Inilah 12 Dampak Buruk Smartphone Bagi Orang-Orang Zaman Now

Dalam sehari, berapa lamakah kita memainkan smartphone? Smartphone memang sudah mengubah kebiasaan kita—orang-orang zaman now. Kita pun lebih aktif bermain smartphone, eksis berselancar di jejaring sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Whatsapp.

Kita menghabiskan hari untuk memandangi smartphone. Bahkan di tempat makan, transportasi dan pinggiran jalan, kita tidak memedulikan sekitar, kita hanya fokus kepada smartphon. 

Nah, di bawah ini ada 12 dampak yang tidak baik yang timbul karena keseringan memainkan smartphone. Apa saja? Cek ya …

Rasa cemas yang berlebihan

Dengan adanya smartphone memang membuat kita selalu tahu akan update berita terbaru dari lingkungan kita melalui sosial media. Begitu pula kita yang ingin menyebarkan “curhatan” di akun pribadi menimbulkan ketergantungan dan rasa cemas yang lebih ketika “curhatan” yang diupdate tidak mendapatkan respon dari teman terdekat.

Meningkatnya depresi si anak

Penggunaan teknologi yang berlebihan bagi anak-anak zaman sekarang atau dengan sebutan lain kids zaman now secara berlebihan dapat berpotensi meningkatkan level depresi dan anak sulit berpikir karena gangguan pada sistem kerja otaknya, yang terpikir hanyalah smartphonenya saja.

Prestasi menurun

Keterampilan seseorang sangatlah penting. Namun dengan adanya gangguan dari smartphone yang berlebihan dapat menurunkan tingkat prestasi sang anak. Selain menurunkan prestasinya, sang anak pun lebih suka menyendiri dibandingkan bersosialisasi kepada tetangga sekitar, karena anak zaman sekarang lebih memilih di rumah dengan smartphonenya.

Menjadi pribadi yang malas

Kurangnya konsentrasi menjadikan mereka malas. Hal ini terjadi karena mereka tidak mampu menerima informasi dengan baik sehingga ketika ada tugas sekolah, mereka tidak dapat mengerjakannya. Ketika diberi tugas rumah pun mereka tidak mengerjakannya malah memainkan smartphone kesayangannya.

Suka bolos sekolah

Dampak negatif lainnya yaitu anak menjadi malas sekolah dan tidak mau berangkat ketika disuruh sekolah. Mereka tidak mau karena malas untuk mendengarkan arahan guru, apalagi nanti kalau salah masih dapat hukuman. Nah, lalu ketika ditanya temannya ngapain saja di rumah selama tidak masuk sekolah? Si anak menjawab dengan lantang, saya “bermain smartphone”.

Susah memegang alat tulis

Terlalu lama di depan layar smartphone bisa membuat anak zaman now kesusahan megang pensil atau pulpen. Dilansir dari The Guardian, menurut Sally Payne, selaku kepala ahli terapi okulasi pediatrik di Heart of England Foundation NHS Trust, anak-anak yang datang ke sekolah tidak lagi memiliki kekuatan dan ketangkasan tangan seperti 10 tahun yang lalu.

Berkurangnya rasa malu

Yakin masih punya malu? Di zaman sekarang hanya sedikit yang  mempunyai rasa malu, dikarenakan anak zaman now sudah kencanduan teknologi smartphone. Coba saja lihat tingkah mereka yang sudah terkontaminasi oleh gaya hidup orang dewasa di luar sana dan cara dandanannya pun juga sudah pada meniru orang-orang dewasa yang dikaguminya.

Kita semua bisa melihat di sosial media, anak zaman now selalu update video-video atau foto narsisnya di akunnya dan juga live video di mana saja yang di update di akun pribadinya.

Hilangnya sopan santun

Ketika kita berbicara mengenai sopan santun, maka setiap orang tua pasti mengajarkan sopan santun kepada setiap anaknya. Di sekolah pun sang guru juga mengajarkan sopan santun kepada muridnya. Di zaman old sebelum adanya smartphone, jarang ditemukan seorang anak yang berani membantah omongan orang tuanya, beda dengan di zaman now ini.

Di zaman now ini semua anak pada berani sama orang tua dan guru di sekolah. Banyak anak zaman now yang melakukan seperti itu, mungkin yang dipikirkannya kalau “aku” kaya gitu sudah hebat.

Menjadi pribadi yang suka menyendiri

Anak zaman now lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain smartphone dibandingkan bermain dengan teman sebayanya. Anak kids zaman now pun sangat jarang srawung kepada lingkungan tempat tinggalnya, dia lebih banyak mengurung diri karena asik dengan segala aplikasi dan permainan yang ada di dalam smartphone-nya.

Terkena obesitas

Adanya revolusi di bidang teknolodi, khususnya pada smartphone, menyebabkan kurangnya aktivitas fisik sehingga dapat menimbulkan penyakit obesitas. Ahli bedah ortopedi di UK, menyebutkan bahwa “tidak aktifnya seseorang akan seringnya bermain smartphone, dapat menyebabkan obesitas dan berisiko terkena penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).”

Timbulnya insomnia

Lebih dari 60% yang berusia 18 tahun hingga 35 tahun saking sayangnya sama smartphonenya, mereka sampai membawa teknologi smartphone hingga ke tempat tidur. Walaupun kita mencoba untuk memainkan smartphone dengan pengaturan ke “night mode” sekalipun, tentu saja paparan sinar dari layar smartphone dapat menekan melatonin sehingga menyebabkan masalah tidur.

Penelitian lainnya pun berkata bahwa “stimulus intelektual pada seseorang di malam hari ketika terlalu lama memandangi layar smartphone akan menyebabkan tubuh sulit untuk rileks.

Berubahnya tingkah laku

Semakin berkembangnya zaman, semakin gila saja tingkah laku anak zaman now. Anak zaman now selalu membuat sensasi di dalam sosial media dan dunia nyata, yang akan membuat orang yang melihatnya menggelengkang kepala.

Cara berpakaian sudah tidak punya sopan santun, tutur kata juga tidak punya sopan santun, tingkahlaku seenaknya sendiri, emosi labil, tidak takut terhadap orang tua. Inilah dampak yang ditimbulkan karena terlalu lama memakai smartphone dan menggunakannya dengan berlebihan.

Semoga generasi bisa berubah lebih baik, meski melek teknologi tapi tetap taat kepada orang tua dan tetap menjaga sopan santun terhadap sesama, dan mampu membedakan kehidupan maya dengan kehidupan nyata. Semoga bermanfaat.

Oleh: Tim Trenlis, dari berbagai sumber.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan