Inilah 6 Cara Asyik Anak Muda Memakmurkan Masjid

Bagi sebagian remaja, yang dipikirkan hanya senang tanpa harus memikirkan bagaimana ia akan bermanfaat pada lingkungan sekitar.  

Mulai sekarang, ayo ubah dan buang pikiran seperti itu, apalagi kamu para remaja muslim. Bila kamu remaja muslim, tidak baik jika berpikiran demikian.

Banyak yang harus kamu lakukan demi kebaikanmu dan orang sekitarmu bahkan agamamu. Salah satunya dengan memakmurkan masjid.

Kamu tahu kan, kalau masjid itu rumah Allah. Allah berfirman pada surat At-Taubah ayat 18:

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut pada siapapun selain kepada Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk dari Allah.

Menurut Imam Al-Qurtubi, firman Allah pada ayat ini merupakan dalil yang menujukkan bahwa mempersaksikan orang-orang yang memakmurkan masjid dengan keimanan sangatlah benar. Karena Allah mengaitkan keimanan dengan perbuatan terpuji.

Ada juga ulama salaf yang mengatakan, jika engkau melihat seorang hamba selalu memakmurkan masjid maka berbaiksangkalah kepada dia.

Karena apa yang dilakukan menabdakan iman yang melekat dalam dirinya tinggi. Memakmurkan masjid itu mudah kok, kamu bisa melakukannya dengan beberapa cara ini:

Salat berjamaah di masjid.

Salat berjemaah sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Hanya saja, kalau kamu tinggal dekat masjid, salat berjemaah adalah salah satu cara sederhana—bahkan luar biasa, gratis lagi—yang bisa kamu lakukan di masjid. 

Apalagi kamu sebagai remaja. Dari pada salat di rumah sendirian, lebih baik salat berjemaah di masjid. Pahala berjemaah, menurut  jumhur ulama dua puluh tujuh derajat. Sedangkan salat sendirian hanya satu derajat, itu pun kalau diterima. Bisa dibandingkan antara dua puluh tujuh dan satu pahala. Hehe …

Rasulullah Muhammad Saw bahkan bersabda: Salat berjemaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh derajat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar tersebut, kamu pasti paham betapa utamanya salat berjemaah.

Ajak teman untuk tadarus sehabis maghrib di masjid.

Kalau ada teman kamu yang juga berjemaah di masjid, coba kamu ajak dia tadarus sehabis maghrib. Selain kamu mendapat pahala dari kamu memakmurkan masjid, insyaallah dapat pahala tambahan karena mengajak temanmu melakukan kebaikan.

Misalnya teman yang satu tidak mau, ajaklah teman yang lain.  Bisa juga kamu bicarakan dengan ta’mir masjid. Penulis yakin, akan direspon baik karena perbuatan itu baik.

Kali pertama mungkin tidak ada yang mau ikutan, coba ajak di lain waktu, siapa tahu hati mereka terketuk untuk melakukannya bersama di masjid.

Sesekali, kamu jadi muadzin.

Mungkin selama ini kamu sering mendengar suara muadzin saat adzan di masjid terdekat kurang enak didengar, karena muadzinya sudah tua atau itu-itu saja?

Nah, sekarang giliran kamu untuk menggantinya, agar suara kamu terlatih dan kamu mendapat pahala dari adzanmu. Makanya, kamu harus bisa menjadi muadzin di masjid. Tapi kamu harus izin terlebih dahulu pada takmir atau marbot yang ada masjid, karena itu menandakan kamu berniat baik.  

Bentuklah REMAS.

Nah, pasti dibenakmu terbesit pertanyaan, bagaimana cara bentuk remas, lalu apa fungsi remas, kok harus bentuk remas?

Kamu tahu ngak? Remas secara organisasi diartikan sebagai wadah bagi remaja yang suka ke masjid dan kegiatan islami atau mendidik lainnya.

Bisa juga dikatakan bahwa remas merupakan anak organisasi dari takmir masjid. Sehingga, kegiatan remas itu harus selaras dengan kegiatan takmir masjid.

Tapi ingat, kegiatan selaras yang dimaksudkan tetap tidak boleh bertentangan dengan ajaran Islam. Lalu, apa yang harus dilaksanakan oleh remas? Gampang.

Bisa dengan berpartispasi dalam menjadikan masjid sebagai pusat pergaulan, pembinaan remaja muslim, penyelenggaraan kaderisasi umat, mendukung kegiatan takmir masjid, dan menyelenggarakan kegiatan dakwah, pendidikan, serta bakti sosial.

Jangan lupa, bantu marbot bersih-bersih.

Waktu remaja adalah waktu yang tepat untuk membentuk kebiasaaan baik. Buat kamu yang dekat dengan masjid, kebiasaaan yang bisa kamu lakukan adalah membantu marbot memberisihkan masjid.

Apa yang kamu lakukan itu sudah pasti bernilai positif. Tapi harus ikhlas ya, kalau gak ikhlas percuma, nanti pahalanya gak dapat.

Agar kamu tidak lelah, kamu bisa bagi-bagi tugas dengan marbotnya. Misal, kamu bagian membersihkan tempat wudhu’ atau membersihkan karpet. 

Adakan pengajian dengan melibatkan masyarakat

Di mana-mana, selain menjadi tempat ibadah umat muslim, masjid juga digunakan untuk tempat pengajian. Entah itu setiap bulan atau pada momentum tertentu.

Bisa di bulan suci Ramadhan, bulan maulid atau malam Isra’ Mi’raj. Untuk melaksankan kegiatan ini bisa membentuk panitia yang bisa kamu ambil dari pengurus remas yang ada.

Misal kamu merasa kurang dana untuk acara yang akan kamu laksanakan, kamu bisa melakukan penggalangan dana atau memberikan pengumuman di masjid tersebut atau bisa mencari dana kepada para donatur.

Semoga kamu diberikan rahmat oleh Allah Swt dan dapat bermanfaat melalui memakurkan masjid. Oke?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan