Ini yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Wawancara Kerja

Bagi fresh graduate, mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan sesegera mungkin adalah tujuan. Menjadi pengengguran terlalu lama rasanya melelahkan. Tapi, sebelum mendapatkan pekerjaan tentu ada perjuangan yang harus dilewati. Mulai dari mengirim lamaran hingga yang paling sering membuat grogi yaitu, wawancara.

Seringkali, tahap wawancara menjadi penentu apakah seseorang layak diterima di perusahaan yang dilamar atau tidak. Karena pentingnya tahap ini, kamu yang sedang mencari pekerjaan bisa menyiapkan diri dengan beberapa cara ini:

Jangan Lupa Kepoin Informasi Perusahaan.

Untuk melihat keseriusanmu dalam melamar, perusahaan sering menguji pengetahuanmu tentang informasi penting yang berhubungan dengan profil perusahaan. Kamu bisa melakukan riset kecil melalui internet, catat poin-poin yang perlu kamu cari terlebih dahulu agar tidak ada yang terlewat.

Kamu juga bisa membuat pertanyaan atau melihat informasi singkat di iklan lowongan pekerjaan, biasanya perusahaan menyertakan profil singkatnya. Pastikan kamu mengetahui bergerak di bidang apakah perusahaan tersebut, berapa cabang yang dipunyai atau informasi lain yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berdiri dan berkembang dengan baik. Kamu boleh juga mencari tahu perusahaan lain yang sejenis, ini bertujuan untuk mencari kelebihan perusahaan yang kamu lamar. Kalau sudah begini, yakin deh, pewawancara akan melihat bahwa kamu serius ingin bekerja di sana.

Kepo Juga Tentang Posisi yang Kamu Lamar.

Selain wajib tahu tentang informasi dasar dari perusahaan, kamu juga perlu tahu tentang posisi yang kamu lamar. Jangan sampai kamu buta tentang gambaran pekerjaan kamu nanti! Kamu juga bisa mendapatkan informasi ini di internet. Cari tahu seperti apakah kriteria yang cocok untuk posisi tersebut, skill apa saja yang dibutuhkan dan juga posisi ini akan banyak berhubungan dengan siapa juga proses apa saja.

Nah, dari situ kamu akan tahu mana saja sifatmu yang cocok hingga kamu bisa menonjolkan diri sesuai dengan karakter yang dibutuhkan. Kamu juga bisa mengetahui tantangan-tantangan apa saja yang mungkin kamu dapat jika diterima pada posisi tersebut. Jadi, saat kamu mendapatkan pertanyaan berbentuk studi kasus untuk memecahkan sebuah masalah, kamu tentu lebih mudah membuat jawaban.

Buat Daftar Pertanyaan.

Ada beberapa tujuan dari wawancara, bisa untuk menggali wawasanmu dan bisa juga bertujuan untuk melihat bagaimana kepribadian kamu. Nantinya, hasil wawancara tentu dicocokan dengan curriculum vitae serta hasil test lain yang dilakukan. Apakah hasilnya menunjukkan kecenderungan yang sama ataukah tidak. Karena proses wawancara hanya berlangsung dalam waktu yang tidak lama, tentu ada kemungkinan bahwa proses itu tidak mewakili kepribadianmu secara utuh.

Terlebih tidak semua orang lancar jika diminta berbicara, belum tentu juga orang-orang yang pandai dan pekerja keras punya kemampuan merangkai kata yang baik. Untuk menyiasati hal ini, kamu bisa buat daftar pertanyaan wawancara dan siapkan jawabannya juga. Daftar tersebut membantumu mengarahkan informasi yang akan kamu bagi dengan si pewawancara. Meskipun mungkin tidak akan persis sama, ini bisa membuatmu lancar menjawab pertanyaan, lho.

Latihan? Boleh Juga!

Setelah membuat daftar pertanyaan, boleh juga latihan. Mintalah bantuan dari keluarga atau teman untuk mewawancaraimu. Latihan membantumu mengingat inti dari jawaban yang sudah kamu tulis. Selain itu, teman atau keluargamu bisa membantu memberi masukan. Bisa juga meminta saran dan nasihat kepada mereka, mereka tentu punya pengalaman yang bisa untuk dibagi.

Kamu juga bisa tahu beberapa hal yang perlu diperhatikan, semisal etika saat wawancara. Ini sangat penting karena attitude karyawan juga sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Tapi ingat, jangan terpaku dengan daftar pertanyaan dan latihan. Ini hanya bertujuan untuk membuatmu nyaman berbicara dan tidak kaku saat berinteraksi nanti.

Jangan Gunakan Pakaian yang Mencolok.

Urusan pakaian mungkin agak sulit, mengingat bahwa ini berhubungan dengan selera kita. Tapi, perlu diketahui bahwa kita juga harus sedikit menurunkan ego untuk tampil dengan pakaian mencolok. Saat wawancara, yang harus mencolok adalah kepribadianmu sedangkan pakaian adalah pendukung yang musti diperhatikan juga.

Jangan sampai warna pakaianmu terlalu menganggu, ya. Mungkin kamu menyukai warna mentereng dengan pernak-pernik penuh di lengan, tapi itu amat menganggu. Bisa jadi, orang yang berinteraksi denganmu jadi lebih fokus ke pernak-pernik dan kehilangan konsentrasi. Nah, bisa-bisa apa yang kamu sampaikan tidak diingat oleh orang lain karena sudah terlanjur mengingat bajumu yang terlalu ramai dan mencolok.

Kalau sudah lakukan semua tips di atas tadi, jangan lupa melangkah dengan doa dan restu orangtua, ya. Itu adalah persiapan paling paripurna untuk ketenangan jiwa. Good luck, guys!

Oleh: Hapsari TM.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan