Ini Lho 8 Cara Mudah Menemukan Jodohmu

Jodohmu dekat, dia ada dalam dirimu. Sebenarnya jodoh kita itu dekat, bahkan ada dalam diri kita. Tapi persoalannya adalah kita sendiri yang tidak (belum) menemukan keberanian untuk menemukannya.

Masih muncul berbagai ketakutan dalam diri, seperti takut jodohnya tidak sempurna sebagaimana seperti yang diinginkan, takut jodohnya terlalu sempurna, takut nanti pernikahannya tidak bahagia, takut salah memilih dan beragam ketakutan-ketakutan lainnya.

Jika boleh kami simpulkan, semua ketakutan itu berawal dari kegelisahan akan masa depan saat hidup bersama orang yang dinikahi. Jika benar serius ingin menikah, maka dibutuhkan keberanian untuk mendobrak berbagai ketakutan-ketakutan tersebut.

Tapi jangan sampai malah mimpi kita ingin menikah dibunuh oleh rasa takut. Jodoh itu misteri orangnya, pertemuannya juga, begitupun dengan kehidupan setelah pernikahan nanti. Semua rahasia, hanya Allah yang tahu, lalu untuk apa kita menyibukkan hati dan pikiran dengan berandai-andai.

So, mulai saat ini ubahlah ketakutan-ketakutan itu menjadi sebuah keberanian, ikhlas, dan pasrahkan segalanya pada Allah. Jika keberanian sudah muncul, niat sudah kuat, insyaallah akan ada jalannya.

Mau menikah sama siapa?

Siapa yang mau menikah dengan saya?

Jodohnya ketemu di mana?

Jodoh di tangan Allah, tapi kalau tidak diambil tetap akan di tangan Allah.

Di sinilah kita butuh ikhtiar, sebab ketika kamu memilih jalan pernikahan dengan cara yang Allah ridhai—khususnya tanpa pacaran—akan mengalami dilema sendiri. Bingung menemukan jodohnya yang mana?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut kami coba hadirkan beberpa jalan ikhtiar yang memang sudah teruji, artinya sudah banyak yang sukses mencobanya:

Minta dicarikan orangtua atau keluarga dekat

Emang masih zaman ya dijodohin? Ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Begini, Siti Nurbaya, kisah karangan sastrawan minang itu menceritakan seorang gadis yang terpaksa menikah dengan Datuk Meringgih.

Ia menikah bukan atas dasar paksaan orangtuanya, tapi sebagai bentuk pengorbanan seorang anak untuk ayahnya. Sebab jika Siti Nurbaya tidak mau menikah dengan Datuk Meringgih, maka ayah Siti Nurbaya akan ditahan karena tidak mampu melunasi hutang-hutangnya pada Sang Datuk.

Jadi, mulai saat ini berhentilah untuk mengaitkan setiap pernikahan oleh orangtua adalah paksaan sebagaimana kisah Siti Nurbaya. Tak ada yang keliru dengan pernikahan yang dijodohkan oleh orangtua, dan juga tidak ada yang salah ketika seorang anak minta dicarikan pendamping hidupnya oleh orangtua?

Toh malah ini suatu hal yang bagus dan patut dibudayakan. Banyak keuntungan perjodohan dilakukan oleh orangtua seperti tidak akan menemui kesulitan, insyaallah akan membahagiakan orangtua dan bebas sakit hati.

Minta dicarikan oleh guru ngaji

Bagi kita yang aktif dalam berbagai kegiatan pengajian, organisasi keislaman, komunitas Islam, mengikuti liqo’ atau halaqah biasanya akan ada fasilitas khusus dari guru ngajinya untuk mencarikan calon ta’aruf.

Caranya bisa dengan ada yang menyampaikan langsung pada guru ngaji kalau kita siap menikah dan minta dicarikan calon yang tepat.

Mendaftar nama teman semenjak kanak-kanak hingga saat ini

Cara ini bisa kita lakukan jika tidak mau minta dicarikan oleh orangtua, tidak ikut pengajian atau komunitas tertentu dan kesulitan menemukan calonnya. Lalu bagaimana caranya? Kami yakin, kamu punya banyak teman semenjak masa kanak-kanak hingga saat ini.

Ambil selembar kertas, lalu tulis daftar nama-nama teman mulai dari teman bermain semasa kecil, teman semasa SD, SMP, SMA, kuliah hingga bekerja. Lalu silakan seleksi satu per satu dan pilih mana yang terbaik dan paling sesuai dengan kriteriamu.

Setidaknya kamu bisa memilih 5-10 nama terbaik untuk selanjutnya diajak ta’aruf. Mulai yang terbaik menurut kamu. Jika gagal yang pertama, coba yang kedua, ketiga dan seterusnya.

Menemukan jodoh di sosial media

Menemukan jodoh melalui sosial media adalah hal yang sangat mungkin sekali di era digital seperti saat ini. Meskipun melalui sosial media kamu tidak bisa mengenali seseorang sepenuhnya, tapi setidaknya kita bisa mendapat gambaran pribadi seseorang melalui foto yang dipostingnya dan status yang diunggahnya, siapa teman-temannya, siapa yang paling sering berinteraksi dengannya. Lagi-lagi cara ini boleh dilakukan, tapi lakukanlah dengan benar dan niat lurus.

Langsung datangi temui orangtuanya

Cara ini cocok dilakukan oleh laki-laki yang mempunyai keberanian. Saat dia memiliki ketertarikan pada seorang wanita, maka dia akan mengutarakan niatnya untuk bertemu langsung dengan orangtua wanita tersebut. Didatanginya, disampaikan niatnya, dan langsung dilamar.

Minta dicarikan teman yang tepercaya dan shalih

Orang shalih dekat juga dengan orang shalih, maka memintalah tolong dicarikan jodoh oleh sahabat kamu yang shalih insyaallah salah satu alternatif terbaik. Orang shalih tentu akan memiliki teman yang shalih juga.

Minta didoakan oleh siapa pun

Saat proses menemukan jodoh sering-seringlah minta didoakan. Minta didoakan oleh orang tua, sahabat terdekat, ustaz, dan siapa pun itu. Selama orang itu baik dan ikhlas mintalah di doakan padanya, karena kita tidak pernah tahu dari lisan siapa yang akan menjadi asbab hadirnya keajaiban dari Allah Swt.

Memanfaatkan biro perjodohan dengan sistem syar’i

Jujur, kami sebenarnya tidak menganjurkan untuk mencari jodoh lewat biro jodoh ini. Terlebih biro jodoh yang ada jauh dari nilai-nilai syar’i. Memang foto-foto yang mendaftar layaknya barang dagangan yang bisa dilihat dan dipilih oleh siapa saja. Dan yang mengkhawatirkan lagi memberi kebebasan pada para anggota untuk saling berkenalan, bertemu, yang pada akhirnya tidak ada kejelasan hubungan di antara mereka apakah pacaran, hubungan tanpa status atau nikah?

Bahkan baru-baru ini kita mendengar kabar yang merilis salah seorang pengguna aplikasi kencan online sampai tewas dan berita-berita buruk akibat mencari jodoh lewat biro jodoh online yang jauh dari nilai-nilai Islami.

Bagi kamu yang masih ingin memanfaatkan biro jodoh online sebagai wadah untuk memukan jodoh, pastikanlah kalau sistem yang digunakannya benar-benar syar’i, jelas pengelolanya, dan yang paling penting menjaga hubungan antara laki-laki dan perempuan sebagaimana yang disyariatkan oleh Islam.

Apakah ada biro jodoh online yang syar’i? Coba saja cari sendiri ya, anggap sebagai bagian dari ikhtiar menemukan jodoh terbaikmu. Jangan mudah menyerah!

Oleh: Tim Trenlis.co

Referensi: Ariwibowo, Agus. 2017. Ta’aruf, Khitbah, Nikah, dan Malam Pertama. Genta Hidayah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan