Pernikahan adalah proses kehidupan yang amat penting, membahagiakan sekaligus begitu sakral. Tak heran bila banyak orang yang galau menanti pernikahan. Terutama bagi mereka yang merasa sudah tiba waktunya menikah, tetapi tidak kunjung bertemu jodoh. Anak ABG saja galau kalau tidak memiliki pasangan. Apalagi mereka yang sudah beranjak dewasa dan secara usia, sudah saatnya menikah.

Yang tak kalah penting dari proses menuju pernikahan ialah proses ta’aruf. Mengapa ta’aruf? Karena agama kita tidak pernah mengenal yang namanya pacaran. Ta’aruf merupakan proses mengenal antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan akhirnya ialah pernikahan. Namun sebelum memutuskan untuk menjalani proses ta’aruf, inilah yang harus kamu persiapkan:

Siapkanlah mental kamu

Hal pertama yang harus kamu persiapkan adalah mental. Kondisi mental akan menentukan terhadap proses serta hasil ta’aruf yang kamu lakukan nanti. Kondisi mental yang penulis maksud ialah kesiapan untuk menjalani semua proses ta’aruf dan menerima hasilnya dengan rasa syukur.

Sebab dalam proses ta’aruf, tidak seperti orang pacaran. Komunikasi tidak dilakukan setiap saat. Komunikasi dilakukan untuk mengenal satu sama lain saja. Tidak lebih, tidak kurang. Kalaupun hendak bertemu, harus didampingi oleh mahram. Proses ta’aruf juga cenderung cepat. Tidak lama seperti orang yang menjalani pacaran. Namun hasilnya sama saja. Ada kecocokan, ada pula tidak. Dan mental kamu harus siap menjalani serta menerima bila hasilnya tidak cocok.

Jangan lupa perbaiki diri dulu

Sebelum kamu memutuskan untuk menjalani ta’aruf, yang wajib kamu lakukan ialah terus-menerus memperbaiki diri. Terutama dalam hal ibadah kepada Allah dan mempelajari ilmu-ilmu seputar pernikahan.

Niatnya tentu bukan agar dilirik lawan jenis lho. Melainkan agar lebih diperhatikan oleh Allah swt sebagai hamba-Nya yang taat. Bila niat memperbaiki diri itu sudah salah dan hanya agar dilirik lawan jenis, proses memperbaiki diri tidak akan berkelanjutan. Saat sudah bertemu jodoh, bisa saja motivasi memperbaiki diri itu luntur.

Kamu harus bisa move on dari masa lalu

Buat kamu yang memiliki masa lalu yang masih disimpan dalam hati, sebaiknya buang jauh-jauh deh sebelum menjalani ta’aruf. Kamu harus mengondisikan hati dalam keadaan kosong untuk bisa diketuk dan dimasuki oleh hati yang lain. Sebab bila di hatimu masih ada masa lalu, percuma saja kamu menjalani proses ta’aruf.

Hatimu akan terus menolak karena menganggap dia yang sudah berlalu tetap terbaik di hatimu. Lagi pula, masa lalu hanya akan mengunci hatimu bila kamu enggan move on. Semakin kamu mengunci hati, potensi kesuksesan proses ta’aruf akan semakin kecil.

Ingat, luruskan niatnya juga ya

Niat utama dalam menjalani proses ta’aruf ialah dalam rangka berusaha menyempurnakan separuh agama. Serta menghindari hal-hal yang dilarang agama serta mendatangkan keburukan bagi diri kamu. Daripada pacaran, lebih baik ta’aruf bukan?

Kamu tidak perlu terlanjur terikat perasaan kalaupun nantinya gagal. Sehingga meminimalisir kemungkinan patah hati karena cinta. Kalau pun sukses, percayalah bahwa jalan yang diridhai Allah akan memberikan hasil yang lebih berkah. Jadi sebelum kamu menjalani proses ta’aruf, niatkan semuanya semata-mata mengharap ridha Allah swt.

Kamu harus bisa perjelas dan pertegas tujuan ta’aruf

Selain meluruskan niat, yang harus kamu lakukan sebelum menjalani ta’aruf ialah memperjelas tujuan ke depan. Ingatlah bahwa tujuan akhir ta’aruf ialah pernikahan yang diridhai Allah. Itu juga harus kamu tegaskan kepada orang yang akan menjalani proses ta’aruf denganmu. Kalau tujuan si dia hanya main-main dan tidak berkomitmen terhadap pernikahan, sebaiknya kamu cari orang lain.

Kamu juga harus mempersiapkan visi dan misi ketika nanti menikah untuk kamu sampaikan dalam proses ta’aruf. Menyesuaikan visi dan misi itu merupakan proses yang amat penting dalam proses ta’aruf. Ibarat orang akan melakukan presentasi proyek besar dan bersifat jangka panjang, kamu harus mempersiapkan proposal secara matang.

Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, “Apakah aku siap menikah?”

Sebelum memutuskan untuk ta’aruf, pastikan dulu apakah kamu siap menikah atau tidak. Oke lah secara fisik dan usia, kamu sudah layak menikah. Namun bagaimana dengan aspek lain terutama mental. Siapkah kamu menjalani kehidupan pernikahan yang sebelumnya hanya bisa kamu duga dan angan semata? Namun dalamnya kehidupan pernikahan tidak pernah kamu jajaki sebelumnya.

Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apakah kamu siap menikah? Jika ternyata jawabannya belum, sebaiknya urungkan niatmu untuk menjalani proses ta’aruf. Bertahanlah dengan kehidupan sendiri dulu. Teruslah belajar dan berproses menjadi pribadi yang lebih  matang hingga kamu siap menikah. Saat hati kamu sudah benar-benar siap menikah, saat itulah kamu layak untuk menjalani proses ta’aruf.

Jadi, bila kamu hendak menjalani ta’aruf, pastikan dulu keenam hal tersebut sudah kamu miliki. Kalau belum, persiapkan dulu secara matang, baru putuskan untuk ta’aruf. Oke?

Oleh: Gafur Abdullah.

Facebook Comments
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: