Jangan Banyak Gaya, Jadilah Anak Kebanggaan Orangtua

Pertumbuhan dari masa anak-anak ke remaja menjadi tantangan tersendiri bagi semua orang. Hal ini dikarenakan sifat yang labil dan emosi yang cukup tinggi melekat di masa ini. Sehingga, tak heran jika ditemukan sebagian anak yang sudah beranjak pada masa ini terlibat pada tindakan asusila dan amoral. Paling tidak, sering membantah kepada ibu dan bapaknya.

Namun banyak juga yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Nah, kamu sebagai remaja yang merupakan harapan orangtua bahkan aset bangsa, harus bisa memberikan kebanggaan kepada orangtua dan bangsa. Kapan dan bagaimana caranya? Gampang, coba terapkan poin-poin berikut ini:

Memenuhi perintah dan permintaannya

Orangtua mana yang tidak senang bila memiliki anak penurut. Minta tolong ini itu selalu dilaksanakan. Kamu sebagai remaja yang ingin membanggakan orangtuamu, jangan pernah bosan untuk memenuhi permintaan dan perintah  orangtuanya. Apalagi melakukan semua itu juga bagian dari bentuk berbakti kepada orang yang telah merawatmu mulai dari dalam kandungan hingga kamu tiba pada usia remaja sekarang.

Tapi, tidak semua permintaan dan perintahnya harus diikuti semuanya. Ada juga loh, perintah yang tidak boleh, bahkan wajib menolak. Apa itu? Misal, diminta untuk mencuri, berbuat syirik, membunuh dan perbuatan buruk lainnya. Karena itu sangat bertentangan dengan agama dan norma. Bagaimana cara menolakanya? Ya, dengan cara yang baik dan sopan.

Membantu meringankan pekerjaannya

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, orangtuamu pasti banyak kesibukan. Mulai dari urusan ayah mencari nafkah, ibu memasak, beres-beres rumah dan banyak pekerjaan lainnya. Nah, momentum ini dapat kamu manfaatkan untuk membuat orangtuamu bangga. Caranya? Ya, bantu mereka semampumu. Tapi tanyakan dulu kepada mereka, apa yang dapat kamu bantu, agar tepat dan tidak berantakan. Hitung-hitung, membantu sekaligus belajar menjadi calon orangtua kelak.

Tidak pernah membantahnya

Emosi remaja rata-rata masih tinggi. Kamu masuk ngak ya? Hehe. Sudahlah, kamu jangan pikirkan itu. Jika orangtuamu memberikan saran kepadamu, ikuti saja, yang penting baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama dan norma. Lagian, semua orangtua ingin yang terbaik buat anak-anaknya. Ada yang bertanya, kalau sendaianya ayah dan ibu ingin saya jadi dokter. Padahal saya ingin jadi guru. Lalu, bagaimana menyikapinya?

Islam mengajarkan kita ramah kepada orangtua, sekalipun mereka sedang dalam keadaan salah. Akan tetapi, kalau hanya masalah berbeda keinginan, solusinya bisa dengan cara membicarakannya dengan baik-baik. Bisa juga kamu minta waktu kepada mereka untuk berpikir dan istakharah. Begitupun mereka, mintalah untuk juga istakharah. Penulis yakin, insyaallah akan lebih baik dari pada harus membantahnya.

Rajin ibadah

Selain ibadah sebagai kewajiban kita sebagai hamba Allah, tentu dengan ibadah kita akan lebih fresh dan santai menjalani kehidupan. Nah, mumpung kamu masih remaja, rajinlah beribadah. Karena kebiasaan itu akan membawamu sampai tua kelak. Semoga. Kalau perlu, ajaklah orangtuamu ibadah. Tidak usah muluk-muluk, ajaklah mereka salat berjemaah, puasa sunah dan ibadah lainnya.

Tekun belajar

Belajar merupakan kegiatan yang sangat positif, khususnya bagi kamu yang sedang berada diantara dua masa. Yaitu masa anak-anak dan dewasa. Jadi manfaatkanlah masa remajamu untuk tekun belajar. Dengan itu, kamu akan menjadi insan yang cerdas dan bisa diandalkan di masa depan. Dengan belajar pula, kamu dapat meraih cita-citamu nanti. Tanpa belajar dengan tekun, kamu sulit untuk meraih prestasi. Tapi jangan lupa, belajarmu diiringi doa kepada Allah.

Tidak selalu bergantung pada orangtua

Memang tidak semua anak mudah untuk lepas dari orangtua dalam menjalani kehidupannya sendiri. Tapi, jika kamu ingin membanggakan orangtuamu, cobalah untuk belajar mandiri. Apa itu mandiri? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mandiri berarti dapat berdiri sendiri. Dalam tafsir sederhananya adalah keadaan seseorang dimana sudah dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

Contohnya, usiamu sudah remaja nih, cobalah cuci baju sendiri, ambil makanan sendiri, cuci sepatu sendiri dan pekerjaan sederhana lainnya. Silakan coba di rumah, ibu ayahmu pasti bangga dengan itu.

Tidak pernah bohong

Manusia hidup di dunia perlu berinteraksi atau yang disebut komunikasi. Oleh karena itu, Islam memberikan cara kepada kita agar mengunakan akhlak dalam berinteraksi salah satunya dengan cara jujur. Selain membawa pada sebuah kebaikan, sifat jujur juga merupakan salah satu sifat Rasulullah Muhammad saw sebagai panutan kita.

Tidak berbuat asusila dan amoral

Kata Azyumardi Azra, sekarang sudah masuk zaman melenium tiga. Di mana masa ini penuh dengan kemajuan diberbagai sisi. Di antaranya, tehnologi dan informasi. Jika dikaitkan dengan remaja, akibat teknologi dan informasi ini tak salah jika ada yang berpendapat bahwa tindakan asusila dan amoral sering terjadi. Akan tetapi, tidak dapat dipastikan secara mutlak bahwa penyebab tindakan asusila dan amoral remaja disebabkan kedua hal tadi. Karena banyak faktor, antara lain pergaulan, akibat broken home, kurang perhatian orangtua dan sebagainya.  

Buat kamu remaja kebanggaan orangtua, hati-hati dengan perbuatan asusila dan amoral. Karena itu akan membuat orangtuamu tidak bangga bahkan membencimu. Astaghfirullah. Semoga kamu masih diberikan hidayah dan hidayah dari Allah swt, agar tidak terjerumus pada jurang kenistaan dan kehinaan ya. Aamiin.

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan