Menjadi pemimpin tidaklah mudah, karena untuk menjadi seorang pemimpin membutuhkan usaha dan perjuangan yang sangat keras. Bahkan bisa mengalahkan kerasnya batu. Jika batu yang keras bisa dipecahkan selama satu jam, tetapi kerasnya perjuangan untuk mendapatkan gelar pemimpin membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya.

Tapi ada pula yang sejak lahir sudah tampak sifat kepemimpinan. Nah, apa yang dimaksud pemimpin itu? Pemimpin itu harus bisa membuat seseorang menjadi lebih tinggi dan lebih berani untuk melakukan hal-hal yang besar.

Jiwa pemimpin mampu memberikan manfaat kepada orang lain di sekitarnya. Nah, apa sajakah ciri-ciri yang bisa menjadi seorang pemimpin? Kita bisa pelajari bersama poin-poin dibawah ini:

Banyak yang konsultasi kepada kita

Jika kita merasa banyak orang di sekitar yang datang kepada kita hanya untuk meminta pertimbangan atas segala sesuatu yang akan mereka lakukan, artinya pemikiran yang kita miliki sangatlah penting untuk mereka.

Mereka merasa ada hal yang belum mereka ketahui, dan kita lebih paham atas hal itu. Dan ada juga seseorang yang belum mantap untuk pengambilan keputusan. Dia akan mantap dengan keputusannya setelah mendengar masukan dari kita.

Nah inilah potensi menjadi seorang pemimpin. Kok bisa? Orang percaya omongan kita, dan orang bergerak atas perintah kita. Itulah jiwa pemimpin.

Terbiasa menghadapi masalah dan menyelesaikan secara sopan

Menjadi seorang pemimpin juga harus siap dihadapkan dengan masalah. Bagaimana tidak, seorang pemimpin akan memimpin begitu banyak kepala dan setiap kepala itu memiliki pemikiran yang berbeda. Kemungkinan terbesar akan bertabrakan satu sama lainnya.

Itulah mengapa seorang pemimpin harus siap dengan keadaan yang mendesaknya sekalipun. Tidak menghindar dari masalah, tapi maju untuk menyelesaikan masalah itu.

Membuat daftar goal

Seorang pemimpin yang berkualitas akan memulai harinya dengan menuliskan apa saja yang akan dilakukannya. Seiring berjalannya waktu, jika catatan-catatan itu sudah dilakoninya, maka ia akan mencoretnya dalam daftar yang sudah tersedia.

Pemimpin yang cerdas akan mengetahui seberapa besar kemampuan diri untuk mengerjakan sesuatu. Seperti halnya seorang pemimpin akan mengerjakan sesuatu yang berat terlebih dahulu. Mengapa?

Karena dengan mengerjakan yang lebih berat akan mengurangi tekanan pikiran yang akan membuatnya stres. Nah, baru setelahnya melakukan hal-hal yang kecil dan mudah.

Menjadi pendengar setia

Sisi lain seorang pemimpin tidak hanya memimpin saja, tetapi juga harus bisa menjadi pendengar setia. Seorang pemimpin yang baik akan mendengarkan semua masukan atau keluh kesah rekannya atau bawahannya atau yang lainnya.

Pada umumnya, seseorang akan tertarik dengan sosok pemimpin yang mau mendengarkan, dipercaya dan semua rekan akan merasa terwakilkan olehnya.

Menaruh kepercayaan pada tim

Seorang pemimpin yang berkualitas tidak akan melakukan pekerjaannya sendirian. Dia akan membagi tugas kepada timnya dan mengarahkannya supaya bisa menjalankan amanah dari pimpinan dengan baik. 

Seorang pemimpin yang berkualitas juga tahu bagaimana caranya membagi tugas kepada timnya berdasarkan kemahirannya masing-masing.

Mempunyai pemikiran yang inspiratif

Seorang pemimpin juga tidak hanya fokus untuk menghebatkan diri sendiri, melainkan juga menghebatkan orang-orang di sekitarnya. Ia juga sangat gemar membagikan ilmu yang dimilikinya, memberi arahan kepada orang yang sedang kebingungan mengambil keputusan, membagi skill, dan juga berbagi pembelajaran kepada semua.

Dan tidak jarang orang-orang mempercayai dan menghargainya dan menjadikannya harapan untuk dimintai bantuan dan pertolongan.

Memiliki sifat yang tegar

Terkadang masalah selalu datang menerjang siapa pun, tapi terkadang juga banyak orang yang mengeluh akan masalah yang sedang dihadapinya. Namun beda halnya dengan jiwa seorang pemimpin, dia seorang yang selalu tegar, kuat, tidak patah semangat untuk menghadapi semua halang rintang yang ada dihadapannya.

Meskipun ia kalah, ia akan bangkit untuk menghancurkan masalah tersebut. Ketegaran dalam dirinyalah yang bisa meruntuhkan masalah itu.

Percaya diri

Kebanyakan dari kita tidak pede dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita yaitu akal yang sangat sempurna untuk berfikir, beruntunglah kita bisa memanfaatkan pikiran kita untuk memecahkan masalah di kehidupan kita.

Selain itu, ternyata sifat pede mampu ditularkan secara sengaja. Di sisi lain, jika kita bisa menularkannya kepada orang lain, percaya atau tidak kita sudah melakukan arahan kepada orang lain agar bisa pede pada diri sendiri. Itu artinya kita memiliki jiwa kepemimpinan, tinggal kita asah terus menerus.

Tegas

Ketegasan harus melekat pada diri seorang pemimpin, karena keadilan hanya bisa diterapkan dengan ketegasan. Tegas bukan berarti kita bersuara lantang atau malah marah-marah. Tapi tegas di sini bisa menentukan mana yang benar dan salah tanpa mencapur adukan keduanya.

Tanpa kita sadari seseorang yang memiliki sifat tegas dan tidak bermuka dua dengan sendirinya memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

Memiliki jiwa sosial yang tinggi

Pintar berbicara dan pandai dalam segala hal apa pun sudah menjadi syarat yang mutlak bagi seorang pemimpin. Pemimpin yang baik tidak hanya duduk mengangkat kaki di singgah sananya, tetapi juga perduli akan kondisi tim.

Hal semacam ini bisa dilihat dari pemilihan kata-kata, sampai cara mengucapkannya (intonasi). Dan yang lebih lagi, seorang pemimpin bisa menjadi penyambung lidah timnya, apa yang tim inginkan diterima, dipahami, dan akan diteruskan oleh pemimpin sehingga pemikiran penguasa akan sama dengan pemikiran timnya.

Nah, dari sekian banyak poin di atas, apakah ada dari kita yang memiliki sifat atau jiwa seperti itu? Jika iya, maka selamat suatu hari kita akan menjadi seorang pemimpin, pastinya pemimpin yang dikagumi tim dan berkualitas. Aamiin.

Oleh: Noval Yudhi.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: