Inilah Remaja yang Dicintai Rasulullah, Kamu Termasuk?

Menjadi orang yang dicintai oleh orang lain adalah kebanggaan sekaligus anugerah tersendiri. Siapa sih yang tidak ingin orang lain menyukai kamu? Tentu kamu pasti menginginkannya. Apalagi orang yang menyukai, bahkan mencintai kamu itu adalah beliau yang paling rupawan, paling mulia yakni Nabi Muhammad Rasulullah saw.

Tahu nggak kalau ternyata Rasulullah saw sangat mencintai umatnya. Bahkan di akhir hayatnya, Rasulullah hanya memikirkan umatnya. Termasuk kamu para remaja. Lalu seperti apa sih remaja yang dicintai Rasulullah saw?

Remaja yang memanfaatkan masa mudanya sebaik mungkin

Masa muda atau masa remaja merupakan usia emas. Di usia ini, setiap orang berupaya melakukan pencarian terhadap jati dirinya. Ciri utama dari usia remaja ialah semangat yang nyaris tidak pernah kalah oleh lelah. Dan Rasulullah saw sangat mencintai para remaja yang memanfaatkan masa remaja, masa mudanya sebaik mungkin. Memanfaatkan waktu muda untuk mencari ilmu sebanyak mungkin serta beramal seproduktif mungkin.

Dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda yang artinya, “Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat, sampai dia ditanya tentang lima perkara. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan? Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan? Hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan? Dan ilmunya, bagaimana dia amalkan ilmunya?” (HR. Trimidzi)

Dari hadis tersebut, jelaslah bahwa Rasulullah saw memposisikan masa muda umatnya sama penting dengan umur, harta, dan ilmu. Sebab masa muda memang merupakan satu masa saat kamu memiliki waktu atau kesempatan yang lebih luas, fisik yang kuat, serta pikiran yang masih fokus.

Allah kagum terhadap pemuda yang mampu mengendalikan hawa nafsu

“Sesungguhnya Allah swt benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki nafsu menggebu.” (HR. Ahmad dan Thabrani). Itulah hadis Rasulullah saw yang menjelaskan akan cinta Allah terhadap pemuda atau remaja yang tidak memiliki nafsu menggebu.

Kalau ditinjau secara biologis, remaja atau pemuda mana yang tidak memiliki nafsu yang menggebu? Setiap orang yang sedang atau sudah pernah melewati masa remaja, pasti pernah merasakan. Bahwa nafsu menggebu, dalam hal ini syahwat, pasti pernah kamu rasakan. Sebab memiliki syahwat menggebu sudah merupakan fitrah biologis usia remaja. Namun yang dimaksud dalam hadis di atas ialah, pemuda yang mampu mengendalikan nafsunya dengan baik. Baik itu mengendalikan dengan cara menyibukkan diri bersama aktivitas bermanfaat, berpuasa, atau dengan menikah bagi yang sudah siap fisik, materi dan mental.

Suka bertaubat

Setiap orang tidak bisa lepas dari kesalahan. Baik itu kesalahan yang disengaja atau tidak. Manusia bukan makhluk yang suci seperti malaikat. Namun kelebihan manusia yang tidak dimiliki makhluk lain ialah, mudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Manusia dibekali nafsu yang membuatnya melakukan kesalahan. Tetapi manusia juga dilengkapi dengan akal yang membuatnya berpikir dan mudah menyadari kesalahan yang telah diperbuat.

Rasulullah saw menyukai pengikutnya yang senantiasa bertaubat. Orang-orang yang selalu menyadari kesalahan dan meminta ampun kepada Allah swt, mendapat tempat tersendiri di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Namun bila taubat itu dilakukan oleh seorang remaja, Rasulullah lebih menyukainya. Sebab sebagian orang terlena di usia muda, dan baru bertaubat setelah sadar kalau usia mulai masuk masa senja. Beberapa remaja bahkan menyatakan masa remaja ada untuk dinikmati. Taubatnya nanti saja kalau sudah tua. Ini jelas pemikiran yang salah. Sebab belum tentu umurnya sampai pada usia tua, kan?

Remaja yang tumbuh dalam ketaatan

Poin ini hampir sama dengan poin sebelumnya, tidak perlu menunggu usia tua untuk rajin beribadah. Tidak perlu menunggu uban tumbuh untuk belajar agama dengan baik serta mengamalkannya. Karena sejak usia remaja pun, kamu sudah bisa menjadi hamba Allah yang taat. Dan Rasulullah menyatakan kecintaannya kepada remaja yang tumbuh dalam ketaatan. Bila remaja lain sibuk dengan urusan yang hanya bersifat kesenangan, kamu harus sibuk dengan aktivitas yang membuat ketaatan meningkat.

Nah, itulah beberapa ciri remaja yang dicintai Rasulullah saw. Sungguh dicintai oleh orang yang paling mulia memang tidak mudah. Namun berusaha sebaik mungkin menjadi pilihan terbaik. Lagi pula, daripada kamu sibuk galau dengan cinta-cintaan yang masih belum jelas akhirnya, lebih baik kamu sibuk mengejar cinta Allah dan Rasul-Nya, kan?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan