Inilah 10 Rahasia Menjadi Pribadi yang Kharismatik

Menjadi pribadi yang banyak disukai orang lain tentu merupakan impian setiap orang. Apalagi terlihat kharismatik di hadapan orang lain.

Tak sedikit orang yang hidup penuh dengan kepura-puraan hanya agar disukai banyak orang. Itu menunjukkan bahwa penghargaan dan sikap orang lain menjadi sesuatu yang sangat penting bagi diri kita.

Sebab kesuksesan dan kemudahan kita hidup di dunia juga salah satunya ditentukan dari bagaimana pandangan orang lain terhadap kita.

Dalam hal ini, Karim Syadzali dalam bukunya yang berjudul  Agar Selalu Tampil Menarik dan Kharismatik memaparkan setidaknya 38 rahasia kepribadian kharismatik.

Namun dalam hal ini, penulis hanya mengambil 10 poin penting dan menarik dari rahasia kepribadian kharismatik.

Buat kamu yang ingin disukai banyak orang, disegani serta senantiasa mendapatkan perhatian, berikut ini rahasia kepribadian kharismatik ala Karim Syadzali yang bisa kamu terapkan:

Jadilah diri sendiri dan bangun kepercayaan diri

Tidak ada kepribadian yang paling dihargai selain pribadi yang tulus dan apa adanya. Tidak berpura-pura dan tampil sesuai dengan diri kita sendiri.

Mudah sekali membedakan antara pribadi yang menjadi diri sendiri dengan pribadi yang penuh kepura-puraan. Menjadi diri sendiri cenderung apa adanya. Sedangkan pribadi yang penuh kepura-puraan cenderung ada maunya.

Selain menjadi diri sendiri, kepercayaan diri juga sangat penting. So, menjadi diri sendiri dan percaya diri merupakan dua hal yang tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan sosial.

Hiasi diri dengan akhlak mulia

Bila pribadi kita ibarat sebuah tubuh, maka perhiasan yang paling mulia adalah akhlak mulia. Akhlak yang meneladani Rasulullah Saw.

Apalagi, salah satu misi diurusnya Rasulullah Saw ke dunia ialah untuk menyempurnakan akhlak. Sebagai manusia, kita memiliki kewajiban menghias diri dengan akhlak mulia, khususnya kepada sesama manusia.

Senyum, salam, sapa

Tiga kata sederhana tapi mampu membuat perubahan besar dalam hidup kita. Senyum ketika bertemu dengan orang yang dikenal.

Ucapkan salam ketika bertemu kawan, bertamu atau hadir dalam sebuah majelis. Serta jangan lupa menyapa. Sapa lah setiap orang yang kita kenal. Sehingga membuat orang lain merasa berharga di mata kita.

Posisikan orang lain secara proporsional

Dalam bersosial, posisikan orang lain sesuai dengan tempatnya. Orang tua sebagai orang tua. Teman sebagai teman. Pasangan sebagai pasangan. Dan kenalan cukup sebagai kenalan. Dengan begitu, hidup kita akan tampak wajar dan tidak berlebihan.

Bangun sikap lapang dada

Sebagai manusia, kita tidak pernah lepas dari salah dan lupa. Sebaik apa pun kita, tidak semua orang menyukai kita. Itu sudah fitrah kehidupan.

Oleh karena itu, bangun sikap lapang dada untuk melindungi diri kita. Melindungi dari rasa selalu benar sendiri. Melindungi diri dari rasa kecewa karena ketidaksukaan orang lain kepada kita.

Hargai setiap orang

Salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan banyak orang dewasa ini ialah, menghargai orang lain dengan kadar yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut kadang cenderung dipengaruhi oleh materi, jabatan, dan ‘siapa dia’ di mata orang-orang.

Kalau orang tidak punya, kita cenderung cuek. Kalau orang kaya, kita cenderung mengagung-agungkan. Padahal setiap orang ingin diperlakukan sama.

Jangan lupa berterima kasih

Ketika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain dalam bentuk apa pun, jangan lupa berterimakasih. Sekecil apa pun pemberian orang tersebut kepada kita.

Dengan berterima kasih, kita telah mengingat kasih sayang Allah lewat bantuan orang tersebut. Dengan berterima kasih, kita menghargai pemberian atau pertolongan orang tersebut. Sehingga bila suatu saat butuh kembali, dia tidak segan untuk membantu.

Ciptakan ciri khas kamu sendiri

Meski bukan sesuatu yang utama, ciri khas itu penting. Rasulullah Saw juga sering memberi julukan kepada sahabatnya berdasarkan ciri khas mereka.

Contohnya, Umar Bin Khattab dijuluki singa Allah karena keberaniannya. Ali Bin Abi Thalib dijuluki pintu ilmu karena kecerdasannya.

Abu Bakar dijuluki As-Shiddiq karena kejujurannya. Jadi ciri khas itu penting agar orang lebih mudah mengingat kita. Lalu, apa ciri khas kamu?

Jangan mudah melupakan nama

Lupa pada nama orang yang baru dikenal ini salah satu penyakit akut pribadi penulis. Sebenarnya bukan ingin melupakan. Tapi memang dasar saya orangnya pelupa. Lebih mudah mengingat wajah daripada nama.

Itu bukanlah kebiasaan yang baik dalam kehidupan sosial. Karena ketika orang lain ingat kepada kita, tapi kita justru lupa pada orang tersebut, ia akan merasa tidak dihargai.

Keberadaannya seakan tidak penting. Dan kita secara tidak langsung telah mengecewakan orang tersebut.

Jaga sopan santun bertamu dan menelepon

Sebagai tamu, kita memang raja. Tetapi bukan berarti kita bisa seenaknya. Kita tetap harus menjaga sopan santun dalam bertamu sebagaimana diajarkan Rasulullah Saw.

Ucapkan salam. Jangan masuk bila belum atau tidak ada jawaban. Dan bertamu tidak lebih dari 3 hari 3 malam.

Begitu  pula ketika menelepon. Berbicara di telepon tidak ada bedanya dengan berbicara di dunia nyata. Tidak perlu berteriak-teriak. Awali dan akhiri dengan salam.

Gunakan telepon seperlunya saja. Khawatir orang yang sedang ditelepon sedang ada pekerjaan.

Nah, itulah beberapa rahasia kepribadian kharismatik menurut Karim Syadzali. Semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan bersosial.

Oleh: Gafur Abdullah

Referensi: Syadzali, Karim. 2013. Agar Selalu Tampil Menarik dan Kharismatik. Azhar Risalah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan