Inilah 6 Keuntungan Hidup Tanpa Pacar(an)

Bagi sebagian orang, jomblo merupakan status yang cukup hina. Sebetulnya tidak ada yang menganggap status jomblo sebagai status hina. Karena terlalu banyak orang yang membully, orang menjadi tidak PD dengan status jomblo. Akibatnya tak sedikit orang yang memilih untuk berpacaran lantaran tidak ingin dibully sebagai jomblo. Dan sayangnya pacaran bukan pilihan yang bijak untuk keluar dari status jomblo.

Sebetulnya jomblo itu bukan status hina. Kalau jomblonya kamu dikarenakan ingin lebih fokus pada pendidikan dan karier, ingin terhindar dari maksiat, maka tidak ada yang salah. Dibandingkan pacaran, ada banyak sekali manfaat yang kamu peroleh dari status jomblo. Ini dia beberapa keuntungan yang kamu peroleh bila hidup tanpa pacaran:

Lebih banyak ‘me time’, jadi bebas melakukan apapun sesukamu

Kalau kamu berstatus pacaran, pacarmu kadang melarangmu untuk berkumpul bersama teman. Karena jatah waktu telponan dan chatingan menjadi berkurang. Kamu juga tidak boleh bermain game. Bahkan beberapa orang juga melarang pacarnya untuk aktif di organisasi hanya karena takut ada yang suka. Ada banyak sekali larangan yang diberlakukan pacarmu dengan alasan tidak logis bagi kamu.

Kalau kamu tidak pacaran alias jomblo, kamu bebas melakukan apapun sesuka hati kamu. Tidak akan ada yang melarang. Orangtua juga tidak akan melarang kegiatanmu selama itu positif. Dengan hidup tanpa pacaran, kamu bisa menikmati hidupmu dengan sebaik-baiknya. Istilah lainnya, kamu memiliki lebih banyak ‘me time’ yang bisa kamu gunakan sesukamu. Tidak ada orang yang melarang. Waktumu juga tidak terpecah antara urusan pribadi dengan pacar. Sebab kamu tidak perlu memberikan waktu secara khusus untuk siapa pun, kecuali keluarga dan teman.

Bebas bersama siapa pun tanpa ada yang cemburu

Ketika kamu berada di lingkungan lawan jenis dengan status sebagai pacar orang, minimal dia akan mengingatkan kamu untuk berhati-hati. Dia mungkin akan berpesan agar kamu menjaga hati dan mata. Dalam hal ini, penulis tidak bermaksud membebaskan kamu melirik siapa pun dan berduaan sebab tidak memiliki pacar. Bukan seperti itu. Yang penulis maksud, ketika kamu berkumpul bersama teman-temanmu, bahkan teman-teman lawan jenis sekalipun, tidak akan ada yang cemburu tidak jelas.

Berbeda ketika kamu pacaran, kamu tidak bebas. Gerakmu seakan selalu di pantau. Mau ke mana, bersama siapa, harus sesuai dengan aturan sang pacar. Hidupmu sudah seperti dipenjara di alam bebas. Kamu seperti tahanan kota yang dikenakan sanksi wajib lapor. Kalau sedikit saja kamu tidak memberi tahu sedang bersama siapa, dia bisa langsung marah. Apalagi kalau orang-orang yang sedang bersamamu, ada orang yang memang sudah sejak lama membuat pacarmu cemburu. Kalau dia tahu, dunianya seperti mau kiamat.

Tidak menguras isi kantong

Pacaran itu butuh biaya. Minimal, biaya beli pulsa nelpon dan paketan internet. Tidak termasuk biaya ngedate, biaya untuk makan berdua, biaya bensin untuk nganterin dia ke mana-mana, dan biaya membelikan hadiah di hari-hari spesial.

Kalau kamu antipacaran, kamu bebas dari biaya tersebut. Uangmu bisa kamu gunakan untuk keperluan pribadi seperti makan, beli pakaian, pendidikan, atau sekadar untuk cari hiburan seperti jalan-jalan.

Kalau ada uang lebih, bisa kamu gunakan untuk membantu orang yang membutuhkan. Bisa juga kamu gunakan untuk beramal jariyah. Lebih bermanfaat jangka panjang daripada habis begitu saja untuk pacaran.

Bisa fokus meraih impian masa depan

Ketika kamu pacaran, waktumu akan terpecah. Antara waktu untuk diri sendiri, keluarga, teman, dan bersama pacar. Kalau tidak pacaran, kamu bisa gunakan waktu pacaran untuk membangun masa depan. Bisa gunakan untuk belajar hal-hal baru. Mengasah keterampilan yang sudah ada. Belajar dengan tekun dan disiplin. Atau bekerja keras agar bisa segera mengumpulkan modal untuk menikah.

Pacaran hanya akan membuat kamu sulit untuk fokus. Konsentrasi kamu terpecah. Akhirnya kamu tidak bisa membedakan mana yang harus diprioritaskan, mana yang tidak.

Bebas dari galau akibat pacaran

Mungkin kamu memang galau dengan sebutan ‘jomblo’ yang disandangkan teman-temanmu. Tapi lebih galau lagi bila kamu pacaran. Sebab ketika pacaran, harus ada adegan marah-marahan, salah paham, dan cemburu-cemburuan. Belum lagi kalau putus. Kalau hanya seminggu, galaunya masih belum sembuh total.

Bila kamu termasuk orang yang sulit melupakan, sulit move on, sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sekalipun, masih suka ingat dan galau akibat kenangan. Galau akibat jomblo paling lama hanya 2 hari. Setelah itu kamu bisa beraktivitas dengan normal. Jadi lebih baik galau karena dibilang jomblo daripada galau sebab pacaran.

Memiliki kebanggaan tersendiri sebagai orang yang antipacaran

Kalau orang lain bangga karena bisa pamer pacar, kamu bisa bangga karena hidup tanpa pacaran. Mengapa harus bangga? Karena mereka yang pacaran bisa bikin hati orang dan diri sendiri sakit. Sedangkan kamu tidak.

Mereka yang pacaran juga kemungkinan hanya menjaga jodoh orang lain. Atau hanya menyenangkan jodoh orang lain. Sedangkan kamu berkomitmen untuk tidak pacaran, sebagai tanda bahwa kamu hanya akan menyenangkan dan menjaga jodohmu sendiri. So, tidak perlu minder karena jomblo. Kamu harus bangga hidup tanpa pacaran.

Nah, itu hanya sedikit keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan hidup tanpa pacaran. Belum termasuk keuntungan lain seperti di akhirat nanti. Jadi berbicara untung-rugi, sebagai makhluk yang matematis, kita harus ambil yang lebih menguntungkan. Lalu tinggalkan, bahkan jauhi sesuatu yang merugikan itu. Oke?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan