Ini Lho Pentingnya Jomblo Belajar Ilmu Pernikahan

Jangan main-main, pernikahan butuh kesiapan yang matang lho.

Utamanya kesiapan adanya calon, modal menikah, atau ilmu pernikahan. Syarat pertama dan kedua tidak perlu khawatir, karena jodoh dan rezeki sudah diatur oleh Allah Swt.

Tidak perlu sibuk “mencari” sampai akhirnya lupa untuk “menjadi”.

Kadang kita terlalu sibuk untuk mencari seseorang yang baik sampai lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Padahal laki-laki yang baik akan bersanding dengan perempuan yang baik, begitu juga sebaliknya. Kelak jodoh akan datang tepat pada waktunya.

Kebanyakan orang berpikir menikah itu membutuhkan modal yang banyak. Sebenarnya kita sendiri yang memperbanyak. Nikah itu tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam.

Menikah itu tidak membutuhkan biaya yang mahal, tapi sewa gedung, pesan katering, undangan, dan gaun yang membuat pernikahan menjadi mahal.

Menikah juga tidak perlu menunggu kaya, karena tujuan menikah bukan untuk mengumpulkan harta. Kehidupan dan rezeki kita sudah dijamin oleh Allah Swt, namun bagaimana sebagai manusia, kita bertanggung jawab untuk berusaha dan berikhtiar menjemputnya.

Jangan berpikiran, kekayaan itu syarat pertama sebelum menikah. Tidak.

Padahal syarat penting sebelum pernikahan adalah seseorang memahami ilmu pernikahan. Hal yang sudah membudaya dalam masyarakat kita saat orang akan menikah yaitu dilihat apakah sudah mapan dan apakah sudah bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anak dan istrinya.

Banyak manusia yang takut miskin, padahal dia yang lupa bahwa penciptanya adalah Maha Kaya.

Ilmu pernikahan itu tidak hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang akan atau sudah menikah. Namun juga untuk orang-orang yang masih jomblo dan yang belum ada rencana menikah sekalipun.

Karena di dalamnya tidak hanya membahas tentang bagaimana menjalani rumah tangga, namun juga menjelaskan apa saja yang harus kita persiapkan sebelum menikah.

Bagaimana kita harus memilih calon pasangan kita kelak, bagaimana cara mendapatkan laki-laki/wanita yang baik.

Menikah itu bukan hanya tentang saling mencintai, memberi nafkah, dan membesarkan anak. Jauh dibalik itu semua ada proses untuk saling memahami dan menyatukan dua karakter berbeda dalam satu atap.

Sungguh naif jika rumah tangga hanya digambarkan sisi bahagianya. Di balik itu semua ada banyak masalah rumit yang akan menguji diri masing-masing pasangan.

Ada banyak hal-hal baru yang tidak terduga masuk dalam rumah tangga. Dan di situlah keteguhan dan kesetian hati diuji. Orang-orang yang mengerti ilmu pernikahan akan menjalaninya dengan bijak dan lebih ringan.

Rumah tangga itu tidak hanya membutuhkan rasa cinta antara keduanya.

Siapa yang akan menjamin kita akan mencintai pasangannya sampai bertahun-tahun. Esok, lusa, seminggu, atau sebulan kemudian bisa jadi satu sama lain dilanda kebosanan. Perasaan manusia itu lebih cepat berbolak-balik tanpa pernah bisa dipastikan.

Lantas kenapa banyak orang bisa bertahun-tahun terlihat tenteram dengan anak cucunya. Karena dia mempunyai ilmu untuk menjalani sebuah pernikahan. Bahwa pernikahan bukan tentang siapa yang benar dan menang, namun siapa yang belajar mengalah agar tidak terjadi perdebatan panjang.

Saat menikah kita akan dipaksa untuk mengeluarkan sifat-sifat buruk yang dulunya tersimpan rapi hanya diri kita sendiri yang tahu. Sampai habis dan tak ada lagi yang perlu disembunyikan antara keduanya. Di situlah kita belajar untuk saling menerima dan memaklumi.

Ilmu pernikahan mengatur dari bagaimana kita belajar untuk menjadi orang yang patut untuk menjadi pilihan, memilih seseorang yang tepat untuk dijadikan pendamping, tata cara ta’aruf dan khitbah, sampai hal-hal detail dalam pernikahan. Islam begitu indah mengatur di dalamnya. Semua itu untuk kebaikan para pemeluknya.

Sebenarnya pentingnya belajar pernikahan itu apa saja, sih?

Kan yang penting nikah, saling sayang, saling pengertian, uang bulanan lancar, ya sudah. Tidak. Tidak semudah itu. Shalat yang ibadah dilakukan dalam waktu hitungan menit saja diatur sedemikian rupa.

Dimulai dari cara niat sampai salam semua tercatat rapi dalam rukunnya. Begitu juga dengan ilmu pernikahan, ibadah yang paling lama ini pasti begitu banyak hal yang harus kita dalami di dalamnya.

Bagaimana kalau ternyata kita salah pilih seseorang untuk menjadi suami/istri karena kita tidak tahu apa saja kriteria suami/istri yang sudah diatur dalam Islam.

Bagaimana kalau kita tidak tahu apakah orangtua kita sudah memenuhi syarat sebagai wali atau tidak, yang nantinya ketidaktahuan ini mengakibatkan zina seumur hidup tanpa ada yang tahu.

Bagaimana kalau nanti kita sering mengumbar aib istri/suami di media sosial, padahal hal itu dilarang. Bagaimana kalau kita sering mengatakan talak, padahal berkata saja bisa masuk dalam kategori bercerai. Hal-hal yang terlihat kecil itulah akan berdampak besar pada kehidupan kita kelak.

Meskipun masih jomblo, justru banyaknya waktu luang di saat sendiri ini harus dimanfaatkan untuk banyak belajar.

Memperbanyak ilmu pernikahan juga membuat kita sadar bahwa kelak kita akan berbagi hari dengan seseorang dalam hitungan waktu yang tidak sebentar sampai kita menua. Bahwa pernikahan juga bukan sebuah permainan, bisa mengatakan putus nyambung seperti pacaran. Pernikahan terlalu istimewa jika disamakan dengan pacaran.

Kita memilih seseorang yang baik agar kelak bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan sebaik-baiknya dan berakhir dengan penuh kebaikan pula.

Sebelum kita terjerumus pada kesalahan nantinya dan selagi Allah Swt masih memberi kesempatan untuk belajar, maka sibukkanlah diri kita untuk belajar “menjadi” agar tidak hanya sibuk “mencari”.

Dan yang perlu dicatat, belajar ilmu pernikahan bukan berarti sudah kebelet nikah lho. Kita tak perlu malu untuk mempelajarinya, tapi malulah jika kelak kita tak bisa menjadikan rumah tangga sebagai surga keluarga kecil kita.

Setuju?

Oleh: Anik Cahyanik.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan