Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. Tidak hanya itu, manusia juga dinobatkan sebagai makhluk terbaik karena dibekali berbagai kelebihan. Salah satu kelebihan manusia dibandingkan makhluk lain di antaranya kelebihan berupa akal dan perasaan. Sehingga selain memiliki kemampuan berpikir yang baik, manusia juga memiliki ragam perasaan. Ada rasa benci, cinta, suka, kagum, hingga rasa iri dan sombong. Semuanya ada pada porsinya masing-masing. Meski ada juga beberapa orang yang memiliki satu rasa dengan porsi yang tidak wajar atau berlebihan.

Cinta merupakan salah satu rasa yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Cinta, sebuah kata yang hanya terdiri dari 5 huruf tapi memiliki pengaruh yang begitu dahsyat bagi kehidupan seseorang. Ada banyak contoh kedahsyatan cinta di dunia. Seperti cinta Raja Jalal kepada istrinya hingga terciptalah bangunan megah bernama Tajmahal. Atau kisah Qais yang tergila-gila karena cintanya kepada Laila. Jadi meski cinta itu terdengar sederhana, ia memiliki pengaruh begitu dahsyat.

Oleh sebab itu, kamu harus berhati-hati dengan cinta. Jangan sampai terjebak manisnya cinta. Karena cinta dapat mengubah kehidupanmu secara drastis sebagaimana berikut:

Cinta bisa membutakan dan membuat kamu tuli

Cinta mampu membuat kamu yang awalnya melihat dan mendengar sesuatu secara objektif, berubah menjadi subjektif. Cinta membuat orang yang biasa saja terlihat begitu cantik. Karena cinta pula kamu bisa menjadi orang yang enggan mendengarkan saran dari orang tua sekalipun.

Padahal sebelum jatuh cinta, kamu merupakan orang yang begitu penurut pada nasihat orang tua. Itu menunjukkan bahwa orang yang jatuh cinta dapat tiba-tiba menjadi buta atau tuli.

Cinta dapat mengaburkan logika

Kamu pun pasti memiliki kemampuan berpikir logis yang baik. Itu sebelum kamu jatuh cinta. Tetapi setelah jatuh cinta, sesuatu yang menurut orang normal itu tidak masuk akal, menjadi masuk akal. Karena pada saat jatuh cinta, kamu lebih mengedepankan perasaan dibandingkan logika berpikir.

Kamu akan lebih mengutamakan kepentingan orang yang kamu cinta dibandingkan dirimu sendiri. Untuk ukuran orang normal yang tidak sedang jatuh cinta, ini jelas tidak logis. Sebab bagaimanapun, orang normalnya lebih mengutamakan kepentingan dirinya dibandingkan kebahagiaan orang lain.

Cinta mampu membuat orang waras menjadi gila

Sebagaimana contoh, Qais mendapat julukan majnun atau gila karena mencintai Laila. Cintanya kepada Laila yang begitu dalam telah mengubah perilaku dan watak Qais. Qais yang awalnya merupakan pemuda cerdas, menjadi pemuda yang begitu bodoh karena mengorbankan seluruh hidupnya demi menanti sang pujaan hati.

Bahkan meski Laila telah dinikahkan dengan pemuda lain oleh orang tuanya. Cinta juga mampu membuat kamu menjadi seorang Qais kedua di dunia bila kamu terjebak di dalamnya.

Cinta mampu membuat orang baik menjadi jahat

Banyak orang yang berkhianat kepada temannya karena jatuh cinta. Tak sedikit anak yang durhaka kepada orang tuanya karena cinta. Pun orang yang rela meninggalkan Tuhan dan agamanya karena cinta. Itu menunjukkan bahwa cinta mampu membuat orang yang baik menjadi jahat.

Pun sebaliknya, cinta mampu membuat orang jahat menjadi baik. Cinta memang mampu mengubah karakter seseorang. Amat besar pengaruh cinta bagi kehidupan seseorang. Makanya kamu harus berhati-hati, terutama bila sedang jatuh cinta.

Cinta plus ambisi akan membuat kamu berubah menjadi monster

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi kisah asmara. Cinta ditolak, nyawa melayang. Cinta diusik, golok dan celurit bertindak. Ada beberapa orang yang memilih membunuh orang yang dicintai hanya karena agar si dia tidak dimiliki orang lain. Kalau dirinya tidak bisa memiliki, orang lain pun tidak.

Ada juga kasus pembunuhan yang terjadi karena cinta tak direstui orang tua. Ini akan terjadi bila cintamu bercampur dengan ambisi untuk memiliki.

Cinta membuat kamu merasa berhak untuk cemburu

Dalam ikatan pernikahan, rasa cemburu memang diperlukan untuk keutuhan rumah tangga. Tetapi dalam kasus yang lain, cinta membuat kamu merasa berhak untuk cemburu. Bahkan meski kepada seseorang yang status hubungannya tidak lebih dari sekadar teman.

Perasaan cemburu memang wajar. Karena cemburu memang merupakan salah satu tanda cinta. Tapi ketika cemburu diluapkan dengan cara yang tidak tepat dan kepada orang yang kurang tepat pula, menjadi terkesan aneh dan berlebihan.

Cinta dapat membunuhmu secara perlahan

Zulaikha menukar kecantikan dan masa mudanya demi sang pujaan hati, Yusuf. Putra nabi Adam membunuh saudaranya sendiri juga lantaran asmara. Kalau kamu pernah nonton film Tenggelamnya Kapal Vanderwick, kamu akan tahu bahwa cinta mampu membunuhmu secara perlahan. Karena derita yang disebabkan cinta tak sampai itu memang tak terbayangkan perihnya.

Apalagi bila kamu terlanjur menaruh harapan untuk bersama orang yang kamu cintai hingga akhir hayat. Sebenarnya bukan sekadar cinta yang bisa membunuhmu perlahan. Melainkan cinta yang disertai harapan yang terlampau tinggi. Harapan yang tidak mengukur batas sejauh mana kamu bisa menahan kecewa.

Itulah alasan mengapa kamu harus berhati-hati dan waspada terhadap manisnya cinta. Sebab bila dibiarkan, cinta bisa menipu lalu menjerumuskan kamu dalam kehancuran. Mencintai boleh, tapi cukup sewajarnya saja. Cinta cukup kamu rasakan sejauh mana kamu bisa menahan sakit hati dan kecewa.

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: