Inilah 4 Cara Memikat Hati Calon Pembeli via Online

Akses informasi kini semakin kencang. Setiap detik, orang-orang dibanjiri informasi. Bahkan tanpa meminta pun, banyak informasi yang diterima. Sekarang pertanyaannya, mampukah bisnis kita berkembang di tengah derasnya informasi ini?

Dulu, untuk membeli sebuah kaos, calon pembeli harus datang ke toko. Ia melihat langsung deretan kaos yang tersedia, lalu menanyakan kepada penjaga tokonya, “Mbak, apa kaos ini ada ukuran yang lebih besar lagi?”

Setelah diambilkan kaos dengan ukuran yang diinginkan, ia pun bertanya lagi, “Kalau ukuran sebesar ini, apa ada yang warna hijau?” Meski nantinya sudah ada kaos yang disukainya, tetap saja ia bertanya begini dan begitu. Sampai-sampai penjaga tokonya geram, “Mas jadi beli tidak? Banyak tanya-tanya malah nanti tidak jadi beli.” Sama-sama kesal jadinya.

Ternyata betul kata Steve Jobs, bahwa teknologi akan mengubah budaya bisnis kita; termasuk budaya jual beli (berdagang). Dengan hadirnya smart phone, web e-commerce, dan berbagai aplikasi dagang, berbagai produk bisa diakses dalam genggaman tangannya.

Para calon pembeli tinggal duduk di kursi yang ada di teras, sembari menikmati teh hangat dan mencicipi roti bakar, dia bisa searching produk apa pun yang ia inginkan. Tanpa repot harus ke toko, tanpa harus bertanya ini dan itu, tanpa harus berdebat dengan penjaga toko, dan tetap bisa mendapatkan informasi yang lengkap sekali. Nah, mampukah kita—sebagai pebisnis—memanfaatkan perubahan ini?

Konsumen sekarang sudah masuk pada kelas: melayani dirinya sendiri. Sudah tidak sibuk bertanya, tetapi sibuk menyaring informasi. Pada level inilah, ketersediaan informasi menjadi kekuatan bisnis di era digital. Mau tidak mau, para pembisnis tradisional pun akan membayar mahal para teknisi teknologi untuk mengonlinekan bisnisnya. Bila tidak? Tamat.

Dan tentu saja, semua informasi yang tersaji itu gratis diakses. Sebab informasi itu adalah pintu (gerbang) konsumen untuk bertransaksi. Lalu, bagaimana cara menyediakan informasi agar mampu menarik minat beli calon konsumen via online?

Pertama, kita harus memiliki toko online. Seperti blog, web, atau juga akun di media sosial. Intinya kita hadir di tengah-tengah keramaian. Bayangkan saja kita seperti sedang membuka lapak di tengah-tengah bazar besar, dan bazar itu bernama dunia maya. Lalu pilih media yang memiliki lalu lintas yang tinggi dan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Pastinya jejaring sosial yang paling potensial. Seperti Facebook dan Twitter. Hadirlah di sana, jadilah bagian dari mereka, dan pandailah bersosialisasi.

Kedua, berikan informasi dengan benar tentang perusahaan kita. Sebab di online, calon konsumen tidak bertemu dengan kita, sehingga keterbukaan informasi dapat menumbuhkan kepercayaan mereka. Jangan sampai bisnis kita terkesan abal-abal. Sertakan alamat lengkap, nomor telepon/fax, sertakan foto-foto dan info penting lainnya. Tunjukkan bahwa kita bukan penipu dan lokasi kita pun bisa diakses dengan mudah.

Ketiga, buatlah e-katalog (katalog online) dan sediakanlah informasi selengkap-lengkapnya tentang produk kita. Semakin lengkap informasi yang diberikan akan semakin membantu calon konsumen. Perilaku konsumen online memang unik, salah satunya mereka suka sekali membanding-bandingkan produk. Maka bantulah mereka dengan membuat tabel perbandingan produk, baik dari sisi kualitas, spesifikasi produk, perbandingan harga, sampai perbandingan biaya kirimnya.

Berikanlah data yang jujur tentang keunggulan dan kelemahan produk. Jangan sampai begitu menerima produk itu, konsumen lantas kecewa dan marah-marah, lalu menyiarkan bahwa kita telah menipunya. Sebaliknya bila mereka puas, tentu mereka akan memberikan testimoni yang baik tentang kualitas produk kita maupun layanan kita.

Keempat, permudah jangan dipersulit. Salah satunya permudah agar konsumen bisa mengubungi kita dengan cepat. Respon kita memang harus cepat. Semakin cepat kita merespon, maka semakin bagus. Setiap hari berikan data pendukung produk kita.

Misalkan produk kita seputar alat/suplemen kesehatan tubuh, maka sajikan artikel seputar pentingnya menjaga kesehatan. Update informasi itu secara berkelanjutan. Berikan informasi yang valid sekaligus edukasi mereka. Jangan lupa selalu perbarui informasi bila ada perubahan data, dan hapus informasi yang sudah kadaluarsa agar konsumen tidak salah paham.

Ingatlah bahwa selalu ada peluang transaksi bila kita menyambut konsumen dengan ramah. Ada juga konsumen yang awalnya hanya mampir saja, tetapi memutuskan untuk membeli hanya karena mendapatkan informasi yang lengkap dari kita. Maka sering-seringlah memberikan informasi gratis kepada mereka. Siap?

Oleh: Dwi Suwiknyo, penulis buku Jalani, Nikmati, Syukuri.  

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan