Sumber gambar: erabaru.net

Inilah Rahasia Rezeki dari Arah Tak Terduga

Hampir setahun kami pindah ke sini. Baru sebulan lalu suami diterima bekerja setelah hampir setahun resign dari tempat sebelumnya. Tapi sisa uang belanja sudah sangat menipis sementara masih beberapa hari lagi dari jadwal gajian. Saat itu krisis moneter baru berlalu namun harga-harga barang belum sepenuhnya stabil.

Dua putri kami berusia 4 dan 3 tahun, alhamdulillah sehat. Sekarang saya sedang hamil yang ketiga. Biasanya saya kalau hamil aman saja, tidak suka ngidam aneh-aneh. Morning sick juga biasa saja, tidak sampai berlebihan. Tapi entah mengapa hari itu kok ya pengen sekali makan buah apel merah. Padahal saya tidak pernah membiasakan ngidam karena buat saya itu hanyalah keinginan yang tentu saja bisa kita kendalikan. Padahal juga saat itu mau belanja sayur saja sudah tidak pegang uang. Alhamdulillahnya masih punya beras. Maka itu saya segera membuang jauh-jauh lintasan pikiran makan buah apel merah. Eh tapi sempat terbayang tiba-tiba ada yang datang bawa apel merah..Haha. Saya tersenyum sendiri dengan khayalan tingkat tinggi tadi.

Siang itu suami pulang kerja tanpa bawa apa-apa. Kami bertiga sudah kelaparan. Akhirnya dengan sangat terpaksa kami sepakat, memberanikan diri meminjam uang pada seorang teman pengusaha yang sudah cukup terkenal di kota kami. Paling tidak untuk belanja sampai suami gajian. Saya menunggu di rumah, sibuk berdoa semoga Allah berikan kemudahan.

Saya tahu suami berat berangkat karena saya tahu persis, dia lelaki yang murah hati dan ringan tangan. Dia membantu siapa saja yang membutuhkan apalagi yang sengaja datang ke rumah. Jika kami sedang tidak punya uang beliau berusaha carikan pinjaman. Namun untuk dirinya dia berusaha menahan diri dari meminta bantuan. Alhamdulillah kami bukan orang yang kekurangan sebelum ini. Kami sama-sama bekerja dengan penghasilan yang cukup. Tetapi amanah dakwah meminta suami menangani daerah ini dan kami segera bersiap pindah. Dan di sinilah kami sekarang.

Oleh karenanya berangkat untuk meminjam uang kepada orang lain, saya tahu itu sangat berat dia lakukan. Tetapi ‘ala kulli haal, inilah alternatif terakhir yang kami punya saat ini. Karenanya saya berdoa dalam diam semoga Allah berikan kemudahan.

Tak lama suami pulang sambil tersenyum. Saya menyambutnya dengan tersenyum juga. Tapi saya lihat dia tidak membawa apa-apa. Saya tahu berarti Allah menjaga kami dari mempunyai hutang. Alhamdulillah. Lalu suami bilang, “Umi kan biasanya suka taruh uang receh sembarangan. Yuk kita cari dan kumpulin buat beli sayur.”

Maka kami segera menyusuri setiap sudut, meja dan laci yang kira-kira menyimpan uang recehan di dalamnya.  Alhamdulillah terkumpullah uang 5.000 rupiah. Segera saya bawa ke warung. Uang sejumlah itu ternyata mendapat 2 ikat bayam potong dan 4 potong tahu. Alhamdulillah.

Selesai makan suami bersiap berangkat lagi. Baru saja beliau berangkat bel pintu berbunyi. Ternyata seorang Ibu yang 2 orang putrinya les privat dengan suami. Beliau datang untuk membayar les privat putrinya. Dan yang membuat saya takjub adalah buah tangan yang dibawanya untuk kami. Ya. Sekantong apel merah.

Oleh: Ismi Marwiah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan