sesuatu, termasuk apa yang kita yakini.

Dengan demikian dalam mencari rezeki yang pertama yaitu niatkan rezeki untuk kita gunakan dalam hal kebaikan dan mendapatkan ridha Allah.

Kemudian yakinilah bahwa Allah pasti akan memberikan jalan dan pertolongan pada kita untuk mendapatkannya. Senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh insya Allah kita semua akan mendapatkan rezeki yang berkah dunia akhirat.

Oleh: Rindang Nuri.

Tinggalkan Balasan