Pada zaman yang serba canggih ini, semua pekerjaan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Gaya hidup dan pola bekerja berpindah-pindah tempat dari tempat satu ke tempat lainnya dianggap lebih berguna.

Cara bekerja yang lebih kekinian sudah tidak berpatok waktu, karena kerja pada zaman sekarang ini lebih banyak menggunakan smartphone dan bisa kapan pun, di mana pun, dan jam berapa pun.

Karena di kota juga banyak warung kopi yang buka 24 jam. Jadi memudahkan kita untuk bekerja online lewat smartphone dan nongkrong di café.

Oleh karena itu, anak zaman now tidak mengandalkan pekerjaan kantoran yang berpatok dengan jam dan aturan. Kita bisa mendirikan usaha sendiri atau menjadi freelancer yang hanya bermodalkan smartphone dan kuota data untuk internet (atau bahkan free wi-fi).

Dan dengan berjalannya waktu, ketika kita sudah memiliki banyak konsumen saat kita menjadi freelancer suatu bisnis.

Nah, di sini kita bisa membuka bisnis kita sendiri.

Coba kita sedikit kembali ke zaman old saat internet belum segencar sekarang. Semua orang kesusahan mencari pekerjaan karena harus berijazah dan harus ada perusahaan yang open loker. Jam kerja diatur, libur diatur, dan makan pun diatur.

Sekarang sangat lebih mudah. Misal kita membuka usaha baju, zaman dulu kita harus punya toko, beda halnya dengan zaman sekarang yang tinggal posting di facebook, instagram, dan WA. Dengan ini pembeli sudah bisa langsung melihat barang yang dijual, dan bisa langsung transaksi.

Jika zaman dulu setiap toko atau pengusaha marak dengan adanya kompetisi untuk menunjukkan bahwa toko miliknyalah yang terbaik, maka berbanding terbalik dengan masa sekarang. Pada masa sekarang sesama pengusaha malah sering melakukan kolaborasi, yang efeknya saling menguntungkan satu sama lain.

Nyatanya, walaupun kita tidak punya apa-apa, tapi kita bisa menjadi reseller suatu perusahaan. Kita tinggal ambil foto dan tawarkan. Kita bisa meraih penghasilan walau kita sibuk di rumah, kuliah, maupun lagi beraktivitas yang lainnya.

Banyak dari kalangan remaja zaman now yang menjadi pengusaha dadakan, lho kok bisa?

Nah, karena anak zaman now sangat kental dengan internet dan onlinnya, maka tidak jarang dari anak zaman now ini menjadikan aplikasi di smartphone sebagai gudangnya uang. Anak zaman now menjadikan youtube sebagai alat atau wadah tempatnya bekerja, tidak sedikit dari anak zaman now yang kaya mendadak karena main youtube.

Ups, bukan hanya nonton youtube ya. Tapi menjadi youtuber dengan penghasilan yang lumayan besar. Dia tidak punya kantor, dia tidak punya atasan, dia bebas kerja di mana saja, kapan saja. Hemm, enak ya?

Ya, dia hanya membuat video-video dan mempostingnya ke dalam youtube. Kerjaannya hanya ngevlog membuat video, bisa di taman, tempat pariwisata, saat makan, di perpustakaan dan lainnya. Memang anak zaman now yang sangat kreatif dan pintar memanfaatkan segala sesuatunya.

Seiring perkembangan media sosial yang canggih, menjadikan endorsement sebagai pekerjaan juga suatu hal yang sangat menguntungkan.

Jika biasanya yang menjadi endorsement seorang artis, kita juga bisa kok untuk menjadi endorsement seperti artis, tidak harus artis melulu, kan?

Asal instagram kita memiliki nilai plus dan banyak pengikutnya, oke-oke sajalah kita menjadikan endorsement sebagai pekerjaan kita. Jika kita hobi kuliner, buatlah instagram yang berisi tentang review kuliner. Jika kita hobi melukis, hasil lukisan kita bisa kita tuangkan ke dalam akun instagram yang sudah kita buat.

Toh, nantinya jika toko online shop melihat karya kita, kemungkinan besar dia bakal tertarik bekerja sama dengan kita. Dan tentunya kita memiliki waktu bekerja yang bebas, tempat yang bebas, bekerja sambil jalan-jalan juga tidak menjadi masalah—karena kita yang hidup pada zaman now hampir semua mengandalkan media sosial—untuk bekerja.

Oleh: Tim Trenlis.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: