Inilah 18 Cara Mengusir Setan yang Gentayangan di Hatimu

Sebagai musuh yang nyata, iblis dan setan tidak pernah berhenti menghantui manusia dengan berbagai cara.

Bila manusia beristirahat dari bekerja di malam hari, setan tidak kenal istirahat. Saat manusia beristirahat, setan bergerilya untuk membuat manusia lalai dalam lelapnya. Sehingga lalai dari kewajiban kepada Allah sebagai hamba. Saat terjaga, setan juga semakin gencar menggoda manusia agar terjerumus dalam lubang dosa.

Namun ini tidak berlaku bagi manusia yang menyadari bahwa setan adalah musuh yang nyata. Bila kita senantiasa waspada akan godaan setan, ia tidak akan berhasil menjerumuskan kita.

Dalam buku yang berjudul ‘Dari Mana Masuknya Setan’, Abdul Hamid Al-Bilali memberikan beberapa kiat agar kita terhindari dari godaan setan:

Isti’adhah (Memohon Perlindungan Kepada Allah)

Memohon perlindungan kepada Allah agar dilindungi dari godaan setan merupakan cara yang paling gampang dan sederhana.

Cara ini bisa kita lakukan dengan membaca ta’awudz; ‘a’udzubillahi minas syaithonirrojiim’.

Di setiap hendak melakukan sesuatu, ikuti membaca lafadz ta’awudz. Dengan harapan, semoga Allah melindungi kita dari segala bentuk kejahatan setan.

Mu’awwadzatain (Membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas)

Kita membaca dua surat terakhir dalam Al-Qur’an; surat Al-Falaq dan An-Nas. Membaca kedua surat tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan kita kepada Allah dan menjauhkan diri dari setan.

Membaca  Ayat Kursi

Dengan membaca Ayat Kursi, kita memohon perlindungan kepada Allah agar dilindungi dari bujuk rayu setan. Sekaligus sebagai bentuk pernyataan permusuhan kita dengan setan.

Menjaga Penglihatan

Kenikmatan indera kita merupakan jalan setan untuk melalaikan manusia. Asal mula semua kemaksiatan yang dilakukan indera kita, dimulai dari indera penglihatan.

Karena melihat, seseorang ingin mendengar. Lalu berpikir, dilanjutkan dengan berkata dan bertindak. Oleh karena itu, cara untuk menjaga diri dari godaan setan ialah dengan menjaga pandangan.

Puasa

Nafsu dalam diri juga sering menjadi senjata ampuh bagi setan untuk menggiring manusia ke neraka. Nah, salah satu cara untuk mengendalikan nafsu ialah dengan tidak memanjakannya melalui puasa.

Menikah

Maksiat indera juga bisa dikendalikan dengan mengikatnya melalui syariat Allah Swt. Salah satunya ialah dengan menikah. Perkara yang indah dan nikmat, namun dibingkai dalam kehalalan.

Mempererat Hubungan Keluarga

Kita ketahui bahwa setan senantiasa mengajak manusia pada pertikaian. Karena dengan begitu, manusia akan saling iri, dengki bahkan bermusuhan.

Semua itu bahkan bisa terjadi dalam hubungan keluarga sekalipun. Tetapi hal itu bisa kita hindari dengan mempererat hubungan keluarga. Sehingga meminimalisir kesalahpahaman dan buruk sangka.

Bertutur Kata yang Baik

Mulutmu harimaumu. Begitu pepatah lama berkata. Perkataan dapat menjadi jalan setan untuk menghancurkan kehidupan kita. Karena perkataan, kesalahpahaman muncul.

Dan dari perkataan pula, nilai kita terlihat jelas di mata orang lain. Oleh karena itu, bila sekiranya perkataan itu tidak bermanfaat, apalagi membawa mudharat, sebaiknya tidak perlu dikatakan.

Senyum

Senyum adalah sedekah yang paling ringan. Dengan tersenyum, kita bisa menyenangkan orang lain. Berawal dari senyuman pula, hubungan sosial menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Yang awalnya tidak kenal bisa kenal. Yang awalnya salah paham bahkan bertikai, bisa damai karena senyuman.

Infaq di Jalan Allah

Bila berpartisipasi dalam keburukan merupakan jalan setan menghancurkan manusia, maka sebaliknya pun berlaku.

Bila kita berpartisipasi dengan menginfaqkan harta di jalan Allah, maka itu membuat pintu setan dalam menjerumuskan menjadi tertutup.

Dzikir

Dengan menginat Allah, hati menjadi tenang. Tidak hanya itu, dzikir membuat kita lebih dekat kepada Allah. Sehingga kita sadar kalau Allah senantiasa mengawasi kita.

Ketika terlintas bisikan setan untuk berbuat dosa, kita ingat Allah. Kita sadar bahwa mungkin orang tidak tahu. Tapi Allah maha tahu segala yang kita lakukan.

Jihad

Jihad melawan setan melalui dua tahapan. Pertama, berusaha memerangi keragu-raguan dan penyesatan yang merasuk ke dalam iman.

Kedua, berusaha memerangi hawa nafsu dan godaan setan. Jihad semacam ini jelas lebih berat dibandingkan berperang melawan orang kafir. Karena musuhnya tidak tampak. Bahkan bersemayam di dalam diri kita sendiri.

Konsisten dengan Jamaah

Jamaah yang baik dapat menjadi penolong bagi kita dari api neraka. Jamaah dapat terdiri dari keluarga, tetangga, teman, atau bahkan rekan kerja.

Konsisten dalam kebaikan bersama mereka merupakan sebuah kekuatan. Ibarat domba yang terpisah dari kawanannya, seperti itulah nasib individu yang menjauhkan diri dari jamaah. Akan menjadi mangsa empuk bagi setan.

Introspeksi Diri

Introspeksi diri akan membantu kita untuk lebih mengenal kekurangan diri sendiri. Sehingga terhindar dari sifat sombong dan ujub yang mungkin setan bisikkan ke dalam hati.

Mengetahui Hakikat Dunia

Ilmu ibarat lautan. Untuk bisa mengarungi dengan mudah, kita butuh perahu. Perahu itu adalah ima dan ilmu. Tanpa keduanya, kita akan tenggelam dalam tipu daya dunia.

Ikhlas

Ikhlas merupakan upaya membersihkan hati dari segala bentuk kotoran. Dengan ikhlas dalam setiap ibadah dan keadaan, kita akan menjadi pribadi yang Allah cintai.

Sebaliknya, bila ikhlas tidak ada dalam hati, maka syirik akan datang. Baik itu syirik kecil maupun syirik besar. Dan itu senjata ampuh bagi setan untuk mendorong manusia ke neraka.

Mengetahui Akibat-Akibat Riya’

Ada dua hal yang harus kita ketahui tentang akibat riya’. Pertama, amal perbuatan tidak diterima Allah Swt. Dan kedua, dibenci orang karena kemunafikan kita. Itulah yang harus kita pikirkan manakala bisikan riya’ mulai diembuskan setan.

Mengikuti Sunnah Rasulullah Saw

Mengikuti sunnah Rasulullah Saw merupakan salah satu cara untuk membersihkan diri dari bisikan setan.

Selain mengerjakan yang wajib, mengikuti sunnah dalam kehidupan sehari-hari menjadi senjata ampuh untuk membentengi diri dari hasutan setan.

Semoga kita bisa menerapkan, minimal beberapa cara untuk menanggulangi godaan setan tersebut. Sehingga kita menjadi hamba Allah Swt yang lebih baik. Serta terhindar dari perbudakan nafsu dan setan yang selalu menggoda.

Oleh: Gafur Abdullah.

Referensi: Abdul Hamid Al-Bilali, Dari Mana Masukanya Setan, Gema Insani, 2005.

Tinggalkan Balasan