Jangan Egois, Sesekali Dengarkan Nasihat Orangtuamu

Sebagai makhluk hidup, kita tidak lahir dari batu dan ada begitu saja di dunia ini. Kita lahir berkat cinta dan harapan besar kedua orangtua. Kehadiran kita ke dunia ini merupakan bukti nyata bahwa orangtuamu saling mencintai (sebagian mungkin pernah saling mencintai).

Jadi sepantasnya kita berbahagia berada di dunia ini tersebab cinta. Apalagi bagi kamu yang orangtuanya masih ada bahkan lengkap. Itu artinya kamu masih memiliki kesempatan untuk minimal, membahagiakan mereka sebagai bentuk kasih sayang kita kepada mereka

Namun banyak terjadi sekarang ini, bagaimana mau membahagiakan mereka, sekadar diberi nasihat saja kita tidak mau. Kita bahkan menggerutu dan menganggap semua nasihat orangtua merupakan bentuk luapan amarah mereka. Kalau kamu sudah menjadi sosok yang enggan dinasihati orangtua, itu tandanya kamu egois. Kamu menganggap diri kamu paling benar. Kamu merasa paling benar, sehingga tidak butuh nasihat orangtua. Bila kamu memiliki pemikiran seperti demikian, ingatlah beberapa hal berikut ini, dengarkan nasihat orangtuamu:

Bila orangtuamu marah, tandanya kamu berbuat salah

Orangtua yang baik tentu akan berusaha memperbaiki bila anaknya berbuat salah. Reaksi spontan atas kesalahan yang kamu lakukan memang berupa amarah. Karena orangtuamu juga manusia biasa yang membutuhkan jeda waktu untuk bisa mengendalikan diri. Wajar bila mereka mengekspresikan kekhawatiran mereka akan kesalahanmu dengan amarah. Namun itu hanya bersifat sementara. Amarah tersebut akan segera reda dan kemudian dilanjutkan dengan nasihat yang bermanfaat buat kamu. Tujuan mereka jelas. Tidak ingin kamu mengulangi kesalahan yang sama untuk ke sekian kalinya.

Jadi bila orangtuamu marah, segera sadari kesalahanmu. Dengan begitu, keinginan untuk melawan atau melarikan diri pun dapat diurungkan. Terimalah amarah orangtua dengan rasa sabar. Bahkan mungkin kesalahanmu yang fatal membuat kamu pantas dimarahi, meskipun itu bukan orangtuamu.

Semua orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya

Tidak ada orangtua yang hendak menjerumuskan anaknya ke dalam kesalahan. Orangtua yang baik pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Orangtua yang baik juga pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya tercinta. Untuk anaknya yang begitu mereka cintai, mereka ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik pula. Jadi wajar bila orangtua sering memberikan nasihat yang kadang terdengar membosankan.

Bagi kita, nasihat orangtua memang kadang terdengar menyebalkan dan membosankan. Sebab mereka sering mengulang-ulang nasihat yang sama. Bukankah kita juga tidak bosan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang? Itu artinya, orangtua tidak pernah menyerah untuk membuatmu meninggalkan kesalahan dan menjadi seorang yang lebih baik. Saat mengambil keputusan penting dalam hidup, nasihat orangtua juga mutlak kamu butuhkan. Karena orangtua jelas ingin yang terbaik untuk anaknya.

Terkadang kamu harus mengalah untuk memenangkan hati orangtuamu

Ada saatnya kamu memang perlu mengambil hati orangtua agar mereka mau menuruti keinginan kecilmu. Kadang kamu memang perlu ‘menyogok’ hati orangtua agar mereka mau mendengarkan apa keinginanmu. Tindakan ini masih wajar, selama keinginan kita pun wajar. Hanya saja mungkin dalam pemikiran orangtua, keinginanmu sedikit berat di beberapa hal bila langsung dipenuhi.

Salah satu cara sederhana mengambil hati kedua orangtua ialah dengan mendengarkan serta mengikuti nasihat mereka. Mungkin nasihat tersebut sedikit berat untuk kamu ikuti sekaligus. Tapi ini ibarat barter. Kamu memenuhi keinginan mereka untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan dari mereka. Apalagi nasihat orangtua jelas manfaatnya. So, untuk apa pula kamu ragu untuk mengikuti nasihat mereka.

Nasihat orangtua itu seperti obat

Kamu sudah pasti tahu seperti apa rasanya obat. Pahit, kan? Namun kamu juga tidak boleh lupa bahwa obat memberikan manfaat yang luar biasa dibalik rasanya yang tidak enak. Dengan izin Allah, obat mampu menyembuhkan penyakit sesuai dengan fungsinya. Begitu pula dengan nasihat orangtua. Nasihat terdengar tidak enak di telinga. Bahkan kadang terasa menyakitkan di hati. Namun bila kamu mampu mencerna manfaat dari nasihat tersebut dengan baik, kamu akan hidup lebih baik lagi ke depan.

Hanya dengan mendengarkan nasihat orangtua, kamu sudah membahagiakan mereka

Ingin membahagiakan kedua orangtua? Ingin membuat mereka bangga kepadamu sebagai anaknya? Cara paling sederhana yang dapat kamu lakukan ialah dengan mendengarkan sekaligus mengikuti nasihatnya. Dengan mendengarkan serta mengikuti nasihat orangtua, membuat mereka merasa dihargai. Kalau mereka sudah merasa dihargai, kebahagiaan dan kebanggaan terhadapmu akan muncul dalam hati mereka. Orangtua bahkan mungkin berkata, “Ini loh anakku, dia orangnya penurut.”

Nasihat itu kewajiban orangtua dan menjadi hak anak

Perihal hak dan kewajiban, sebetulnya nasihat itu merupakan kewajiban kedua orangtua terhadap anak. Itu artinya, nasihat adalah hak yang seharusnya kamu tagih dari orangtua. Tapi anehnya, tidak ada orang yang benar-benar suka bila dinasihati orangtua. Padahal itu adalah hak yang seharusnya dituntut.

Mungkin karena kamu (bahkan penulis sendiri) masih bersama orangtua. Sehingga tidak pernah mencoba membayangkan bagaimana nasib anak yatim-piatu yang hidup tanpa kasih sayang orangtua. Bukankah nasihat merupakan bentuk lain dari kasih sayang orangtua terhadapmu?

Ke depan, berhentilah bersikap egois. Berhenti merasa benar sendiri dan menganggap nasihat orangtua sebagai kaleng rusak. Sekali-kali, dengarkan nasihat orangtuamu. Siap?

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan