Hai kamu para remaja yang ingin sukses, apa yang sudah kamu persiapkan untuk bisa menggapai kesuksesanmu? Kapan target kamu sukses?

Bicara kesuksesan, tidak hanya bicara hasil, akan tetapi perlu juga bicara proses. Nah, ngomongin sukses, nggak salah bila menargetkan kesuksesan itu dicapai sebelum usia 25. Bisa nggak, sukses sebelum usia itu? Bisa, di dunia ini tidak ada yang nggak bisa kok. Insyaallah bisa. Nah, untuk sukses sebelum usia 25, ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan. Apa saja itu? Baiklah, yuk lajutkan baca tips ini:

Memanfaatkan peluang

Sebelumnya pernah dengar kata peluang nggak? Peluang dalam arti sedehana adalah momentum/waktu yang dapat kita manfaatkan untuk menggapai sesuatu. Sudah paham belum apa itu peluang?

Ok, begini saja. Misal nih, kamu mendapatkan informasi ada lowongan beasiswa untuk melajutkan pendidikan di sekolah bahkan di perguruan tinggi dengan syarat dan fasilitas ini itu. Kondisi kamu mulai dari nilai rapot dan syarat-syarat lainya sudah mumpuni untuk mendaftarkan diri untuk beasiswa itu, lalu kamu daftar.

Nah, itu contoh sederhana dari apa itu peluang. Bagi kamu yang ingin sukses sebelum usia 25, kudu pandai memanfaatkan peluang yang ada, baik itu beasiswa, bisnis, ada kesempatan untuk mimpin organisasi dan peluang lainnya.

Jangan takut mencoba, jangan takut gagal

Jika kamu takut gagal sebelum mencoba, maka kecil kemungkinan kamu berhasil. So, buanglah rasa takut mencoba dan takut gagal dalam melakukan sesuatu.

Percayalah, kegagalan adalah bentuk evaluasi bagi kita dalam melakukan sesuatu. Oh iya, ngomongin gagal, penemu lampu pertama Thomas Alfa Edision, kalau menurut sejarahnya hampir seratus kali mengalami kegagalan. Apakah dia putus asa dengan kegagalan itu? No, sama sekali no. Pada akhirnya ia berhasil menemukan lampu pertama pada percobaan ke seratus.

Jika punya potensi, manfatkan jangan disia-siakan

Kamu pasti punya teman yang suka balap, bola, suka nulis dan kesukaan lainnya. Banyak kita temukan teman kita yang suka balap, dikemudian hari jago balap. Suka bola bisa jago main bola. Dari yang suka nulis jadi jago nulis. Ini yang biasanya disebut hobi membawa kesuksesan. Kalau dalam dunia akademik, orang yang menekuni hobi akan menjadikan orang tersebut berpotensi. Potensi seseorang yang sudah melekat dalam dirinya perlu diasah dan dikembangkan.

Maka tak heran jika dikebanyakan sekolah menjalankan ekstrakurikuler (kegiatan di luar jam pelajaran). Kegiatan itu dilakukan tidak lain hanya untuk menampung, mengelompokkan dan mengembangkan siswa sesuai potensi masing-masing. Dengan begitu, prestasi siswa yang membawa nama baik sekolah bisa dicapai tidak hanya akademik, tapi juga nonakademik.

Makanya kamu yang punya hobi silakan ditekuni, diasah, dikembangkan agar dapat menunjang kesuksesan.

Disiplin

Tanpa kedisiplinan, pekerjaan seseorang tidak akan maksimal, begitu pun dengan kesuksesan. Islam juga mengajarkan kedisiplinan, dalam Islam disebut istiqamah. Dengan kedisiplinan, bukan tidak mungkin kamu tidak akan sukses sebelum usia 25.

Untuk menjadi disiplin bisa coba buat daftar kegiatan dan konsisten melakukannya. Istilah ini memang gampang diucapkan, tapi aplikasinya dalam kehidupan tidak semudah mengucapkannya. Disiplin hanya bisa dilakukan oleh mereka yang mau melakukannya. Kamu siap?

Fokus

Untuk poin yang satu ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Mungkin saja hari ini kamu lihat orang sukses jadi ahli ini, kamu tertarik ingin seperti dia. Besok lihat teman sukses jadi itu, kamu juga ingin sukses seperti itu.

Mengambil ibrah dari kesuksesan orang lain memang boleh, tapi jangan sampai apa yang sudah kamu fokusin, justru kamu abaikan. Karena itu hanya akan membuatmu bingung tujuh keliling. Hari ini ngerjakan ini, besok itu, lusa ini lagi, lusa lagi itu lagi. So, fokus, fokus, and fokus.  

Jadilah diri sendiri

Meniru orang lain itu boleh, tapi jangan sampai lupa, kamu harus bisa jadi diri sendiri. Jadi walaupun kamu mengidolakan si A, bukan berarti kehidupan dan gaya hidup kamu harus sama.

Tampilkan dirimu apa adanya, maka orang lain akan tahu siapa kamu sebenarnya. Maksudnya begini, jadilah diri kamu sendiri tanpa harus ikut gaya orang lain. Pastikan kamu bisa dan memiliki gaya tersendiri dalam menjalani kehidupan. Dengan begitu, orang lain akan menyadari kalau memiliki ciri khas dan gaya hidup seperti apa yang sudah kamu lakukan.

Kreatif dan produktif

Sebagai manusia yang dibekali akal, kita harus bisa mensyukuri pemberian pencipta. Bagimana caranya? Gunakan akal kita untuk bisa keratif dan produktif. Cara sederhana untuk memulai kreatif dan produktif bisa melihat alam sekitar. Kira-kira, di sekitarmu ada hal apa yang bisa kamu jadikan bahan kreativitas dan produktivitas.

Misal, kamu hidup di kota yang banyak sampah dari bahan plastik seperti bekas botol air mineral. Cobalah kamu buat botol tersebut menjadi bahan berguna. Jadikan lampion dengan bentuk dan modif sesuai dengan yang kamu inginkan lalu kamu pasarkan. Itu contoh kreatif kalau hidup di perkotaan.

Lain lagi dengan yang hidup di desa. Semisal kamu hidup di desa dan menemukan banyak sabut kelapa. Cobalah kamu buat tas, peci atau benda-benda yang berguna lainnya berbahan sabut kelapa. Selain kamu kreatif dan produktif, dengan memanfaatkan bahan yang dianggap sepele oleh sebagian orang, kamu sudah menyelematkan lingkungan dari tumpukan sampah.

Nah, silakan dicoba yang tips tersebut. Semoga kamu bisa segera menggapai kesuksesan ya. Aamin.

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: