Inilah 5 Kisah Dahsyat Agar Hidup Kamu Lebih Hebat!

Ketika Allah memberi satu nikmat kepada seorang hamba, lalu mencabut nikmat itu darinya, kemudian Allah menggantinya dengan kesabaran, sesungguhnya kesabaran yang Allah berikan itu lebih baik dari pada nikmat yang dicabut. (Umar bin Abdul Aziz)

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi kita terlalu lama memandangi pintu yang tertutup. Simaklah kisah-kisah dahsyat berikut ini:

Kisah 1: Orang yang Paling Pandai Bersyukur

Ada sebuah kisah menarik tentang tiga orang yang sedang tidur di hutan belantara. Tanpa mereka sadari, ketiga kuda tunggangannya kabur. Hal ini diketahui oleh sang raja bijaksana yang kebetulan sedang berburu di hutan yang sama. Sang raja merasa kasihan dan tidak tega melihat kondisi ketiga orang tersebut. Akhirnya, sang raja mengutus anak buahnya untuk mengirimkan tiga ekor kuda yang dilengkapi dengan perbekalaan kepada mereka.

Ketika bengun dan mengetahui kuda mereka hilang dan telah digantikan dengan kuda yang lebih bagus, reaksi ketiga orang itu berbeda-beda. Orang pertama merasa senang luar bisa. Tanpa bertanya siapa yang memberi kuda dan diperuntukkan bagi siapa. Dia disibukkan oleh kuda tersebut.

Reaksi orang kedua berbeda dengan yang pertama. Dia bertanya tentang pemilik kuda tersebut. Utusan sang raja menjelaskan bahwa kuda tersebut dikirim oleh raja untuknya. Dia pun bertambah senang dan berterimakasih.

Lain halnya dengan orang ketiga. Dia memang merasa senang, namun rasa senang tersebut dipendam dulu karena kuda tersebut bukan miliknya. Beberapa pertanyaan dilontarkan seperti halnya orang kedua. Salah satu pertanyaannya, “Mengapa sang raja mengirimkan kuda kepada kami?”

Utusan raja menjelaskan bahwa kuda tersebut dikirim untuk mereka supaya bisa digunakan sebagai sarana agar ketiganya bisa dekat dengan raja. Dia pun mengucap terimakasih dan mengucap “Hamdalah”.

Menurut orang bijak, hal yang banyak membuat kita tenggelam dalam derita adalah kurang terampilnya kita mensyukuri nikmat. Jika membaca kisah tersebut, dari ketiga orang tersebut, siapakah yang paling bagus cara berpikirnya dan menyikapi nikmat yang ada? Tentu orang ketiga.

Kisah 2: Cahaya Kebenaran

Seorang laki-laki dengan mata tertutup mencoba berjalan di dalam sebuah rumah. Langkah pertama berjalan dengan mulus. Langkah-langkah selanjutnya mulai tidak teratur. Dia mulai menendang tempat sampah yang terletak di salah satu sudut ruangan. Kemudian kepalanya terantuk tangga. Kakinya kesleo karena salah menginjak undakan yang ada di hadapannya.

Dalam beberapa menit laki-laki itu membuat berantakan isi rumah, sampah pun berserakan. Belum lagi luka di tubuh akibat benturan dan tabrakan dengan benda keras dan tajam. Akhirnya dia memilih diam di tempat, karena merasa setiap langkahnya mengandung risiko yang tinggi dan tidak siap menghadapinya.

Agar lebih aman dia memilih berdiri, mematung. Begitulah kira-kira gambaran orang yang tidak mendapatkan cahaya dalam hidup ini. Hati yang tidak tersinari cahaya kebenaran akan membuatnya ragu untuk melangkah bahkan dia tidak berani untuk berjalan mundur.

Kisah 3: Indahnya Hidup dengan Ilmu

Seorang pengembara mengalami kepanikan yang luar biasa. Tak ada teman dan makanan. Dalam tas ranselnya hanya ada baju hangat dan beberapa benda lain. Perutnya mulai berbunyi minta diisi. Sayangnya, tak ada sesuatu yang bisa dimakan. Belum hilang rasa laparnya, dia dikejutkan oleh babi hutan yang mencoba mengejarnya. Tiba-tiba ada orang yang mengalihkan perhatiannya, sehingga babi hutan itu tidak lagi mengejarnya.

Seseorang yang biasa disebut penguasa hutan alias Tarzan itu berlari zig-zag dan akhirnya berbelok. Sementara babi hutan itu terus berlari ke dalam hutan. Akhirnya, selamatlah Tarzan dan pengembara itu.

Ternyata Tarzan bisa membaca kondisi si pengembara yang sedang lapar dan penuh ketakutan karena tersesat dan terpisah dari teman-temannya. Tarzan tidak takut persediaan buah-buahannya habis dimakan pengembara, karena dia tahu bagaimana mendapat buah segar lainnya.

Ternyata, semua jawaban dari segala permasalahan terletak pada ilmu. Tarzan yang mahir dan mengusai ilmu hutan belantara tidak panik akan kelaparan. Hidupnya dijalani dengan tenang.

Kisah 4: Bayi Profesional

Ada sebuah teori cara menjemput rezeki secara profesional. Teori ini muncul dari seorang bayi yang dinilai cukup profesional. Saat itu, si bayi yang merasa kehausan. Tangisannya belum berhasil membuat ibunya memberi air susu yang dibutuhkan. Malah sebaliknya, dia disuruh menunggu beberapa saat lagi karena cuciannya masih menggunung.

Si bayi merasakan kekesalan yang luar biasa. Bukannya putus asa, dia malah semakin bersemangat memikirkan strategi jitu untuk mendapatkan keinginannya. Dalam keadaan lapar, dia melakukan evaluasi, jangan-jangan tangisannya kurang profesional, begitu pikirnya.

Menangislah dia dengan lantang seakan merasakan sesuatu yang menyakitkan, kontan saja ibunya terkejut. Khawatir kalau saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ibunya langsung memberinya air susu. Ternyata strateginya berhasil.

Penyempurnaan ikhtiar adalah pekerjaan orang-orang profesional. Inilah rahasianya. Rezeki akan cepat datang jika melakukan ikhtiar secara profesional. Bekerja keras, berpikir cerdas, dan berhati ikhlas adalah sebuah sinergi yang tepat. Tidak ada salahnya kalau kita belajar dari bayi profesional itu.

Kisah 5: Orang Paling Cerdas

Apakah ikan yang hidup di laut rasanya asin? Tidak juga. Karena ternyata walaupun air laut itu asin, tubuh ikan tidak ikut menjadi asin. Mengapa? Jawabannya sangat sederhana, karena ikan itu hidup. Coba saja kalau mati, tubuhnya ditaburi garam sedikit saja pasti seluruh tubuhnya akan asin. Jadilah ikan asin yang digemari masyarakat.

Begitu juga hati. Hati yang hidup tidak akan mempengaruhi keburukan. Sedahsyat apa pun godaan di luar, seseorang dengan hati yang hidup tidak akan larut dalam kemaksiatan. Akan tetapi, kalau hatinya mati, sedikit saja godaan menerpa, dengan mudahnya dia terkontaminasi. Rasulullah saw mengajarkan salah satu cara untuk menghidupkan hati, yaitu zikrul maut.

Jangan mengukur kesuksesan dengan uang. Kesuksesan adalah ketika punya ilmu, pengalaman, nama baik, dan nilai hidup penuh berkah. Semoga bermanfaat.

Oleh: Tim Trenlis.co.

Referensi: Gymnastiar, Abdullah. 2001. 27 Kisah Hikmah Aa Gym. Penerbit: Khas MQ.

Tinggalkan Balasan