Inilah 7 Mahar Nikah yang Sering Diterima Pengantin Wanita. Kalau Kamu Pilih yang Mana?

Terlepas dari waktu yang baik untuk menikah, kamu yang sudah berusia cukup tapi masih jomblo, pasti baper dan galau. Baper melihat foto-foto pernikahan bertebaran di media sosial. Galau karena belum juga memiliki calon. Hingga ada yang galau karena bingung mau mengajukan mahar apa ketika menikah nanti?

Untuk yang galau di poin terakhir, tidak perlu risau dan ribet. Karena bila kamu sudah memikirkan mahar, itu artinya kamu sudah memiliki calon dan sedang merencanakan pernikahan secara detail dan matang. Kamu hanya perlu fokus mempersiapkan pernikahanmu saja.

Oh ya, sekadar informasi tambahan, mahar merupakan rukun nikah. Berupa pemberian mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sebagai syarat yang diajukan pihak perempuan dalam prosesi akad nikah.

Kalau dalam tradisi India, pihak perempuan yang harus memberikan mahar. Namun dalam Islam, pihak laki-lakilah yang harus memberikannya.

Mahar merupakan hak penuh seorang perempuan yang harus ditunaikan oleh sang calon suami. Pemberian mahar bisa secara langsung saat atau pasca akad nikah, bisa juga dicicil. Kalau dicicil nih, harus ada keikhlasan dari pihak perempuan.

Mahar juga bisa berubah atau berkurang secara nominal bila sang istri memiliki kerelaan hati. Namun demikian, bagi laki-laki yang bertanggungjawab,tentu akan memenuhi hak istrinya meski dengan jalan yang sulit bagi dirinya.

Nah, persoalan mahar, Islam sudah mengajarkan semuanya. Sebagai sumber inspirasi nih, berikut ini ada tujuh mahar yang sering diberikan, dan diterima seorang muslimah:

Uang Tunai

Uang tunai merupakan alat tukar yang saat ini hampir menjadi kebutuhan utama—meski secara ekonomi tidak bisa disebut kebutuhan primer. Namun uang dapat menjadi alat tukar untuk memenuhi kebutuhan primer pasca menikah.

Uang dapat digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari, pakaian, dan bayar uang kontrakan bagi yang belum memiliki rumah sendiri. Untuk mahar, jumlah uangnya sangat bervariasi sesuai keinginan sang pengantin. Ada yang sengaja menghitung jumlahnya sesuai angka tanggal, bulan dan tahun akad nikahnya. Kamu mau mencobanya?

Perhiasan Emas

Hingga detik ini, nilai emas masih menjadi tolok ukur pertukaran mata uang asing. Sebab perubahan harganya yang relatif stabil dibandingkan barang berharga atau batu mulia lainnya. Kalaupun ketika dijual mengalami penyusutan, penyusutan yang terjadi tidak seberapa.

Oleh karena itu, emas menjadi salah satu jenis mahar yang sering diterima oleh seorang muslimah. Bahkan dalam beberapa tradisi pernikahan, cincin emas harus ada di luar mahar yang diminta mempelai wanita. Emas juga mudah sekali dijual lho tatkala dalam rumah tangga terdapat kebutuhan finansial mendesak. Hehehe ….

Al-Qur’an dan Seperangkat Alat Shalat

Mahar pernikahan yang paling banyak diterima seorang muslimah Indonesia ialah Al-Qur’an dan seperangkat alat shalat. Al-Qur’an, mukena dan sejadah menjadi mahar pernikahan memiliki makna simbolik: suami sebagai imam keluarga bertanggungjawab penuh untuk menjaga ibadah istrinya, terutama shalat.

Namun demikian, meski tanpa mahar tersebut, seorang suami tetap memiliki kewajiban menjaga ibadah istrinya ya.

Hafalan Al-Qur’an

Dewasa ini, sedang musim seorang muslimah meminta mahar berupa hafalan Al-Qur’an. Mempelai laki-laki diminta menghafal surat tertentu dalam Al-Qur’an. Hafalan tersebut selanjutnya dilafalkan pasca akad nikah.

Mahar semacam ini sebetulnya boleh-boleh saja. Namun tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw sendiri. Sebab mahar yang diberikan Rasulullah Saw kepada istri-istri beliau selalu berupa harta (benda, bernilai materi).

Paket Umrah

Paket umrah juga menjadi salah satu pilihan mahar yang bisa kamu pertimbangkan. Apalagi di zaman sekarang, ibadah umrah di Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tentu saja, pilihan ini dapat kamu ajukan bila kondisi ekonomi calon pasanganmu cukup baik dan mapan. Selain melaksanakan ibadah umrah, kamu juga bisa sambil berbulan madu bersama pasangan di Bumi Mekah.

Bahan Bacaan

Muslimah yang memiliki hobi membaca dan senang mempelajari banyak ilmu, dapat menjadikan bahan bacaan sebagai mahar. Bahan bacaan yang diminta biasanya berupa kitab-kitab keislaman klasik, buku-buku yang sudah langka, hingga buku-buku atau kitab yang menunjang terhadap masa depan dalam membina rumah tangga. Bahkan novel fiksi!

Namun, kalau kamu memilih meminta mahar berupa bahan bacaan, pilihlah bahan bacaan yang kaya manfaat dan kaya ilmu. Dan yang tak kalah penting, jangan menyusahkan calon suami dengan meminta bahan bacaan yang begitu sulit dicari.

Harta Berharga Lainnya

Mahar yang diajarkan dalam Islam juga dapat berupa apa saja, intinya berharga dan si mempelai perempuan ikhlas menerimanya. Rasulullah Saw pernah mencontohkan dengan memberikan mahar berupa puluhan ekor unta kepada Khadijah ra. Bahkan pemberian Rasulullah Saw melebihi dari permintaan Khadijah ra.

Di zaman sekarang, binatang ternak mungkin bukan sebuah pilihan yang pas. Kecuali memang ada niat untuk berinvestasi di bidang peternakan. Mahar berupa binatang ternak dapat juga diganti dengan mobil keluarga, rumah, atau bahkan rekening investasi. Intinya sesuatu yang memiliki nilai berharga dari sisi materi. Keren kan?

Nah, itulah tujuh mahar yang sering diterima muslimah. Sekadar penulis sarankan, bila kamu hendak mengajukan mahar, ajukan sesuai dengan kemampuan calon suami. Bukankah tujuan pernikahan itu untuk mencari ridha-Nya? Bukan hendak memperkaya diri dengan mahar.

Ingat bahwa sebaik-baiknya perempuan ialah yang maharnya ringan. Namun sebaik-baiknya laki-laki ialah yang memberikan mahar banyak kepada calon istrinya tanpa harus diminta. Jadi berlomba-lombalah menjadi orang yang terbaik untuk pasanganmu ya.

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan