Hampir semua negara menerapkan sistem demokrasi, sistem ini merupakan titik terbaik dan stabil dari suatu system politiknya. Setiap individunya mempunyai hak untuk menentukan pemimpin mereka. Setiap individu juga memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya terhadap pemerintah. Tanpa adanya partisipasi rakyat, maka demokrasi di suatu negara tidak akan berjalan dengan baik.

Rakyat sebagai penggerak jalannya demokrasi yang baik. Sebagai anak muda juga harus sadar akan hak spesial yang dimiliki. Para pemuda penerus bangsa merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Pemuda yang memiliki sifat pasif akan menjadikan melemahnya demokrasi di suatu negara. Karena para pemuda kudu kritis dalam memilih pemimpin yang baik untuk rakyat dan untuk kemajuan negara.

Namun, pada era sekarang ini politik di kalangan remaja sangatlah sedikit peminatnya. Hasil survei di Indonesia misalnya pada tahun 2012, ketertarikan pemuda Indonesia untuk urusan politik hanya berkisar 21% dari 64% potensi pemuda yang menyukai politik. Hal ini mungkin terjadi karena mulai hilangnya kepercayaan rakyat kepada para politisi-politisi yang mewakili rakyat tersebut.

Karena memang kebanyakan politisi terkadang suka memberi janji yang membuat rakyatnya tergiur akan janjinya. Tapi ketika sudah duduk di kursinya, mereka seakan lupa akan janjinya, ini juga salah satu menurunnya minat anak muda untuk peduli dengan politik.

Generasi melek politik menjadi sebutan tersendiri bagi anak muda.

Hal ini dikarenakan, politik yang masih dianggap tabu bagi pemuda. Cuma ada segelintir pemuda ataupun pemudi yang mau memahami dinamika politik yang sangat unik ini. Lalu, mengapa pemuda Indonesia harus melek terhadap politik?

Karena kebijakan yang dihasilkan dari elite politik akan berdampak terhadap sebagian besar bahkan berdampak tehadap seluruh aspek kehidupan rakyatnya, dan tidak luput pemudanya pun juga mendapat efeknya.

Para pemuda adalah penerus bangsa, generasi yang meneruskan kemajuan bangsa, membuat peraturan dan kebijakan untuk memajukan bangsa yang lebih baik.

Para pemuda-pemudi adalah harapan suatu bangsa ke depannya untuk memperbaiki politik pada masa yang akan datang. Jadi inilah alasannya mengapa para pemuda harus memahami apa itu politik. Supaya ke depannya negara kita menjadi negara demokrasi politik yang baik. 

Terus apa yang harus pemuda lakukan agar tahu dan paham politik? Kita harus terlibat terlebih dahulu, maka kita akan paham sambil berjalannya waktu. Tidak mungkin dengan kita duduk saja akan mengubah bangsa yang lebih baik, mustahil. Bergerak, bergerak, dan bergerak untuk memajukan bangsa ini, ikut mengubah bangsa ini dengan menjadi bagian dari sistem politik yang sehat untuk bangsa.

Cara mudah agar kita terlibat dalam politik.

Misalnya, kita berpartisipasi dalam pemilu, dan sebelum diadakannya pemilu, pemuda diharuskan ikut serta mengawasi program-program kerja yang akan dikampanyekan.

Di sisi lain, contoh partisipasi politik adalah keikutsertaan dalam demonstrasi, dan juga bisa juga mengikuti diskusi-diskusi online di media sosial. Diskusi ya, bukan debat atau nyinyir. Hal ini adalah salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada petinggi pemerintahan.

Kalau bukan generasi muda lalu siapa lagi yang akan meneruskan para politikus yang sudah ada. Ups, ada yang harus kita ingat bahwa politik yang sekarang sudah ada, bukannya membantu rakyatnya makmur, tapi malah mencekik rakyat yang mendorongnya maju.

Maka dari itu, PR kita sebagai pemuda generasi bangsa yang diimpikan bangsa untuk mengubah politik menjadi lebih baik. Yang pastinya memakmurkan rakyatnya bukan mencekiknya. Berikan solusi setiap melihat masalah di masyarakat.

Nah, coba kita bayangkan jika tidak ada generasi penerus bangsa, hanya orang tua dan orang tua saja yang menjalankan politik, apa jadinya ketika para orang tua itu sudah tiada?

Tentu saja kita yang harus menggantikannya. Maka, penting bagi pemuda bangsa untuk melek politik yang baik seperti apa. Dengan kita paham politik, kita bisa merencanakan tindakan untuk bangsa ini, bahkan kita bisa mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dengan ilmu politik yang mumpuni pada masa yang akan datang. 

Sejak orde lama, orde baru, bahkan reformasi dan sampai hari ini, apakah anak muda mendapatkan manfaatnya dari semua hal itu?

Yang pasti ada dong. Seperti pengetahuan, seperti mengenai kondisi politik saat ini, hubungan antara negara kita (hubungan luar negeri), dan ditambah dengan informasi yang kita miliki, kita bisa melihat peta politik ke depannya. Dan juga ancaman apa yang kemungkinan akan kita terima, dan apa saja yang dibutuhkan oleh para pemuda bangsa ini? Kita bisa memprediksinya dengan ilmu yang sudah kita tekuni selama kita belajar politik.

Kesadaran maupun pemahaman politik di negeri ini merupakan bekal bagi pemuda penerus bangsa yang penting untuk regenerasi pemimpin bangsa yang akan mendatang. Keduanya bisa dipadukan menjadi sangat apik untuk kita mencapai gelar sang politikus yang mahir.

Dan keduanya muncul melalui partisipasi aktif dari anak muda, bagaimana kita mengamati, mendiskusikan isu-isu politik yang ada, bahkan kita dapat membuat kebijakan.

Ingat lho, di dalam proses regenerasi tidak ada yang instan, maka dari itu, jika kita tidak belajar dan terlibat dari sekarang, lantas akan dimulai kapan lagi?

Bagaimana?

Apakah kita punya jiwa kepemimpinan dan ke depan ingin menjadi pemimpin bangsa yang baik dan menjadi pemimpin yang bijak? Jika iya, maka pelajarilah politik yang benar sejak sekarang. Jangan sampai dikemudian hari justru kita menyesal ya. Siap?

Oleh: Tim Trenlis.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: