Inilah 5 Alasan Pentingnya Jomblo Belajar Ilmu Parenting

Setiap hal di kehidupan ini ada ilmu yang bisa kita pelajari.

Semua ada tata cara yang mengaturnya agar bisa menjalani dengan baik dan sesuai tujuan. Tak terkecuali dengan mendidik anak pun ada ilmunya, yang biasa disebut dengan ilmu parenting.

Ilmu yang mempelajari cara mendidik anak dengan baik dan benar serta membekali orangtua yang sedang menemani tumbuh kembang anak.

Kebanyakan orang berpikir mendidik anak tidak perlu menggunakan teori, yang terpenting mencontohkan hal-hal yang baik dengan kasih sayang dan kelembutan. Itu saja sudah cukup bagi mereka.

Padahal nyatanya, banyak orangtua melakukan hal-hal yang bertujuan untuk menyayangi, nyatanya malah memanjakan dan membentuk karakter anak yang tidak mandiri. Nah, itulah pentingnya ilmu agar kita jadi tahu mana yang baik dan benar.

Ada juga yang berpikir belajar mendidik anak nanti saja setelah menikah atau menjelang mempunyai anak. Memang sih, belum masanya para jomblo untuk fokus pada hal-hal seperti ini.

Bagi mereka mempelajari ilmu yang masih digunakan beberapa tahun ke depan entah kapan itu adalah pekerjaan yang membuang-buang waktu, lebih baik mempelajari ilmu-ilmu sesuai bidang kuliah atau pekerjaan yang sedang digeluti.

Untuk para jomblo, kalian boleh berkilah dengan mengatakan, “Nanti dulu deh, kan aku belum ingin punya anak.”

Mendidik anak itu tidak melihat berapa tahun sebelum kalian mempunyai anak, bertahun-tahun kalian belajar pun malah lebih bagus. Sekali pun kalian masih jomblo, belum ada pasangan, belum punya keinginan menikah, tidak ada buruknya jika menyiapkan lebih awal untuk ilmu parenting.

Belajar mendidik itu membutuhkan proses yang panjang. Tidak hanya membutuhkan teori, namun juga kesiapan mental yang matang untuk menjalaninya nanti.

Tidak harus terlalu serius mempelajarinya, bisa menjadi selingan di saat ada waktu senggang. Atau saat tidak sengaja menemukan artikel di internet kita bisa membacanya sedikit-sedikit.

Poin pentingnya adalah kita tidak menutup diri dengan hal ini. Tidak perlu malu untuk membeli buku, follow blog, bahkan datang ke seminar parenting. Kelak kita akan lebih malu jika sudah mempunyai anak tapi tidak tahu cara mendidiknya.

Sebenarnya kenapa sih kita harus belajar parenting, berikut alasannya:

Agar membetuk karakter dewasa dalam diri kita.

Pemikiran seseorang tergantung dari apa yang dia baca. Jika kita suka membaca dan mempelajari parenting, secara tidak sadar akan membentuk karakter dewasa dalam diri.

Karena dengan sendirinya, kita sadar kelak akan menjadi panutan untuk anak-anaknya. Tidak selamanya dia tetap menjadi anak-anak yang bisa bertindak sesukanya.

Di sisi lain, jiwa kasih sayang dan penyabar kita kepada anak-anak akan tumbuh. Sedikit demi sedikit mulai mengubah karakter buruk agar tidak terbawa sampai menjadi ibu atau ayah nanti, misalnya berkata kotor, mudah emosi, sering mengumpat, dll.

Setiap anak mempunyai karakteristik berbeda-beda.

Objek yang kita hadapi adalah anak-anak yang mempunyai kemauan dan sifat yang berbeda-beda. Pun cara mendidik anak juga dengan cara yang berbeda.

Anak yang lahir dari rahim yang sama pun mempunyai sifat dan karakter yang tidak sama. Kita harus belajar menghadapi dan mendidik berbagai macam karakter anak dan harus tahu anak kita termasuk dalam tipe yang mana agar tidak salah cara mendidiknya.

Anak yang introvert disamakan dengan cara mendidik anak yang ekstrovert tentu itu akan berpengaruh pada mentalnya. Kalau kita belajar parenting dari awal, kita akan terbiasa untuk menganalisis perilaku anak-anak di sekitar kita dalam tipe anak yang mana. Memudahkan nantinya jika kita sudah benar-benar dikaruniai anak.

Butuh proses belajar panjang.

Mendidik anak itu tidak semudah memasukkan adonan kue ke dalam cetakan yang nanti bentuknya sama persis dengan cetakan itu. Belajar mendidik bukan hanya sekadar membaca teori, mempraktikkan, lalu berhasil.

Kalau saja ilmu parenting semudah itu, pasti banyak anak pandai dan berakhlak yang dicetak para orangtua generasi sekarang.

Ada banyak hal yang harus kita baca dan ketahui, dan itu tidak cukup dipelajari sehari dua hari seperti sistem SKS semasa kita sekolah. Butuh pemahaman yang lama.

Tidak sekali baca bisa mengerti dan mengingatnya. Kita yang mempelajari materi kuliah satu semester saja tidak tentu langsung bisa memahami semua isinya, bahkan bisa jadi belum paham sama sekali.

Meski ilmu parenting tidak ada nilainya di rapor dan diujikan di bangku kuliah, tapi hasil dari ilmu ini begitu nyata yaitu anak kita sendiri. Justru itu lebih menakutkan, bukan?

Mendidik anak sesuai zamannya.

Zaman silih berganti dan model pergaulan anak pun berganti. Tak bisa kita menyamakan mendidik anak dengan zaman kita remaja. Kita harus menyesuaikan dengan pergaulan anak zaman sekarang yang lebih luas ruang geraknya dan lebih kompleks permasalahannya.

Semakin ke sini pergaulan anak semakin membahayakan. Banyak hal yang harus kita pelajari dan gali lebih dalam agar bisa memberikan didikan yang terbaik untuk anak-anak kita.

Mendidik anak berarti harus mendidik diri sendiri.

Imam Ali berkata, “Didiklah anak-anakmu 25 tahun sebelum lahir.” Artinya pendidikan anak dimulai jauh sebelum anak dilahirkan yaitu dengan cara mendidik diri mereka sendiri dan mencarikan anak turunannya dari rahim yang salehah.

Mendidik diri sendiri sama saja dengan mendidik anak cucu kita kelak. Karena setiap apa yang ada pada karakter mereka, itulah apa yang kita wariskan.

Tahukah kalian? Anak lebih belajar dari apa yang dia lihat, daripada apa yang dia dengar. Bagaimana kita ingin mempunyai anak yang suka membaca, kalau kita malah sering sibuk menonton drama Korea.

Bagaimana anak tidak kecanduan gadget, kalau kita sendiri malah sering sibuk dengan ponsel dan tidak mempunyai waktu untuknya. Bagaimana anak bisa mengenal Allah dan Rasul-Nya, kalau kita sendiri tidak mengenal dan memperkenalkannya.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. So, think again!

Agar tidak stres.

Kalau dari awal kita sudah sering familiar dengan parenting, setidaknya tidak kaget jika nanti menemui anak yang susah diatur, suka membantah, dan lainnya.

Karena kita akan tahu, pasti ada cara mendidik yang salah yang kita lakukan lalu mencari informasinya. Kalau orang belum mengenal sama sekali tentang parenting, mendapati anak yang nakal pasti akan dimarahi dan menyalahkan anak tanpa melihat dirinya sendiri.

Hal ini menyebabkan dia stres tidak menemukan solusi dan malah menjadikan hubungan dengan anak semakin jauh.

Nah, itulah beberapa alasan kenapa kita harus belajar parenting. Semoga kita menjadi pribadi yang tidak bosan belajar. Belajar untuk mendapatkan nilai bagus saja sampai begadang, tapi ini belajar untuk hal yang sungguh nyata dalam hidup kita masih merasa ogah-ogahan.

Kalau sudah begini, jangan salahkan anak yang belum seperti apa yang kita inginkan, tapi salahkan diri kita sendiri yang belum mampu mempersiapkan didikan yang terbaik untuknya.

Oleh: Anik Cahyanik.

Tinggalkan Balasan