Inilah 5 Alasan Logis Kenapa Kamu Mudah Depresi

Selama masih hidup, manusia pasti memiliki masalah. Tidak menampik masalah itu besar atau kecil. Dari masalah yang ada, kadang seseorang hanya sibuk bahkan pusing memikirkannya saja. Ada juga yang memikirkan sekaligus berputus asa karenanya.

Karena masalah, seseorang bisa menjadi stres bisa juga depresi. Lah, kok bisa stres dan depresi. Memangnya, keduanya berbeda? Bukannya stres dan depresi itu sama? Hemm … beda mas/mbak. Bedanya?

Baiklah. Dalam KBBI, stres diartikan sebagai gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar. Sedangkan depresi adalah gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang menurun seperti muram, sedih, perasaan tertekan. Nah, beda, kan?

Baiklah, tak perlu perdebatkan arti dari istilah di atas. Mending lanjut baca biar tahu alasan logis kenapa kamu mudah depresi?

Berpikir negatif

Sejatinya, kalau dipikir positif, kedatangan masalah itu bisa jadi sebuah cobaan yang melatih kamu untuk bisa sabar dalam menyikapinya. Bisa juga menjadi teguran yang melatih kamu agar bisa memperbaiki setiap langkah yang akan kamu lakukan ke depan. Dengan begitu kamu akan mendapatkan banyak hikmah dari masalah yang menimpamu.

Begitu pula sebaliknya. Jika kamu berpikir negatif, bagi kamu, masalah itu akan jadi penyebab kamu depresi bahkan sampai-sampai mau bunuh diri. Naudzubillah.

Masalah datang bukan untuk dibiarkan, tapi untuk diselesaikan. Bagimana cara menyelesaikannya? Ya, itu tergantung masalahmu. Namun yang jelas, hindari pikiran negatif pada masalah yang menimpamu.

Kurang bersyukur

Salah satu cara yang betul-betul ampuh agar pikiran tetap fresh ketika mendapat musibah apalagi nikmat dalam hidup adalah bersyukur. Ada sebagian orang berkata, kalau mendapat nikmat itu baru bersyukur. Kalau mendapat musibah atau ada masalah, apanya yang mau disyukuri?

Lagi-lagi tentang masalah. Sekalipun tertimpa masalah, kamu perlu bersyukur. Karena kamu tidak bisa menebak masalah itu akan selalu mendatangkan mudharat atau manfaat buat kamu. Banyak kok orang bisa menemukan sesuatu yang dapat mengubah hidupnya lebih baik karena masalah yang ditimpanya.

Misal nih, dalam sejarahnya ustaz Yusuf Mansur, menurut penuturan beliau di salah satu bukunya yakni Kun Fayakun, pernah dililit hutang dengan jumlah yang banyak. Walau sudah dililit hutang banyak, beliau tidak depresi. Namun beliau malah menjadikan masalahnya sebagai cikal bakal hijrah ke arah lebih baik. Siapa pun bisa melakukan hal yang sama, yakni menjadikan masalah sebagai batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik.

Berpikir terlalu sempit

Sebesar apa pun masalah kamu, sebaiknya tidak berpikir sempit. Pikiran yang sempit, hanya akan membuat kamu depresi. Ketika masalah sedang menimpamu, secara tidak langsung kamu harus memikirkan bagaimana masalah kamu itu dapat ditemukan solusinya, bukan memikirkannya berkepanjangan secara sempit.

Seperti apa contoh berpikir sempit? Misal, nilai rapotmu banyak yang merah, lalu dimarahi oleh ortumu. Efeknya kamu tidak mau makan, diminta nganterin kue ke tetangga sebelah tidak mau, atau meninggalkan dan mengabaikan aktivitas lainnya. Kamu pikir, nilai rapotmu itu jaminan bahwa masa depanmu hancur? Nggak juga.

Nah, ketika kamu dapat nilai rapot merah, tentunya kamu sebaiknya harus evaluasi diri, bukan mengurung diri. Tapi ingat, ketika itu terjadi, kamu perlu meningkatkan belajarmu bukan malah berpikir kamu bodoh apalagi putus asa. 

Kurang dzikrullah

Mengingat Allah memang sudah disinggung oleh Allah dalam al-Quran. Dengan mengingat Allah, maka hati dan pikiran kita akan tenang. Hal ini sesuai firman-Nya, ‘Orang-orang yang beriman akan memiliki hati yang tenang dan tenteram jika ingat dengan Allah, maka ingatlah karena hanya dengan mengingat Allah, hatimu menjadi tenang.’ (Qs. ar-Ra’d ayat 28)

Kalau memang ingat Allah akan membuat hati tenang dan selamat dari depresi, kenapa kamu melupakan-Nya? Hanya orang-orang yang rugi bila mendapatkan jaminan hidup tenang masih mengabaikannya.

Kurang ikhlas

Memang bukan hal mudah bagi kamu untuk ikhlas menerima suatu kenyataan, tapi kalau terus tidak dilawan dengan ikhlas, apakah kamu akan terus bertahan dalam kungkungan depresi? Bangkit dan sadarlah, Allah sudah menentukan ciptaan dan apa yang akan menimpanya.

Yakinlah, Allah tidak akan memberikan suatu cobaan bagi hamba-Nya kecuali seorang hamba itu mampu menghadapinya. Tapi ingat, ikhlas dengan masalah yang menimpamu, bukan berarti kamu malah berhenti berdoa dan berusaha lebih baik. Akan tetapi ambillah hikmah atau pelajaran dari masalah yang sedang kamu alami.

Dengan mengambil hikmah dari apa yang sedang menimpamu, maka kamu akan lebih hati-hati untuk tidak terperangkap lagi pada masalah itu. Misal, kamu kehilangan sepeda motor karena kamu meletakkannya disembarang tempat atau tidak dikunci ganda. Nah, dengan kejadian itu, kamu memang sebaiknya kudu hati-hati menaruhnya atau memarkirnya.

Yap, itu 5 alasan logis yang menyebabkan kamu mudah depresi. Mulai sekarang, sebaiknya pikirkan masalah dengan positif, agar hidup terasa santai tanpa depresi bahkan bunuh diri. Semoga, kamu mendapat perlindungan dari Allah dan selalu diberikan hidayah-Nya.

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan