Inilah 7 Sebab yang Membuat Rezekimu Seret dan Amburadul

Ada banyak sekali macam rezeki yang hadir dalam hidup kita.

Sebab rezeki tidak melulu soal uang dan makanan. Rezeki dapat berupa udara yang kita hirup setiap saat. Rezeki dapat pula berupa keimanan kepada Allah yang bertambah kuat.

Dan ada pula yang berupa keluarga bahagia serta anak-anak shalih-shalihah. Intinya, segala sesuatu yang kita nikmati dan bahagia atasnya, itulah rezeki yang harus kita syukuri.

Kalau rezeki yang berkaitan dengan nafkah sehari-hari, memang merupakan rahasia Allah. Karena kita tidak pernah tahu kapan, dari mana dan dengan cara apa mendapatkannya.

Ada yang rezekinya begitu mudah diperoleh sehingga memiliki harta berlimpah. Bahkan memiliki banyak kesempatan dan keterbukaan hati untuk berbagi dengan sesama.

Tetapi ada pula yang rezekinya begitu susah. Bahkan untuk makan sehari-hari saja harus hutang sana-sini. 

Sebagian dari kita kemudian mengeluh karena seretnya rezeki tersebut. Sudah bekerja banting tulang setiap hari, tetapi untuk makan saja sulit.

Mungkin kita perlu tahu bahwa ada beberapa hal yang membuat rezeki kita sulit didapat sebagaimana tertuang dalam buku Amalan-amalan Sakti Pembuka Pintu Rezeki berikut ini:

Gemar Berbuat Maksiat

Kadang tidak kita sadari bahwa salah satu penyebab seretnya rezeki ialah karena maksiat yang tak kunjung kita taubati.

Boro-boro bertaubat, membaca istighfar saja kadang dapat dihitung dengan jari. Tak heran bila rezeki kita menjadi seret.

Kesulitan dalam mencari rezeki, kesulitan hidup sehari-hari, Allah jadikan sebagai penebus dosa-dosa kita. Sulitnya rezeki ibarat sebuah teguran atas kemaksiatan yang terus-menerus kita lakukan selama ini.

Itulah sebab mengapa ada jenis rezeki yang Allah berikan sebab taubat atau istighfar.

Gagal Mengelola Rezeki

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, uang sekecil apapun akan mampu memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi uang sebanyak apapun, tidak akan pernah bisa memenuhi gaya hidup.

Salah satu penyebab rezeki kita seret ialah karena tidak bisa membedakan mana kebutuhan hidup dan yang mana gaya hidup.

Rezeki yang diperoleh kita habiskan untuk bersenang-senang daripada untuk memenuhi kebutuhan hidup saat mendesak.

Durhaka kepada Orangtua

Ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua. Itu juga berlaku dalam rezeki kita. Bila orangtua marah kepada kita dan tak kunjung memaafkan, bisa menjadi penyebab seretnya rezeki kita.

Orangtua tidak perlu mendoakan keburukan kepada anaknya. Dengan kita menyakiti dan membuat mereka sedih, itu sudah menjadi sebuah doa keburukan.

Rezeki menjadi sempit, usaha terasa begitu susah, bahkan cenderung mengalami kegagalan. Kunci untuk lepas dari seretnya rezeki dalam hal ini ialah harus berusaha mencari ridha orangtua dan membahagiakan mereka.

Malas Bekerja

Poin ini merupakan penyakit di dalam diri yang menyebabkan rezeki kita seret. Ini berlaku untuk siapa pun.

Malas bekerja, alamat rezeki seret. Bila kita antusias menjemput rezeki, maka rezeki juga antusias menghampiri. Sebaliknya, bila kita malas-malasan dalam menjemput rezeki, rezeki juga akan malas menghampiri kita.

Rasa malas merupakan bisikan setan ke dalam hati yang dapat menghancurkan kita. Bila rasa malas bekerja kita pelihara, tunggulah sampai kefakiran menghancurkan kita. Ini sangat berbahaya. Karena kefakiran akan membawa pada kekafiran.

Kikir dan Pelit

Dalam pikiran orang yang kikir, hartanya takut habis begitu saja. Bahkan yang paling parah, kepada dirinya sendiri saja kikir.

Saking cintanya ia kepada dunia, mengalahkan rasa cinta kepada dirinya sendiri. Padahal Allah justru semakin mempersulit rezeki orang yang kikir dalam hal materi.

Siapa pun yang pelit, rezekinya akan sempit. Mungkin secara kasat mata, hartanya berlimpah karena tidak berkurang. Tapi berkah dari rezeki tersebut dicabut oleh Allah Swt. Harta berlimpah, tapi anak istri sakit-sakitan. Akhirnya harta habis untuk pengobatan istri dan anak.

Kufur terhadap Nikmat Allah

Orang yang kufur ialah mereka yang tidak pandai bersyukur. Nikmat Allah dianggap tidak ada. Bahkan ada beberapa orang yang cenderung sombong atas rezeki yang ia peroleh.

Ia menganggap kekayaan dan kesuksesan itu murni hasil jerih payahnya. Padahal kita tahu bahwa siapa bersyukur, Allah tambah nikmatnya. Sebaliknya, bila kufur yang terjadi, Allah cabut nikmatnya.

Hal itu juga berlaku pada rezeki berupa nafkah sehari-hari. Tak sedikit orang zaman sekarang yang kufur terhadap rezeki yang Allah limpahkan. Akibatnya, Allah cabut rezekinya. Allah persulit jalannya dalam menjemput rezeki.

Orang yang Dhalim

Orang yang dhalim ialah orang yang membuat kehidupan orang lain tidak tenang, semena-mena, dan hanya mementingkan kesenangannya sendiri.

Ia tidak peduli bila orang lain menderita karena dirinya. Bahkan cenderung bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Orang dhalim ini sekilas, hidupnya tampak bahagia. Namun itu hanya sesaat. Tinggal menunggu Allah mencabut segala nikmat dan rezeki dari kehidupannya.

Oleh karena itu, jangan sampai kita mendhalimi orang, baik disengaja ataupun tidak. Sebab sekali orang merasa terdhalimi, doanya akan terkabul.

Nah, itulah tujuh perilaku yang membuat rezeki kita seret. Oleh karena itu, bila ingin rezeki lancar, mudah dan berlimpah, hindari semua hal di atas.

Sebab Allah hanya akan melimpahkan rezekinya pada orang yang Dia anggap ‘pantas’ dan ‘siap’ menerima limpahan rezeki tersebut.

Oleh: Gafur Abdullah.

Referensi: Ramadlan Malawi, Amalan-Amalan Sakti Pembuka Pintu Rezeki, Araska Publisher, 2015

Tinggalkan Balasan