Ilustrasi dari tinaswholelife.

Ini Lho 5 Cara Membersihkan Hati dan Pikiran yang Keruh

Untuk membersihkan hati dan pikiran, kurang lebih ada lima hal yang bisa kita lakukan. Terkadang kita sering membuat kesalahan tanpa kita sadari, seperti halnya membicarakan orang lain (ghibah), nyinyir, dan masih banyak lagi. Jadi, tidak ada salahnya kita membersihkan hati dan pikiran secara rutin:

Banyak membaca dan mengkaji AlQur’an.

Di antara fungsi memahami dan mengkaji bacaan Al-Qur’an yaitu: membersihkan penyakit yang ada di dalam diri kita. Ada dua jenis penawar, pertama: penawar obat fisik, obat ini dikenal dengan sebutan dawa, penyakitnya da’un. Jadi, kalau kita berobat ke dokter dan diberikan resep lalu obatnya berbentuk tablet atau kapsul itu di dalam bahasa arab disebut dawa.

Kedua: obat jiwa, obat buat penyakit yang memang sudah tidak bisa ditangani lagi oleh dokter, jadi ini puncak segala penawar yang dinamakan dengan sifa’.

Qur’an itu salah satu fungsinya adalah menjadi sifa’ penawar penghilang penyakit-penyakit dalam jiwa sekaligus menyembuhkan penyakit fisik yang tidak bisa disembuhkan dengan dawa, apa dalilnya?

Dan kami jadikan di antara ayat-ayat Qur’an itu bila dipelajari, dipahami, diamalkan kandungannya itu bisa membersihkan jiwa, bisa menjadi penawar bagi penyakit-penyakit yang meresap ke dalam tubuh kita. Sekaligus menjadi rahmat kemudahan mengiringi aktivitas yang kita jalani. (QS Al-Isra [17]: 82)

Jadi bagi orangtua yang mempunyai anak laki-laki atau perempuan, jika ingin anak-anaknya cerdas dalam ilmu pendidikan, maka perhatikan bacaan Al-Qur’annya. Semua orang muslim yang pintar-pintar, pada masa-masa keemasannya, semua ulama’, semua cendekiawan, semua tabi’in yang akan mempelajari ilmu dunia, seperti IPA, IPS, matematika, semua mempelajari Al-Qur’an lebih dulu.

Ibnu Sina yang dikenal sebagai pakar kedokteran, di usianya yang muda yaitu 17 tahun beliau sudah menjadi dokter spesialis dan menjadi rujukan dokter-dokter lain pada masa itu. Ibnu Sina pada masanya yang berusia 7 tahun beliau sudah hafal Al-Qur’an. Semua ulama’ Islam itu mengajarkan anaknya supaya menghafal Al-Qur’an.

Apa di antara keunggulannya orang yang hafal Qur’an itu rata-rata ingatannya terbuka dan kecerdasannya meningkat, Ibnu Sina terkenal sebagai seseorang yang hampir sulit lupa, dan kalau lupa beliau tidak membuka buku melainkan pergi ke masjid dan melaksanakan shalat 2 rakaat maka beliau ingat kembali. Ada 3 amalan yang sifatnya sangat unik karena saling bertentangan. Saking uniknya amalan ini sampai-sampai pahalanya besar.

Pertama: ibadah yang dilakukan tidak menimbulkan rasa bosan tapi cepat mendatangkan kantuk yakni baca Qur’an.

Kedua: satu amalan yang dilakukan bersamaan yaitu  mengingat sesuatu yang lupa dan melupakan sesuatu yang diingat yakni shalat. Saat kita bertakbir seharusnya kita ingat ini rakaat keberapa, tapi bisa saja lupa, dan juga secara bersamaan kita ingat apa yang kita lupa. Buku hilang di mana, jadi ingat.

Ketiga: amalan ibadah yang semuanya bagus dan jika dilakukan akan merekatkan sesuatu yang renggang sekaligus merenggangkan sesuatu yang rekat yakni nikah. Nikah itu ibadah yang bisa merekatkan sesuatu yang renggang. Contoh: si A sama si B tidak saling kenal, setelah dinikahi, mereka menjadi saudara mahrom bil musohro. Saking dekatnya persaudaraan ini disebut mahrom.

Artinya anak yang tadinya belum bisa melihat aurat ibunya yang tidak pakai kerudung, sekarang bisa melihat rambut ibunya tanpa kerudung. Tapi saat yang bersamaan merenggangkan sesuatu yang rekat. 

Ada anak perempuan dikandung, dilahirkan berjuang hidup dan mati, diasuh nakal dan ibu menanggung malu, dibawa ke mesjid malah bermain-main. Setelah dewasa tumbuh cantik, belum sempat dipetik buahnya sudah dibawa orang lain yang baru dikenalnya. Dan bagi anak laki-laki perawatannya sama walaupun tidak begitu repot.

Ketika tumbuh dewasa, sudah bekerja mendapat gaji, belum sempat memberikan gaji kepada orangtuanya sudah diberikan kepada wanita yang baru dikenalnya. Karena itulah hati-hati! Tidak ada mantan ayah dan ibu dan kata Nabi “Celaka” celaka bagi orang yang masih hidup bersama orangtuanya yang sepuh tapi belum mampu memasukkannya ke surga-Nya.

Memperbanyak shalat Malam.

Memperbanyak shalat Malam (Tahajjud) bisa membersihkan jiwa dan pikiran kita. Dalilnya adalah surat Al-Muzzammil ayat ke 6. Sungguh shalat malam itu lebih cepat menyentuh jiwa kita, termasuk membersihkan hati dan pikiran kita.

Perbanyak berpuasa.

Di antara fungsi puasa itu memperbaiki perilaku yang tidak baik dan membersihkan penyakit jiwa yang buruk. Dalilnya sahih dari al-Bukhari, Setiap amal anak Adam itu untuknya kecuali puasa, maka dia untukku dan aku yang memberi pahala baginya. Lalu Nabi meneruskan kalimat tersebut, jika ada seseorang yang memprovokasi, mengajak berkelahi untuk mencaci dirinya, untuk berbuat tidak baik, katakan pada dirinya saya puasa. Jadi salah satu fungsi puasa adalah mencegah perbuatan yang tidak baik yang dilarang oleh Allah dan jauh dari jalan Allah.

Perbanyak istighfar dan bertakarub kepada Allah

Amalan tersebut dilakukan khususnya di ujung malam menjelang waktu fajar. Dalilnya surah Adh-Dhariyat surah ke 51 ayat ke 18.

Memilih teman yang baik.

Berkumpulah dengan orang-orang shalih, jika kita ilmunya bagus tapi kita berkumpul dengan orang yang jelek maka perilaku anak akan terpengaruh.

Buat kita semua, jika memiliki seorang anak, carikan sekolahan yang bisa memberikan pelajaran ahklak yang baik dan tempat yang baik, jangan sekedar pandai, pandai itu mudah, jadi carilah sekolah yang dapat memandaikan ahklak dan agama.

Oleh: Tim Trenlis.co.

Tinggalkan Balasan