Inilah 9 Penyebab Bau Mulut yang Tidak Kamu Sadari! Begini Cara Mengatasinya

Pernah enggak ngerasain, saat ngobrol dengan seseorang, tiba-tiba lawan ngobrolmu ambil jarak? Menjauh beberapa jengkal. Lantas, apa yang ada dalam pikiranmu? Duh, enggak banget yah?

Jangan-jangan bau mulut, nih? Beragam perasaan tidak enak pun menyerbu. Sedikit menarik diri, minder mendadak menguasai. Duaarr! Hilang deh kesempatan emas untuk bergaul.

Padahal, saat itu kamu lagi seru-serunya bertransaksi bisnis, atau lagi melakukan lobi-lobi mengenai urusan penting lainnya. Yang ada, gagal deh, semua impian yang sudah disusun gegara satu keadaan yang kerap tidak kita sadari.

Bau mulut. Sebenarnya kenapa sih seseorang bisa mengalami bau mulut yang tidak sedap? Faktor apa saja yang menyebabkan napas kita berbau tidak sedap?

Mengenai bau mulut, dibedakan menjadi akut dan kronis. Bau mulut akut adalah yang munculnya mendadak dan cepat hilang, misalnya karena makan makanan mengandung bawang putih, pete, jengkol atau makanan lainnya.

Sedangkan kronis yang lebih lama menetap. Biasanya terkait dengan kebersihan rongga mulut secara umum, juga terkait dengan adanya pernyakit tertentu pada rongga mulut.

Dari berbagai macam penyebab bau mulut yang begitu populer, jangan-jangan 9 hal ini jarang sekali kamu ketahui:

Penyakit di dalam rongga mulut

Asal tahu saja, mulut kita termasuk bagian tubuh yang mempunyai banyak kuman yang menyelinap tinggal di sana dengan bebasnya.

Kamu tahu kan, rongga mulut sebenarnya merupakan bagian tubuh yang cukup rawan sakit. Semua jenis makanan akan mencoba dimasukkan ke dalamnya.

Apa pun bentuknya, apa pun warnanya, tanpa ampun gigi geligi akan dengan sadis menggilingnya hingga hancur. Mulai dari tulang ayam, permen, makanan bercuka.

Bahkan, hingga tutup botol pun tak lepas dari sasaran empuk, membukanya dengan geligi yang rawan pecah. Kondisi ini dapat menyebabkan bagian tubuh ini sering mengalami sakit.

Ternyata gigimu berlubang

Lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati. Semboyan orang yang tidak pernah sakit gigi. Namun, saat seseorang mengalami sakit gigi, ada suara bisikan kecil pun, serasa menjadi ejekan luar biasa, yang membuatnya jengkel hingga pengin berteriak.

Gigi berlubang tidak selalu menyebabkan gigi sakit. Hanya risiko terjadinya sakit gigi akan jauh lebih besar dibanding dengan gigi utuh yang tidak berlubang. Kenapa gigi yang berlubang kok menimbulkan bau mulut?

Gigi berlubang akan menyebabkan makanan menyelinap masuk dan tersembunyi di dalamnya. Bahkan saat kita menggosok gigi dengan gigih pun, belum tentu makanan yang berhasil menyelinap tadi akan terdepak dari lubang gigi. Namanya makanan, saat melebihi beberapa waktu pasti akan mengalami pembusukan.

Nah, termasuk makanan yang menyelinap tadi pasti akan mengalami pembusukan dengan peran serta kuman. Pembusukan yang terjadi secara langsung akan menghasilkan zat-zat belerang.

Zat belerang ini lah yang akan menghadiahi aroma busuk. Maka, penanganan yang harus segera dilakukan adalah menambalnya selagi ukuran lubang masih memungkinkan untuk ditambal. Saat kerusakan pada mahkota gigi lebih parah maka proses penambalan akan lebih susah dilakukan, bahkan tak jarang justru membuatnya tidak mungkin lagi untuk ditambal, tapi harus dicabut. Lebih serem lagi, kan?

Ternyata gusimu bengkak

Pagi-pagi bercermin, tahu-tahu ada yang aneh dari bentuk wajah. Sepertinya menjadi sedikit tidak simetris. Rupanya, salah satu rahang membesar.

Radang atau bengkak pada gusi membuat kondisi dalam rongga mulut menjadi tidak nyaman. Aktivitas menyikat gigi pun menjadi terhalang. Kondisi ini akan menyebabkan munculnya kuman dan mengundang terjadinya proses pembusukan.

Peradangan sendiri akan menyebabkan terjadinya proses penumpukan darah pada bagian yang meradang, sehingga meningkatkan risiko perdarahan gusi. Perdarahan yang terjadi akan menambah aroma yang semakin tidak sedap.

Cara mengatasinya adalah dengan berkumur air garam sebagai penghalau munculnya koloni kuman lebih banyak. segera periksakan kondisi ini ke dokter maupun ke dokter gigi terdekat.

Infeksi di sekitar rongga mulut

Yang namanya infeksi, hampir selalu dipastikan akan melibatkan kuman di dalamnya. Termasuk infeksi di dalam rongga mulut. Apakah itu infeksi gusi, infeksi sela gigi maupun infeksi lidah dan gigi. Infeksi akan menghasilkan gas beraroma pembusukan. Ialah gas belerang.

Yes! Periksa ke dokter juga merupakan langkah yang paling tepat saat ini, mungkin dibutuhkan beberapa antibiotik untuk dapat mengatasinya.

Radang pada tenggorokan

Tenggorokan merupakan saluran setelah rongga mulut. Jika di dalam sini mengalami infeksi apalagi hingga bernanah, pasti akan menimbulkan napas yang baunya sangat tidak sedap.

Rajin berkumur air garam saat awal muncul gejala, sangat membantu mengurangi keparahan yang terjadi.

Tumpukan karang gigi

Ini pernah ada cerita beneran. Ada seorang anak SD yang entah sikat giginya berapa kali sehari atau bahkan berapa hari sekali. Yang jelas, saat dia berbicara pasti akan mengeluarkan bau yang tidak enak.

Waktu itu belum bisa menerka kenapa bisa begitu? Hanya saja yang sampai sekarang masih teringat, aroma mulutnya itu, sangat aduhai!

Juga, saat dia tertawa terbahak-bahak, di gigi geliginya banyak sekali menempel kuning-kuning bertekstur kasar tapi terkesan rapuh, memenuhi semua gigi geraham yang ada.

Rupanya itulah yang menjadi penyebab utama aroma mulut tidak sedap itu. Karena di tumpukan karang gigi itu mudah sekali menempel sisa makanan maupun kuman yang banyak terdapat di dalam mulut.

Bisa membayangkan, seberapa banyak makanan yang membusuk di dalam sana saat tak pernah sikat gigi?

Jika itu yang terjadi pada kamu, percaya deh, segera bersihkan itu karang-karang. Dan mulailah rajin menggosok gigi, setiap hari.

Belum makan apa pun

Puasa. Orang yang berpuasa cenderung akan mempunyai bau mulut yang berbeda dari biasanya. Setidaknya, tidak memasukkan apa pun ke dalam mulut dalam waktu lama.

Misalnya tidur malam, akan menyebabkan air liur menjadi lebih pekat dan perkembang biakan kuman akan menjadi lebih banyak. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya proses pembusukan dari sisa-sisa makanan di dalam mulut.

Makanya, saat tidur tidak didahului dengan menyikat gigi secara rutin, sisa makanan yang ada akan dibuat pesta oleh sekawanan kuman tak terlihat, namun sigap dalam merusak gigi maupun meyebabkan penyakit di dalam mulut.

Mencegah bau mulut saat berpuasa bisa dengan memperbanyak makan buah saat makan sahur, juga perbanyak minum air putih akan membantu mengurangi bau mulut yang muncul. Jangan lupa, tetap menggosok gigi setiap habis makan sahur!

Jarang makan buah atau sayur

Makanan yang paling manjur untuk menghilangkan bau mulut akut adalah buah. Selain kandungan airnya yang banyak mampu mengencerkan air liur, buah pun mengandung banyak vitamin yang akan menyegarkan aroma mulut.

Kurang minum air putih

Kondisi liur yang pekat akan serta merta berubah saat kita minum air putih. Semakin banyak kita minum air putih, maka koloni kuman yang mendominasi rongga mulut akan semakin sedikit seiring dengan kondisi air liur yang menjadi lebih encer.

Proses pembusukan sisa makanan akan semakin berkurang. Banyak minum air putih juga akan membersihkan rongga mulut dari kuman-kuman yang terlalu aktif menghasilkan gas belerang.

Lalu bagaimana cara mengatasi bau mulut?

Beberapa tips mengurangi bau mulut tidak sedap ini bisa kamu lakukan:

  • Menggosok gigi secara rutin minimal dua kali sehari, terutama sebelum tidur malam.
  • Menjaga kondisi rongga mulut selalu bersih dan sehat.
  • Selalu membuka hari dengan minum segelas air putih setiap pagi bangun tidur.
  • Membiasakan makan buah setiap pagi dan sepanjang hari.
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan.

Semoga bermanfaat ya!

Oleh: Dokter Eka Wahyuni.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan