Ikuti Cara Ini Agar Naskah Kamu Diterima Penerbit

Terkadang nama besar penulis menentukan diterima atau tidaknya naskah, tapi masih banyak penerbit yang melihat kualitas naskahnya: apakah layak jual atau tidak?

Jika kita menulisnya dengan sangat baik dan dengan gaya bahasa yang enak dan mudah dipahami, apalagi ada banyak referensi dan pendapat pakar di dalamnya, maka bukan tidak mungkin naskah yang kita kirim akan mudah diterima oleh penerbit.

Biasanya sekitar 1-3 bulan, hasilnya akan kita ketahui apakah naskah kita diterima atau tidak. Tapi yang jelas, jika semua persyaratan telah kita penuhi dan memang tulisannya sudah menggunakan cara membuat buku yang baik dan benar, apalagi yang harus di khawatirkan?

Ditujukan kepada siapa buku atau novel kita?

Kita menulis dan menyusun sebuah buku, pertanyaannya untuk siapa buku atau novel dibuat? Ketika kita sudah memantapkan diri bahwa buku atau novel yang kita tulis untuk siapa, maka bahasa yang tercantum di dalamnya memakai bahasa sesuai pembaca yang dituju. Jika remaja ya bahasa gaul.

Yakinkan penerbit jika buku kita memiliki nilai jual tinggi.

Bila kita sanggup untuk meyakinkan penerbit bahwa naskah kita memiliki nilai jual yang tinggi, maka penerbit tentu akan menerima naskah kita. Segala sesuatu dimulai dari sebuah keyakinan. Sebagai seorang penulis, kita harus yakin bahwa buku kita akan mencerahkan orang lain. Oleh karena itu. seorang penulis harus memiliki kepercayaan diri.

Isi naskah mendidik dan inspiratif.

Naskah yang baik tentu akan menyuguhkan isi yang baik pula. Naskah yang paling disukai oleh penerbit adalah naskah yang mengandung unsur pendidikan.

Makna pendidikan tidak terbatas ya, melainkan hal ini juga mencakup pendidikan moral, motivasi, pengembangan diri, kritik sosial, solutif, dan sebagainya. Selain itu dengan menyuguhkan isi yang mendidik juga menunjukan kemampuan penulis dalam menyajikan informasi yang bermanfaat.

Membuat tema yang cocok dengan pembaca.

Dalam dunia perbukuan, penerbit akan melihat pangsa pasar serta peluang untuk meraih keuntungan yang besar. Itu paling penting bagi penerbit. Maka, tentu penerbit akan melihat tema yang menjadi perhatian pembaca. Dan penulis yang baik tentu akan melihat peluang tersebut, dengan demikian akan memudahkan naskahnya untuk diterima oleh penerbit serta laku terjual dan dibaca masyarakat luas.

Melakukan observasi.

Sebelum menentukan tema yang diangkat menjadi tulisan, kita harus melakukan observasi terlebih dahulu. Untuk apa melakukan observasi? Penerbit biasanya enggan menerbitkan naskah yang sudah pernah diterbitkan lho. Tema muter-muter di situ saja.

Misalnya, kita hendak menuliskan nama-nama anak dalam bahasa Arab beserta artinya, padahal penerbit sudah pernah menerbitkan buku tentang itu. Maka, kemungkinan besar naskah kita akan ditolak.

Buatlah naskah yang berbeda. Jika ternyata ada kemiripan tema—tentang hal yang berbau asmara misalnya—buatlah konten tersebut  yang istimewa (beda dan unik) sekiranya belum ada di pasaran.

Pahami kriteria penerbit.

Setiap penerbit pasti menentukan kriteria naskah yang akan diterbitkan. Misalnya, diketik dengan font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, berjumlah minimal 100 halaman A4.

Saat itu kita harus mengondisikan naskah kita agar memenuhi kriteria itu. Tidak diperkenankan menyalahi salah satunya seperti mengetiknya dengan font yang lain atau halaman hanya 50 halaman A4.

Ingat, kepatuhan penulis dalam pemenuhan kriteria penerbit merupakan cerminan keseriusan dari penulis dalam menerbitkan naskahnya.

Perhatikan kerapian naskah.

Setelah menulis naskah, jangan lupa untuk memperhatikan kerapiannya. Usahakan tidak ada typo (salah ketik) dalam naskah kita. Jilid rapi naskah yang telah diprint, atau jika mengirimkan dalam bentuk softcopy melalui email, perhatikan huruf, margin, dan sebagainya.

Ingat, kerapian naskah ini menjadi nilai plus bagi naskah kita dan memperbesar kesempatan naskah kita dibaca oleh editor penerbit.

Cari penerbit yang cocok.

Setiap penerbit biasanya memberikan keterangan naskah apa saja yang ingin diterbitkan. Jadi, kirimkanlah naskah kita ke penerbit yang cocok. Kita juga bisa mengetahui selera penerbit melalui buku-buku yang sudah terbit ke pasaran. Rajin-rajinlah ke toko buku.

Naskah percintaan tidak akan diterbitkan oleh penerbit yang khusus menangani buku pelajaran, kan? Kita bisa dengan mudah menemukan alamat surat dan alamat email penerbit di internet dan bagian belakang buku (halaman KDT).

Sabar menunggu proses seleksi.

Setelah naskah kita kirimkan, tahap selanjutnya adalah menunggu. Sambil menunggu kabar, kita bisa menulis naskah lainnya. Namun ingat, jangan pernah mengirimkan naskah yang sama ke beberapa penerbit sekaligus ya, itu melanggar etika!

Buat judul yang menarik.

Ini juga jadi pertimbangan ketika mengirimkan naskah. Salah satu hal yang membuat editor tertarik sama naskah kita adalah judul. Buatlah judul yang benar-benar menarik perhatian pembaca. Jangan sampai kita menyesal. Udah punya konten naskah oke, eh judulnya tidak nonjok.

Khusus novel, buat karekter yang hidup.

Sebenarnya, elemen atau unsur dari novel atau buku semuanya penting. Seperti, tema, latar, sudut pandang, gaya bahasa, amanat, dan sebagainya. Tapi, ada satu yang perlu lebih ditinjolkan yaitu, tokoh.

Buatlah tokoh yang unik, punya karakter, dan pastinya hidup. Buatlah seolah-olah tokoh tersebut ada. Bukan hanya membuat tokoh sebagai tempelan. Tetapi juga harus benar-benar dipikirkan (logis).

Tentu saja, berdoa.

Doa kelihatan sepele? Padahal apa pun yang kita lakukan, salah satunya akibat dari doa lho. Entah dia diri sendiri maupun doa orang tua. 

Jangan sepelekan doa, karena doa itu langsung kepada pencipta, seberapa kuat kita berusaha jika tidak berdoa. Allah Swt tidak meridhoi usaha kita, maka usaha kita akan sia-sia. Jadi, apa pun yang akan kita lakukan hendaknya dibarengi dengan doa.

Nah, teruslah berusaha dan menulis ya. Silakan share tulisan ini biar bermanfaat buat teman-teman kamu juga.

Oleh: Tim Trenlis, dikutip dari beberapa sumber.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan