Semoga Allah mengangkat derajat kita semua dengan jalan bertaqwa kepada-Nya, serta dibukakan pintu surga-Nya dan ditutup pintu neraka, serta bimbinglah kami menuju kebenaran dunia maupun akhirat kelak. Bimbinglah kami semua untuk bertemu rezeki yang halal dan banyak ya Allah, yang bisa memberangkatkan kami semua dan orangtua kami semua ke baitullah al-Haram.

Ya Allah sudah berapa lama kami mengaji tentang jadi pengusaha, tentang Al-Qur’an, tentang perintah-Mu, tentang sunah nabi-Mu. Jadikanlah kami mengambil manfaat dan berkah. Semoga Engkau melancarkan rezeki kami semua sehingga kami bisa punya rumah, bisa punya mobil, bisa punya uang dengan cara yang halal, yang Engkau ridhai, dan yang Engkau sukai. Aamiin.

Lantas, apakah penghalang rezeki yang harus dihindari agar rezeki berkah?

Yang pertama banyak dosa

Jika kita membahas tentang dosa, sebenarnya dosa itu banyak sekali. Tapi kalau mau diurai, ada 3 bentuk dosa, yaitu: dosa kepada Allah, dosa kepada manusia, dan dosa kepada alam. Bisa jadi seseorang yang sudah jadi pengusaha sukses, ternyata malah jatuh, hanya karena dosanya kepada Allah.

Kalau macam dosa kecil, masih bisa dijagain. Tapi kalau sudah dosa besar, ini nggak bisa dijagain. Itulah sebabnya jadi pengusaha harus siap hidup bersih. Sebab kalau masih jadi pekerja saja hidup kalian sudah tidak bersih, apalagi nanti menjadi pengusaha.

Manusia memiliki diagram hidup yang beraneka ragam. Idealnya diagram kehidupan manusia kan semakin lama semakin naik, walaupun mungkin ada fluktuasinya, tapi jika rata-rata diagramnya meningkat. Ada manusia yang diagram hidupnya mengalami fluktuasi yang ekstrim. Ada juga yang datar saja, itu namanya sudah mati. Ada juga manusia yang diagramnya turun jauh, namun ia bisa naik melebihi apa yang pernah didapatkannya. Ini yang disebut dengan kehidupan.

Yang kedua dosa kepada Allah swt

Dosa kepada Allah swt bisa dilihat dari ibadah wajib dan ibadah sunah. Selama kalian jalanin usaha kalian, bagaimana ibadah wajibnya? Bagaimana sunahnya? Kalau baru jadi pekerja saja ibadah wajibnya saja sudah berantakan, kubur dalam-dalam keinginan menjadi pengusaha! Jadi, untuk menjadi pengusaha, perhatiin dulu bagaimana urusan kalian sama Allah swt. Karena kalau belum jadi pengusaha sudah lupa sama perintah Allah swt, wah … bisa gawat.

Banyak pengusaha yang jatuh dan susah bangun lagi, kenapa? Itulah penyebabnya! Gagal mengurusi ibadah wajib dan sunahnya. Kalau kalian mau jadi pengusaha, sekarang mumpung masih jadi pekerja, benahi ibadah wajib dan sunahnya. Misal, tiap pagi paksain diri harus shalat nduha. Paksain diri! Jangan omong bagaimana caranya, gimana bisa kalau kalian omong kaya gitu terus, ya kalian akan tetap terus tidak bias.

Yang ketiga dosa kepada manusia

Kita sudah pelajari bahwa kita bisa terhalang rezekinya karena ibadah wajib kita keteteran. Jangankan shalat sunah qobliyah, ba’diyah, jangankan bicara shalat sunah tahiyatul masjid. Ada orang yang jarang shalat subuh juga banyak, padahal jika kalian melaksanakannya setiap pagi insya Allah hidup kalian tidak akan susah, itu rahasianya. Jika kalian merasa hidupnya susah, itu tandanya shalat subuh kalian pernah nggak bener, benahi dulu shalat subuhnya.

Seperti kisah tentang seseorang yang mendapatkan warisan sebesar 100 juta di tahun 2005. Di tahun 2006 bukannya naik malah tinggal 50 juta. Dan pada akhirnya ditahun 2007 warisan itu habis, bahkan orang itu rugi di tahun 2008. Terus orang itu berkata, “Kalau dalam dunia usaha, rugi 50 juta itu biasa.” Seharusnya kalau usaha seseorang rugi dia harusnya berpikir, putar otak bagaimana bisa jalan lagi itu usahanya. Apa yang salah dengan dirinya?

Keempat dho’ful iman

Salah satu yang bisa menghalangi rezeki adalah dho‘ful iman, berkurangnya keyakinan terhadap Allah swt. Hal ini yang sering ditakuti oleh Rasulullah saw. Nanti kalau sudah ada barangnya pembelinya siapa? Dikasih pembeli, nanti pembelinya bayar cash atau tidak? Kok nanya melulu? Kalau nanya melulu sama Allah swt lewat doa sih gak apa-apa.

Contoh, kalian pasang billboard dengan gambar dan nama usaha kalian, tapi jika Allah sudah memerintahkan malaikat-Nya, “Janganlah ada hamba-Ku yang melihat.” maka siapa juga yang akan baca dan melihatnya. Kalian punya warung lebar, luas, tapi Allah bilang, “Jangan ada hamba-Ku yang masuk,” maka siapa juga yang akan masuk?

Ada juga orang yang warungnya jauh di pelosok, tapi ternyata ramainya bukan main. Ada yang seperti itu? Warung itu kelihatannya tidak mungkin laku, tapi masyaallah ramainya. Sebab apa? Ternyata yang punya warung perhatiannya luar biasa sama anak yatim dan janda-janda tua.

Kelima membohongi pembeli

Memang sih tidak semua penjual atau yang buka usaha berlaku bohong, tapi kebanyakan tidak berlaku jujur kepada pembeli. Ini juga menjadi salah satu faktor penghalang rezeki kita. Mengapa? Karena Allah tidak pernah menyukai umat-Nya yang menjalankan larangannya, maka dari itu Allah mempersulit jalan rezekinya.

Di suatu tempat penjual kentaki, tapi bukan yang resto ya, cuma pinggiran jalan ajah kok. Biasalah anak kampus. Mahasiswa memesan kentaki yang bagian dada. Yang namanya kentaki kan dibaluti tepung tuh, nah bentuknya kan juga hampir sama. Eh … setelah digigit isinya mah jeroan ampela. Itulah contoh pedagang, yang dipikirkan hanyalah untung dan untung tanpa peduli perasaan pembeli. Padahal keuntungannya berapa sih sampai berani bohongi pembeli?

Apa kesimpulan dari semua tulisan di atas? Janganlah lupa atas perintah Allah swt karena Allah swt Maha Segalanya Maha Mengetahui dan Maha Mengasihi. Jika memang rezeki kalian terhambat karena kalian lalai atas ibadah, maka benahilah. Dan jika kalian ingin rezeki tetap lancar, maka berlaku jujur kepada siapa pun, berbaik hati kepada siapa pun, saling mengasihi terhadap sesama dan pastinya taat kepada perintah Allah swt.

Oleh: Tim Trenlis.co, diringkas dari buku Ust. Yusuf Mansur, Semua Bisa Jadi Pengusaha, (Jakarta: Penerbit Zikrul Hakim, 2012)

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: