Inilah 7 Tanda Kalau Dia Memang Cinta Sejatimu

Cinta. Satu kata kaya makna. Namun cinta bisa meletakkan satu orang pada dua sisi kehidupan yang berbeda: kebahagiaan-kesedihan, kesetiaan-pengkhianatan, semangat hidup-keputusasaan.

Cinta bisa menghibur orang yang sedang sedih. Namun juga bisa membuat orang yang terlihat bahagia ternyata menyimpan bara luka. Cinta bisa mengubah pengkhianat menjadi sosok yang setia.

Sebaliknya, cinta juga mampu membuat orang berkhianat. Cinta dapat mendatangkan cahaya kebahagiaan bagi kehidupan orang yang merasakan. Namun tak sedikit juga yang justru membuat orang tidak ingin hidup lagi.

Ternyata cukup luas juga ya makna cinta. Sebab cinta ada untuk dirasakan. Bukan untuk dicari arti yang sesungguhnya. Namun demikian, tak sedikit orang yang mencoba mengartikan cinta yang sesungguhnya.

Orang-orang mencoba memberi makna cinta, khususnya cinta di antara hubungan laki-laki dengan perempuan. Lalu, seperti apa sih makna cinta yang sesungguhnya itu?

Cinta itu membahagiakan, bukan mencari kebahagiaan sendiri

Cinta dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan memiliki makna yang lebih sempit. Salah satu arti cinta, tatkala kamu mencintai seseorang, kamu akan mencoba menyenangkan seseorang tersebut.

Bahkan kamu bisa melakukan lebih dari sekadar menyenangkan si dia. Kamu akan berusaha membahagiakan dia. Yang jelas, kebahagiaan lebih dalam maknanya dari sekadar kesenangan.

Cinta itu bukan tentang kebahagiaanmu pribadi. Tetapi tentang bagaimana caranya kamu membahagiakan orang yang kamu cintai.

Cinta bukan selalu tentang ‘memiliki’

Yang perlu kamu ketahui pula, cinta itu bukan tentang memiliki atau dimiliki. Kamu boleh saja mencintai siapa pun. Tapi tidak ada keharusan bahwa kamu harus memiliki dia.

Bahkan terkadang, cinta itu harus melepaskan. Saat kamu belum siap bersama dia, kamu tak ingin memberi harapan palsu padanya, maka pilihan terbaik adalah melepaskan.

Biarkan dia pergi bersama orang lain. Kepergian dia tidak membuat cintamu padanya berubah.

Cinta itu menjaga, bukan merusak

Pernah lihat anak kecil yang mendapat mainan baru yang ia sukai? Bagi sebagian anak, saking sukanya, enggan memainkan mainan tersebut. Kenapa? Penyebabnya, khawatir dan takut mainan tersebut rusak.

Begitulah cinta yang sesungguhnya. Cinta tidak akan membiarkan kamu merusak si dia. Entah dengan jalan menyakiti hatinya, atau merusak kehormatannya (merenggut kesucian).

Jadi orang yang mengajak berhubungan intim sebelum menikah dengan dalih cinta dan kepercayaan, itu omong kosong. Cinta itu menjaga, bukan menghancurkan.

Cinta sejati membawa kepada kebaikan, bukan menjerumuskan

Cinta sejati akan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik. Setidaknya karena dia, kamu termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saat jatuh cinta, yang kamu lihat pasti kelebihan si dia.

Karena kelebihan itu, kamu kemudian termotivasi untuk menjadi pribadi lebih baik. Bukan cinta bila kamu semakin buruk, tetapi nafsu.

Cinta itu selalu membawa pada kebaikan, bukan justru menghancurkan. Apalagi menjerumuskan ke jalan yang tidak benar.

Cinta butuh bukti dan pengorbanan, bukan sekadar ucapan

Ingat, cinta itu bisa diucapkan. Tapi itu bukanlah makna cinta yang sesungguhnya. Itu hanya ungkapan lisan. Cinta yang sesungguhnya adalah apa yang kamu rasakan dalam hati.

Lalu untuk membuktikan kebenaran cinta, kamu perlu membuktikannya dengan tindakan. Bukan sekadar kata-kata. Bukti cinta dalam tindakan adalah pengorbanan.

Lihat saja orang tua. Sebagai bukti cinta mereka terhadap anak-anaknya, mereka rela banting tulang untuk mencukupi kebutuhan dan memenuhi keinginan sang anak. Tak jarang mereka mengabaikan kebutuhan dan kepentingan pribadi, asal kepentingan anak-anaknya terpenuhi.

Kalau kamu ingin tahu seperti apa bukti dan pengorbanan cinta, lihat bagaimana orang tua membesarkan anak-anak mereka.

Cemburu tanda cinta

Ya. Setiap orang yang mencintai pasti pernah merasa cemburu. Bahkan meskipun orang yang dicintai itu bukan miliknya. Atau tidak terikat dalam hubungan apa pun. Rasa cemburu sebetulnya bentuk lain dari rasa iri.

Kamu akan marah saat orang tuamu lebih perhatian kepada adikmu. Kamu juga akan marah bila pasanganmu berkomunikasi intens dengan orang lain. Di mana seharusnya dia lebih memperhatikan kamu.

Cuma yang aneh, banyak orang mengatakan cinta kepada Allah. Tetapi tidak merasa cemburu saat Allah terkesan mengabaikan dirinya, sedangkan kepada orang lain begitu perhatian karena tercukupi setiap kebutuhannya.

Cinta tidak bisa dilupakan begitu saja, tetapi bisa dikendalikan

Berhubung cinta itu Allah yang mengatur, kita tidak bisa membuangnya begitu saja. Semisal, kamu mencintai seseorang tapi belum saatnya menikah.

Pacaran juga bukan pilihan yang bijaksana. Kamu tidak bisa membuang begitu saja rasa cinta tersebut. Rasa cinta itu akan tetap ada, sampai Allah mencabutnya dari dalam dada.

Meski demikian, kamu bisa mengendalikan perasaan tersebut. Tentu dengan pemikiran yang matang. Misalnya dengan berusaha agar tidak terlalu sering bertemu dengannya.

Ketika pikiran tentang dia muncul, kamu segera alihkan pada sesuatu yang kamu anggap lebih penting.

Nah, sudah jelas kan, apa itu cinta sejati?

Jadi intinya, cinta itu bukan perasaan yang bisa dijadikan permainan. Kehadiran cinta menjadi sumber daya maha penting bagi kehidupan kita.

Sebab tanpa cinta, kita tak lebih dari hewan berakal, tetapi tidak bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Lantas, bagaimana makna cinta sejati menurut kamu?

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan