Hati-Hati, Modus Penipuan Sedekah Berhadiah 500 Juta!

“Saya buka program sedekah 500 juta khusus untuk teman-teman facebook saya.” Tulis akun seseorang yang mengaku kaya raya. Tentu saja saya penasaran. Memang akun si Fulan ini belum lama saya add. Hanya lantaran dia tertarik ingin membeli buku yang saya jual. Ya, namanya juga sedang belajar jualan. Inginnya melayani pembeli sebaik mungkin.

Karena penasaran, saya telusuri akun si Fulan ini. Mulai dari status pekerjaan, info latar belakang, hingga baca-baca postingan di beranda facebooknya. Ok, saya berprasangka baik saja. Si Fulan mungkin memang orang kaya yang dermawan. Sebagaimana yang pernah diceritakan oleh teman saya.

Terlihat dari postingan beranda facebooknya. Hampir setiap bulan si Fulan membagi-bagikan hartanya. Mulai jadi jutaan, hingga milyaran. Pokoknya apa yang dia tunjukkan di facebook menunjukkan bahwa dia milyarder yang dermawan dan sholeh. Semoga benar begitu.

“Itu maksudnya program sedekah 500 juta, gimana Bu?” Tanya saya melalui messenger ke akun facebook teman saya.

“Oh, itu nanti kita transfer 100 ribu, sedekah ke panti asuhan yatim piatu si Fulan. Lalu nama kita akan diikutkan dalam program tersebut.”

“Terus setelah nama kita terdaftar, gimana Bu?”

“Kalau beruntung, kita bisa dapat 500 juta dari si Fulan.”

Uwow! Menggiurkan sekali program ini, batin saya. Sedekah 100 ribu, berpeluang mendapat hadiah 500 juta. Kalau saya yang beruntung, tentu saja akan mendadak jadi tajir. Bisa beli rumah, mobil, buka warung angkringan, apa lagi?

Ah, coba deh. Toh duitnya disedekahkan untuk anak yatim piatu. Hitung-hitung nabung buat bekal di akhirat.

Namun, sebenarnya jauh di dalam hati saya masih ada yang mengganjal. Ada semacam ketakutan mengenai iming-iming sedekah semacam ini. Tentu akan sangat berat melepaskan iming-iming 500 juta sebagai imbalan sedekah. Jelas akan mempengaruhi kemurnian niat bersedekah.

Dalam keraguan ini akhirnya saya terperosok juga. Saya transfer 100 ribu ke rekening si Fulan. Saya katakan, “Saya ingin ikut program sedekah 500 juta.”

Akhirnya nama saya tercatut sebagai salah satu peserta program sedekah 500 juta. Tinggal banyak-banyak berdoa dan meminta dimudahkan rezeki saya sama Allah. Kalau rezeki ya alhamdulillah, kalau belum ya tidak mengapa. Hitung-hitung belajar sedekah.

Hingga 5 hari sejak saya ikutan program itu, doa saya lebih kencang dari biasanya. Banyak wirid, shalawat, hanya memohon agar diberi sedikit keberuntungan. Bismillah aja, batin saya.

Setelah 5 hari, si Fulan mengumumkan nama orang yang beruntung dalam programnya. Tentu saja bukan nama saya yang muncul dan mendapat 500 juta. Juga bukan nama teman saya yang mengenalkan si Fulan sebagai calon pembeli buku saya. Yang muncul adalah nama orang lain. Dan kami (yang ikut program tersebut) memberi selamat kepada yang beruntung dan mendoakan yang baik-baik untuk si Fulan. Ya, meskipun kenyataannya dia belum ngasih kepastian, jadi beli buku atau tidak.

Ya udah, mungkin memang belum rejeki saya, ucap saya dalam hati.

Program sedekah berhadiah ini hampir setiap minggu diadakan. Saya lihat di daftar peserta yang ikut rata-rata jumlahnya antara 8-10 orang. Yang 70% di antaranya adalah nama-nama yang sama dari program-program sebelumnya.

Setiap kali diumumkan pemenangnya, saya lihat nama teman saya selalu ada diurutan kedua. Bahkan perolehan votingnya beda tipis dengan si pemenang. Kata si Fulan sih, yang memilih pemenang program ini adalah 47 anak yatim piatu yang diasuhnya. Mereka voting untuk memilih nama-nama calon orang yang beruntung.

Suatu kali si Fulan membuka program sedekah lagi. Kali ini program sedekah berlipat ganda. “Siapa saja teman facebookku yang bersedekah minimal 25 juta ke panti asuhan yatim piatuku, maka akan aku ganti dua kali lipatnya. Aku tunggu sampai 5 hari ke depan.” tulis si Fulan di beranda facebooknya.

Hemmm…. Saya cuma bisa pencet tombol ‘like‘ di facebook untuk meresponnya. Ya, kalau mau ikutan mikir seribu kali lah. Duit dari mana segitu? Saya kan belum tajir. Cukuplah dengan memantau postingan si Fulan saja.

Tanpa saya duga, teman saya bilang ingin ikut program itu. Padahal sebelumnya di facebook dia sempat bilang kalau tidak punya uang sebanyak itu. Ah, semoga teman saya beruntung.

Teman saya mengabarkan bahwa dia baru saja transfer 30 juta untuk ikut program sedekah. Dia kirimkan foto bukti transfer, kemudian konfirmasi apakah uangnya sudah diterima. Namun, jawaban dari si Fulan sangat mengejutkan. “Uangnya belum masuk rekening saya.”

Ah, jangan-jangan karena transfer melalui bank yang berbeda. Jadi, sampainya agak lama. Kebetulan juga kan tranfernya pakai bank lokal daerah, di hari sabtu juga. Tentu ada banyak kemungkinan kendala.

Dua hari kemudian teman saya menghubungi si Fulan, menanyakan kabar uang yang ditransfernya. Tidak ada respon. Bahkan dia memohon untuk dikembalikan uangnya. Bisa kembali utuh saja dia sudah bersyukur. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali dari si Fulan. Telepon tidak diangkat, inbox tidak dibalas, dan WA cuma di-read. Ujung-ujungnya WA teman saya di block sama si Fulan.

Deg! Tentu saja perasaan teman saya ini jadi tak karuan. Cemas, takut, su’udzon, semua bercampur baur hingga menyedot begitu banyak emosinya. Dia merasa lemas, seolah tak punya daya.

Saya tak bisa berbuat banyak. Selain menasehati dia untuk bersabar dan ikut mendoakan. Agar teman saya bisa lepas dari masalah ini.

Saya benar-benar tidak bisa membayangkan kalau masalah ini terjadi pada saya. Bisa stroke mendadak. Beberapa hari saya memikirkan masalah ini. Memang kelihatan nyata kalau ini unsur penipuan. Dari awal si Fulan membangun branding kalau dirinya orang kaya dermawan yang sholeh. Teman-teman facebooknya juga kelihatan meyakinkan. Tapi apa akar permasalahan bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada si Fulan?

Kebodohan saya yang mudah percaya pada sosok si Fulan di facebook adalah juga akar permasalahannya. Minimnya pendalaman keilmuan tentang sedekah, mungkin juga salah satu akar permasalahan dalam diri saya. Menyesal? Saya lebih suka bersyukur karena ikut terjerumus dalam masalah ini. Dibalik perasaan kecewa, saya menyadari ada banyak pelajaran berharga. Khususnya untuk diri saya pribadi.

“Barangkali ini ujian buat saya. Agar lebih berhati-hati membelanjakan harta di jalan Allah.” ratap teman saya saat curhat di messenger.

Iming-iming sedekah yang menjanjikan uang kembali dua kali lipat itu tidak pernah terjadi. Yang ada malah teman saya kehilangan uang 30 juta. Uang tabungan yang awalnya mau digunakan untuk membayar kuliah anak-anaknya, dibawa kabur si Fulan. Setelah itu kontak teman saya di block, akun facebooknya juga di unfriend oleh si Fulan.

Sungguh saya merasa prihatin atas musibah yang menimpa teman saya. Untungnya saya tidak punya uang sebanyak itu, sehingga tidak memenuhi syarat untuk ikut program sedekah berhadiah. Ya, syarat minimalnya transfer minimal 25 juta. Mungkin kalau punya duit segitu pasti termakan jebakan juga. Bayangkan saja, transfer 25 juta bisa kembali 50 juta. Keren kan? Tidak perlu menunggu royalti cair atau susah-susah nyangkul sawah berhektar-hektar.

Belum lama ini saya curhat sama seorang teman yang kebetulan kerja di luar negeri. Dia saya kenal melalui facebook juga. Belum pernah ketemu, tapi pernah berinteraksi dengan orang terdekatnya yang ada di Jogja. Karena saya sudah menganggap dia seperti saudara, maka saya ceritakan masalah ini ke dia.

Di luar dugaan. Dari teman saya inilah saya jadi tahu modus-modus scammer. Seperti modus yang dilakukan si Fulan ini. Saya mempercayai penjelasan teman saya karena dia memaparkan analisis dia dari berbagai aspek. Mulai dari membaca gestur si Fulan, penampilan, analisis foto yang diunggah, telaah akun teman si Fulan, dan analisis lain yang sama sekali di luar bayangan saya. Fix, saya sepakat si Fulan ini adalah scammer.

Ya, ternyata teman saya ini pernah menjadi aktivis anti scammer lintas negara. Sampai sekarang masih sering berkomunikasi dengan jaringannya yang ada di berbagai negara. Alhamdulillah.

Satu pesan dari teman saya, “Teman di facebook tidak perlu banyak-banyak, Mas. Sedikit saja yang penting berkualitas. Saya loh, cuma berteman dengan 40 orang.”

Oh iya, barusan si Fulan itu buka program sedekah 1 Miliar loh. Ada yang tertarik ikutan? Hahaha ….

Oleh: Seno NS.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan