Memiliki kemampuan untuk mendeteksi kebohongan dari diri seseorang itu memang sangat penting bagi kita. Seseorang yang suka berbohong pada umumnya tidak disukai oleh orang yang berada di sekelilingnya. Kita wajib waspada kepada orang yang sering berbohong agar kita terhindar dari kedustaannya, jangan sampai diri kita, keluarga kita, teman-teman kita menjadi korbannya.

Kebohongan seseorang akan menimbulakan dampak besar bagi orang di sekilingnya, karena bisa membunuh karakter seseorang karena provokator, adu domba, dan fitnah yang menjadi penyebab perbuatan yang kurang baik itu. Banyak orang tajir yang kehilangan hartanya karena menjadi korban kebohongan orang lain. Biasanya seorang penipu beraksi dengan cara membohongi korbannya.

Di bawah ini ada beberapa ciri-ciri orang yang suka berbohong, mari kita pelajari bersama supaya tahu seperti apa orang yang berbohong itu:

Bicaranya selalu berubah-ubah.

Seorang pembohong tentu akan mengeluarkan kata-kata yang selalu berubah-ubah. Hari ini bilang A, keesokannya bilang B dan seterusnya. Saking seringnya dia berbohong, maka dia sendiri tidak pernah mengingat apa saja kebohongan yang sudah dia lakukan. Jadi dia selalu berubah-ubah tidak konsisten dengan ucapannya sendiri.

Suka mengalihkan pembicaraan.

Biasanya, seorang pembohong akan mengalihkan pembicaraannya ketika dirinya sudah merasa terpojok. Semisal topik pembicaraan awalnya A, karena dia terpojok, dia memaksa lawan bicaranya untuk membicarakan topik B. Hal tersebut dilakukannya agar kebohongan yang ada pada dirinya tidak terendus orang lain, jadi aman.

Cara bicara tidak natural.

Saat seseorang berbohong, kita dapat melihat kebohongannya melalui caranya bicara. Biasanya seseorang yang sedang berbohong akan terjadi perubahan suara menjadi lebih tinggi dan dia tidak berbicara seperti biasanya. Terkadang jika kebohongannya sudah mulai tercium, omongannya akan terpatah-patah. Ya mungkin dia takut kali ya kalau kebohongannya terbongkar.

Ada kontak tubuh tertentu.

Jika ada kebohongan pada seseorang, maka biasanya dia akan melakukan gerakan-gerakan tubuh dengan sendirinya. Misalnya saja, jika dia sedang berbohong dan ditanya yang menyerempet tentang kebohongannya, dia akan menggaruk kepala karena bingung untuk menjawabnya. Dan di bagian leher dan belakang telinga mengeluarkan keringat yang lebih banyak dari biasanya.

Gelisah.

Ini merupakan hal yang paling mudah untuk kita mengetahui apakah orang itu berbohong atau tidak. Orang yang tidak tenang menandakan bahwa dia sedang tidak nyaman atau gelisah.

Nah, sifat seperti ini yang biasanya ada pada diri seorang pembohong. Gerakan badan, tangan, kaki juga menandakan dia merasa terancam. Pokoknya ada saja deh yang dilakukannya.

Muncul keringat di telapak tangan.

Telapak tangan tiba-tiba berkeringat, padahal sih tidak ngapa-ngapain. Hal semacam ini dikarenakan meningkatnya metabolisme yang tidak bisa diatur. Di sisi lain, seseorang yang berbohong detak jantungnya bekerja lebih keras. Karena itu menimbulkan keringat di telapak tangan dan mungkin juga akan menjalar di bagian leher, dahi, dan lainnya.

Marah saat ditanya.

Jangan pernah lupa bahwa tidak ada tanda yang jelas untuk mendeteksi kebohongan seseorang, dan seseorang mungkin akan marah karena lelah untuk terus ditanyai.

Tapi ada satu hal yang perlu kita ketahui, biasanya beberapa orang marah karena untuk pertahanan diri lho. Nah, marah ini adalah sebagai cara untuk mengelabuhi kita sehingga kita berhenti untuk menanyainya. Dan itu yang harus kita curigai.

Perhatikan tatapan matanya.

Jika kita perhatikan baik-baik, kita bisa mendeteksi apakah orang itu sedang berbohong atau tidak melalui tatapan mata. Nah, bagi orang yang tidak berbohong, saat kita tatap matanya, maka dia akan merasa canggung, bahkan dia tidak berani untuk membalas tatapan kita. Sehingga dia akan menundukkan kepalanya atau menatap yang lain untuk menghilangkan rasa canggungnya itu.

Tapi ketika orang yang sudah pandai berbohong, dia sudah mahir betul akan tatapan mata. Dia akan membalas tatapan mata kita secara tajam, seakan menunjukan bahwa dia benar-benar lagi tidak berbohong. Maka, berhati-hatilah ketika menemuai orang yang seperti ini.

Bersikap menjadi lebih baik.

Setiap orang yang berbohong mempunyai banyak cara untuk menutupi kebohongannya. Jika ada sebagian orang yang marah, main HP dan lainnya, tapi ada juga orang yang berlaku lebih baik ketika kita mencurigai dia.

Demi menutupi kebohongannya, mereka akan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kita juga mungkin berpikir kok aneh ya biasanya cuek kok tiba-tiba baik banget. Dia membelikan hadiah, pujian via SMS, WA dan lainnya, yang penting kebohongannya tidak terbongkar.

Pembicaraan tidak ada pangkal ujungnya.

Seseorang yang suka berbohong sering kali ngobrol tapi tanpa tujuan, tidak ada pangkal ujungnya. Jadi obrolannya tidak terarah sehingga membuat lawan ngobrolnya menjadi bingung dengan apa yang diucapkannya.

Jika kita lagi bahas A, dia sudah bicara B. Kita mau bahas B, dia bahas C. Ya begitulah, namanya saja ingin menutupi kebohongannya. Tapi toh bakalan ketahuan karena sikapnya yang tidak seperti biasanya.

Sering menutup mulut.

Untuk mendeteksi bahwa orang itu bohong, maka dia akan sering menutup mulutnya saat bercerita. Jika bualan yang keluar dari mulutnya, maka secara tidak langsung dia akan menutup mulut dengan telapak tangannya.

Nah, ketika orang itu banyak menutup mulut saat bercerita, kemungkinan besar apa yang diceritakan merupakan omong kosong saja.

Silakan share tulisan ini dan tandai teman-teman kamu yang suka bohong ya.

Oleh: Tim Trenlis.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: