cara menghadapi orang yang suka nyinyir

Inilah yang Harus Kamu Lakukan Ketika Ada Orang yang Suka Nyinyirin Kehidupanmu

Di kehidupan sehari-sehari ada saja orang yang tidak suka dengan kita. Entah di lingkungan rumah, sekolah, maupun kantor. Selalu ada saja orang terpilih yang menjadi peran antagonis. Pokoknya apa yang kita lakukan selalu salah.

Kita sukses, dia nyinyir. Kita liburan, eh dia nyinyir. Kita mendapatkan hadiah jalan santai saja, eh nyinyir juga. Ketika kita punya tetangga, sekolah, atau teman kantor yang suka nyinyir kepada kita, maka kita harus kuat untuk menghadapinya.

Nah, berikut ini yang akan kita bahas yaitu mengenai bagaimana cara kita menyikapi orang-orang yang suka nyinyir kepada kita—entah tetangga maupun teman di sosmed.

Jangan masukin hati.

Jika kita bertemu dengan orang yang sukanya nyinyir, dan nyinyirnya kepada kita. Jangan pernah diambil hati, jangan pernah dianggap serius.

Jika kita menganggapnya serius dan memasukan dalam hati yang ada kita akan merasakan sakit hati. Semakin kita tersinggung atas nyinyirannya, maka mereka semakin bersemangat untuk mengejek kita.

Berpikir positif.

Walau terkadang kita direndahkan, tetaplah bersikap baik terhadapnya. Mungkin suatu saat kita akan membutuhkan bantuan orang yang seperti ini.

Untuk menetralisir perasaan negatif, sebarkanlah aura-aura positif. Sebarkan kebaikan kebada orang yang merendahkan kita. Tegur dia dengan cara yang halus, dan tetap menolong di saat mereka kesusahan.

Menjauh.

Ketika seorang yang suka nyinyir kepada kita masih ngotot untuk mencemooh kita padahal kita sudah sabar dan diam, maka tindakan selanjutnya yaitu menjauh darinya.

Ini adalah cara pamungkas untuk menghilangkan energi negatif yang ada di sekitar kita. Terkadang kita sulit untuk melakukannya, tapi ini cara yang terbaik untuk kita supaya tetap menjadi pribadi yang baik.

Menasihati.

Jika kita cuek dia tidak berubah, maka kita harus menasihatinya. Syukur-syukur dengan kita menasihati, meraka akan malu dengan apa yang sudah mereka lakukan itu dan mereka tidak mengulanginya lagi, yang pasti jangan sampai ribut cuma gara-gara mereka yang nyinyir.

Kita tidak mau kan menambah musuh dalam kehidupan kita? Hidup kita akan lebih nyaman ketika kita tidak mempunyai musuh.

Jangan bongkar aib.

Kalau bisa, kita jangan sekali-kali membongkar aib orang yang benci dengan kita. seburuk apapun yang mereka lakukan kepada kita, cukup simpan saja, toh kita juga banyak dosa kepada orang.

Inget tidak kita udah punya dosa kepada siapa dan sudahkah kita meminta maaf. Tidak ada kata terlambat jika kita masih mau berusaha untuk meminta maaf. Cukup simpan apa yang mereka sudah lakukan dan coba untuk lupakan.

Memaafkan kesalahannya.

Jika pihak nyinyir mempunyai tipe yang tidak bisa menghadapi masalah, bagaimana cara kita menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Jadi, kita bisa memaafkan kesalahannya, dan mendoakannya supaya dibukakan pintu hatinya dan tidak melakukan hal seperti itu. Kita berdoa supaya dijauhkan dari sifat dendam.

Bersikikap biasa.

Supaya kita tidak kemakan nyinyirannya ada kalanya kita bersikap sewajarnya saja, jangan terlalu emosi atau malah dendam. Karena biasanya orang yang nyinyir tidak paham akan nyinyirannya.

Mereka hanya ingin mendapatkan simpati dari pengguna sosial media lainnya. Nah, bagi kita yang kena nyinyirannya hendaklah kita bersikap yang wajar saja, abaikan saja nyinyirannya.

Tunjukan prestasi.

Biarkan yang nyinyir tetap nyinyir, tidak ada gunanya kita membalasnya dengan suatu nyinyiran balik dan makian kepadanya.

Kita diam itu lebih baik, kita hanya perlu membuktikan dan membalasnya dengan menunjukan prestasi kita, kemampuan kita, kecerdasan kita kepada orang yang nyinyir kepada kita. kita buktikan lewat prestasi bukan hanya omongan belaka.

Cari tahu kenapa dia nyinyir.

Dari pada kita berprasangka buruk kepada mereka, alangkah baiknya kita mencari tahu dulu kenapa mereka nyinyirin kita, sedangkan kita tidak pernah mengganggu mereka.

Dan jika ada perilaku yang kurang berkenan hendaknya dibicarakan baik-baik, jangan main nyinyir di belakangnnya. Karena nyinyir dibalas nyinyir itu tidak menyelesaikan masalah.

Intropeksi diri dari nyinyiran orang.

Di dunia ini memang makhluk yang sempurna itu manusia, tapi tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Jangan sampai kita tumbuh dewasa menjadi pribadi yang kurang baik dan belagu.

Jadikan nyinyiran mereka sebagai bahan introspeksi diri. Mungkin ada benarnya mereka nyinyir karena sikap kita yang kurang baik. Kurang sopan. Pokoknya jadikan semua nyinyiran sebagai intropeksi diri ya!

Minta masukan kepada ahli.

Jika ada teman yang juga mengalami hal yang sama, kita bisa menanyakan kepadanya bagaimana dia menyelesaikan masalah yang seperti ini.

Mungkin dia mempunyai strategi yang lebih ampuh atau bahkan lebih baik dari pada kita. Nah, kita bisa minta sarannya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Cari teman senasib.

Carilah siapa saja yang berada kepada pihak kita dan siapa saja yang berada di pihak mereka. Jika nyinyirannya sudah sangat melewati batas, kita bisa meminta pendapat dari orang-orang yang berpihak kepada kita. Supaya kita mantap untuk mengambil keputusan dan apa tindakan yang harus kita lakukan.

Blok akun.

Untuk apa kita mikirin orang yang selalu nyinyir kepada kita. Jangan ambil pusing, blok saja akun di sosial media dan hapus juga pertemanan kita dengannya.

Mungkin dengan blok akunnya kita bisa merasakan sedikit ketenangan di hidup kita, toh kita juga tidak mengenalnya dan mungkin juga, si pelaku nyinyir ini setidaknya sudah tidak ada lagi di dalam kehidupan kita.

Nah mungkin poin-poin tersebut bisa kita coba, siapa tahu dari salah satunya manjur untuk orang yang nyinyir kepada kita. Kira-kira kamu sudah pernah melakukan yang mana?

Oleh: Tim Trenlis.

Ilustrasi dari sini.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan