Inilah 9 Kunci Manajemen Waktu untuk Kesuksesan Hidup

Waktu adalah kehidupan. Manusia akan dipertanyakan Allah Swt tentang waktu itu.

Jika seorang muslim menggunakan dalam kebaikan, kesalehan, dan ketakwaan berarti ia telah mendapatkan keuntungan dari waktunya itu. Sedangkan jika ia gunakan waktu itu untuk hal-hal selain itu, berarti ia telah mendapatkan kerugian.

Rasulullah Saw, telah mewasiatkan kita untuk memanfaatkan waktu. Beliau bersabda, seorang pelajar harus menyusun dan mengatur waktunya antara beribadah, menerima pelajaran, mengulang pelajaran, menyelesaikan urusan pribadi, dan berdakwah untuk Allah Swt. 

Bagaimana cara mengatur waktu yang baik?

Tentukan tujuan dalam menggunakan waktunya itu.

Tujuan dalam mendapatkan ilmu di sini adalah beribadah kepada Allah Swt. Karena dalam Islam, menuntut ilmu pengetahan adalah ibadah, bekerja adalah ibadah, dan bersantai untuk menghibur diri juga adalah ibadah, jika niat semua itu untuk mencapai keridhaan Allah Swt.

Dalil hal itu adalah firman Allah Swt, “Katakanlah, ‘sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Swt, tuhan semesta alam.” (Qs. Al-An’aam ayat 162)

Membagi pekerjaan-pekerjaan yang akan dikerjakan dalam waktu yang tersedia, sesuai dengan situasi dan kondisi.

Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pekerjaan itu terhadap waktu. Di antaranya pekerjaan yang terpenting ini adalah beribadah, keluar untuk menuntut ilmu, belajar, berlibur untuk menyegarkan diri, menyelesaikan urusan keluarga dan orang lain, berolahraga, tidur dan lainnya—yang termasuk dalam aktivitas yang dibolehkan.

Bangun lebih dini, siap bangun tidur di waktu fajar.

Besar kemungkinan matahari akan mendahului jadwal bangun seseorang. Mengingat waktu ini adalah waktu di mana malaikat malam dan siang berkumpul, maka Rasullulah Saw pun memberikan keteladanan setiap hari dengan bersegera tidur di awal malam.

Amalan tersebut membuktikan badan Rasulullah Saw lebih sehat, dan shalat di waktu fajar bisa dilaksanakan secara maksimal.

Memungkinkannya memiliki waktu cukup untuk taqarrub dan tadabbur hingga tiba waktu fajar, sehingga pagi hari baginya adalah masa iman dan ilmunya terjaga. Bahkan terasah dan kian menguat. Terlebih jika waktu tersebut juga diisi dengan memohon ampunan kepada-Nya.

Tentukan metode dan perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk melaksanakan kerja pada waktunya.

Sehingga pelaksanaan kerja itu tidak terganggu karena tidak adanya perangkat itu. Misalnya adalah buku-buku, alat-alat kerja, perangkat-perangkat penunjang, dan lainnya.

Buat alternatif untuk mengantisipasi jika terjadi perkara-perkara yang tak terduga.

Karena hal itu akan memerlukan waktu tambahan dan tak diperhitungkan ketika membuat rencana. Ini memerlukan penyusunan ulang prioritas kerja sesuai dengan tingkatan statusnya sebagai faktor-faktor dharuriyat (vital, urgen), hajiaat (sekunder), dan tahsiniat (pelengkap).

Dahulukan pekerjaan yang masuk dalam kelompok tahsiniat maupun dharuriat. Juga ia tidak boleh membuang-buang atau menyia-nyiakan waktu.

Tentukan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan pada waktu tertentu.

Sehingga sesuatu pekerjaan tidak mengorbankan pekerjaan lain. Misalnya menentukan waktu tertentu untuk mempelajari semua aspek pekerjaan atau topik ilmu yang akan dipelajarinya.

Tetapi juga miliki rencana sampingan untuk mempelajari setiap ilmu baru sehingga ada keseimbangan dalam hidup.

Jangan suka menunda pekerjaan, jangan menunggu sampai menit akhir.

Benturan waktu dan aktivitas biasa terjadi saat kamu membiarkan pekerjaanmu menumpuk. Jika kamu menghadapi ujian mingggu depan, mulailah menyiapkannya sekarang, sehingga jika kamu juga menghadapi suatu acara yang juga tidak kalah penting bersamaan dengan ujianmu, kamu bisa melakukan keduanya tanpa mengganggu persiapan ujianmu.

Demikian juga jika kamu memiliki rencana untuk mengembangkan hobi tertentu yang bisa meningkatkan kemampuan pribadimu, lakukanlah saat hari libur.

Kamu harus mampu menentukan prioritasmu.

Ini adalah saran yang harus digunakan, karena ini adalah aspek terpenting dalam mengatur waktu. Seorang pelajar melakukan berbagai kegiatan untuk menyeimbangkan hidup dan berhasil dalam hidup, kegiatan itu ialah:

  • Shalat wajib dan puasa wajib.
  • Membaca dan menghafal Al-
  • Bersedekah, aktif dalam kegiatan bersosial.
  • Kerja paruh waktu.
  • Belajar (ilmu agama dan ilmu umum).
  • Kegiatan ekstra kurikuler untuk menambah kemampuan pribadi.

Seorang pelajar atau mahasiswa membagi waktunya menjadi beberapa bagian (dengan jumlah yang spesifik). Namun, bagaimana jika kamu tidak memiliki waktu yang cukup untuk satu aktivitas saja dan atau muncul konflik di antara kegiatan yang ada?

Inilah waktunya kamu harus memberikan prioritasmu. Jika kamu menghadapi dua kegiatan dalam satu waktu, misalnya shalat wajib atau belajar, maka tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi.

Kamu harus melakukan shalat dahulu, demikian juga kamu harus meletakkan belajar di atas aktivitas kurikuler dan kerja paruh waktu.

Buatlah daftar rencana kegiatan.

Ini mungkin sebagian besar dari kita menganggapnya hal remeh, namun bila kita mulai menggunakanya, kita akan memahami bahwa hal ini sagat penting. Daftar rencana kegiatan akan membantu dalam:

  • menghindari kegiatan/janji yang luput untuk kita kerjakan;
  • melakukan aktivitas yang bisa dikerjakan sesuai dengan kapasitas dan waktu yang dimiliki;
  • menghindari benturan kegiatan;
  • menyiapkan sejak dini untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Ingat ya, penggunaan waktu merupakan gambaran dalam melihat dan memastikan siapa diri kita yang sebenarnya. Karena sesungguhnya setiap orang yang sukses pasti orang yang jago memanfaatkan waktunya.

Apakah kamu siap jadi orang sukses?

Oleh: Tim Trenlis.co.

Referensi: Dr. Husein Syahatah, Kiat Islam Meraih Prestasi, Gema Insani.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan