Ilustrasi dari Popbela

Inilah 12 Cara Mengatur Keuangan Pasangan Muda

Proses memasuki jenjang pernikahan merupakan perjuangan yang tidak mudah dan sangat monumental. Bagaimana tidak? Setelah lama kalian menjalin hubungan, akhirnya kalian berkomitmen untuk menuju ke jenjang pernikahan dan menjadi suami istri. Selamat bagi kalian yang telah mengikat janji suci pernikahan ya.

Ketahuilah, dalam membina rumah tangga yang baru saja terjalin, salah satu hal penting yang harus diketahui dan benar-benar dijaga yaitu mengatur keuangan keluarga. Nah, ini tugas penting dari seorang istri tapi juga harus dipahami seorang suami. Lantas, apa saja dan bagaimana cara mengaturnya?

Tulis impian yang ingin kalian raih bersama.

Segeralah mendiskusikan keinginan yang akan kalian miliki nanti. Ketika kalian ingin merintis usaha kecil-kecilan di rumah, warung kelontong misalnya. Tapi mungkin saja pasangan tidak setuju atas keputusan itu dan menginginkan uang tersebut digunakan untuk keperluan lainnya.

Di sinilah kalian harus saling menjelaskan tentang keinginan dan memberi alasan yang logis kenapa keinginan itu harus dilaksanakan? Satu sama lain berperan dalam hal ini, jangan sampai ke depannya malah menjadi beban kepada usaha yang akan dirintis. Rencanakan tujuan-tujuan kalian dalam jangka pendek maupun panjang ke depannya untuk usaha yang akan kalian wujudkan.

Tentukan anggaran belanja.

Menyangkut anggaran belanja, kalian harus teliti dalam membelanjakan uang tersebut. Utamakan belanja yang pokok atau yang benar-benar dibutuhkan, agar uang menyukupi kebutuhan lainnya. Bahkan, sebaiknya untuk jangka yang panjang, kalian fokus menabung untuk modal ke depannya, supaya bila suatu saat membutuhkan dana, kalian tidak bingung.

Kenali pola pengeluaran belanja.

Setelah kalian sudah berusaha untuk teliti dalam membelanjakan uang, kenali kembali pola pengeluaran uang belanja: apakah sudah benar-benar dibelanjakan apa yang kalian butuhkan? Catat dan evaluasi pengeluaran sebelumnya dan cek dengan kebutuhan yang sudah terlaksana.

Rencanakan tabungan masa tua.

Masukan tabungan masa tua dalam rencana kalian dengan menyisihkan sekian persen dari pendapatan kalian. Ini juga bisa kalian lakukan dengan menabung di bank atau melakukan investasi. Jadi, ketika kalian sudah tidak bekerja atau sudah pensiun, maka kalian masih memiliki dana dari tabungan dan hasil dari investasi saat masih muda.

Minimalkan utang.

Ini yang benar-benar harus diperhatikan oleh pasangan yang baru berkeluarga, jangan biasakan berhutang kepada tetangga atau siapa pun. Entah nominalnya kecil maupun besar. Hidup lebih hemat lebih baik dari pada kelihatan mewah, tapi hasil hutang, karena takutnya jadi kebiasaan. Usahakan jangan pernah berhutang, nikmati kesederhanaan ekonomi kalian agar terbebas dari hutang dan niatan hutang.

Bersikap jujur kepada pasangan.

Bersikap jujur meskipun terkadang itu pahit, tapi kejujuran selalu lebih baik dari pada berbohong. Ketika kalian berbohong, mungkin untuk sementara kalian merasa nyaman atas kebohongan tersebut, tapi lama-kelamaan kalian akan gelisah dan kepikiran atas apa yang sudah kalian lakukan.

Ketika kalian jujur memang pahit, tapi itu diawalnya saja. Setelah itu kalian akan lega, apalagi berhubungan dengan masalah keuangan keluarga. Kalian diwajibkan untuk jujur kepada pasangan. Kalau perlu setiap pengeluaran, kalian minta nota dan serahkan kepada pasangan. Walau terlihat agak lebay, tapi itu salah satu bukti kejujuran kalian kepada pasangan.

Bekerjalah sebagai tim.

Bekerja sebagai tim selain meringankan pekerjaan, juga membantu mengatasi masalah yang terjadi kepada keluarga kalian. Termasuk dalam perjuangan mengelola keuangan untuk berhemat dan lebih baik lagi. Jangan sampai dari salah satu dari kalian bersikap egois. Misalnya pasangan sedang ingin menghemat uang untuk keperluan yang penting, di sini kalian juga harus mengimbangi keputusan pasangan, jangan kalian malah bertingkah egois dengan berbelanja sesuka hati.

Komunikasi dan keterbukaan.

Hal ini juga perlu dilakukan bagi kalian yang baru menikah. Jika ingin berhasil membangun keuangan keluarga dengan baik, maka tidak ada salahnya jika kalian saling terbuka satu sama lain. Hal ini sangatlah penting, misalnya tentang kesepakatan bersama saat hendak membeli barang dengan harga tinggi, atau ada anggota keluarga yang sedang membutuhkan dana dan ingin meminjam uang kepada kalian. Ketika ada pilihan seperti itu, cobalah berdiskusi.

Satu wadah satu rekening.

Hal ini juga bisa dijadikan sebagai cara untuk mengatur keuangan keluarga, yakni dengan menggunakan sistem satu pintu dalam keluarga akan mempermudah arus keuangan entah masuk dan keluarnya uang (cashflow). Karena hanya ada satu orang yang memegang uang. Dengan adanya sistem satu pintu dapat membantu saat membuat perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.

Hindari kartu kredit.

Dengan adanya fasilitas kartu kredit ini, seakan-akan pemiliknya bisa mengeluarkan uang dari tabungannya kapan saja yang dia mau. Hindari kartu kredit ini agar keuangan kalian lebih terkontrol. Sebab kartu kredit ini rawan digunakan untuk tujuan konsumtif saja. Kalian pun bisa menghemat (tidak boros belanja) dan memanajemen keuangan keluarga dengan cara menghindari kartu kredit ini.

Laporan keuangan.

Dengan adanya laporan (catatan) keuangan keluarga ini dapat mempermudah mengontrol pengeluaran belanja ataupun yang lainnya. Kalian bisa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran per harinya (uang kas). Memang agak merepotkan, namun dengan adanya catatan pengeluaran dan pemasukan ini, kalian bisa mengevaluasi alur uang dan akan semakin bijak dalam menggunakan uang.

Gunakan asuransi jiwa.

Sebagai pasangan yang baru saja menikah, mengikuti program asuransi merupakan bagian keuangan yang tak kalah penting. Bukan di masalah uangnya, tapi lebih cenderung pada menjamin kondisi keuangan pada masa depan kalian. Seperti sekarang sudah ada BPJS. Pastikan kalian memiliki asuransi jiwa yang cukup untuk saling melindungi kalian berdua. Hal semacam ini sudah mutlak dilakukan apabila kalian sudah memiliki tanggungan seperti anak ataupun orang tua.

Oleh: Tim Trenlis.co.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan