Jangan Malu & Minder dengan Kondisi Keluargamu

Keluarga merupakan orang-orang yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mereka menjadi alasan, bahkan sebab keberadaan kita di dunia. Setiap orang pasti memiliki keluarga. Entah berhubungan baik atau tidak, yang jelas setiap orang butuh kehadiran keluarga, baik itu orangtua, saudara, kakek-nenek, paman-bibi dan lain sebagainya.

Tanpa orangtua, kita tidak mungkin berada di dunia ini. Kehadiran saudara membuat kehidupan kita menjadi lebih ramai dan bahagia. Begitu pula dengan keluarga yang lain, kehadiran mereka memberikan arti tersendiri bagi tiap individu.

Namun di zaman now, tak sedikit anak muda yang malu bahkan minder dengan kondisi keluarganya. Salah satu buktinya ialah, keengganan untuk memperkenalkan keluarga bila bertemu teman. Penyebabnya tentu beragam. Ada yang disebabkan faktor ekonomi, faktor fisik, status sosial dan lain sebagainya. Namun penyebab utama seseorang malu terhadap keluarganya ialah karena faktor ekonomi.

Karena keluarganya miskin, jadi tidak mau mengakui di hadapan teman-temannya. Ini merupakan sikap yang sangat tidak terpuji. Seperti apapun kondisi keluargamu kawan, jangan sampai malu atau minder terhadap kondisi keluargamu. Bila pikiran picik semacam itu muncul, ingatlah alasan-alasan mengapa kamu harus bangga terhadap keluargamu sebagaimana berikut:

Sebab keluarga, kamu ada dan bertahan sejauh ini

Sebagaimana telah penulis jelaskan di atas, bahwa keluarga yang menjadi sebab keberadaanmu di dunia ini. Orangtua yang telah menjadi sebab mengapa Allah menghadirkan kamu ke dunia. Orangtua pula yang telah merawatmu hingga besar dan beranjak menuju dewasa seperti sekarang. Ibu yang penuh perjuangan mengandung, melahirkan, menyusui serta merawatmu saat masih bayi. Ayah sibuk bekerja agar minimal, kamu bisa bertahan hidup. Kakek-nenek serta paman atau bibi sesekali menengok untuk membantu ibuku.

Selain alasan tersebut, orangtua dan keluarga yang lain juga menjadi sebab kamu bertahan hidup hingga detik ini. Apalagi kalau melihat kasus-kasus pembuangan bayi, penelantaran anak akhir-akhir ini, sepantasnya lah kita bersyukur memiliki keluarga yang utuh. Apalagi mereka begitu menyayangimu, mengharapkanmu menjadi sosok yang sukses suatu saat nanti. Jadi buang jauh-jauh perasaan malu dengan kondisi keluargamu yang terpuruk saat ini.

Keluarga adalah penolong pertama dalam keadaan susah

Kehidupan kita tidak selamanya menyenangkan. Kadang ada satu keadaan ketika kamu berada dalam kesusahan. Perjalanan hidupmu tidak selamanya mudah. Ada kalanya langkahmu berada dalam kesulitan. Di saat sulit itulah, kamu pasti butuh bantuan orang lain.

Nah, sosok pertama yang akan mengulurkan bantuan ialah keluarga. Sebab mereka memiliki kepedulian yang tidak kenal pamrih, terutama orangtua. Kalau kita dekat dengan keluarga, kita tidak akan sungkan meminta bantuan. Apalagi bila memang keluarga dinilai mampu memberikan bantuan.

Saat yang lain pergi, keluarga masih tetap mendukungmu

Hidup tak selamanya berada di atas. Roda kehidupan yang terus berputar membuat kita kadang berada di posisi paling bawah. Di titik terbawah itulah kita akan benar-benar tahu siapa yang tidak peduli, hanya berpura-pura dan siapa saja yang benar-benar peduli. Di titik terendah kehidupanmu pula, kau akan tahu mana kawan dan mana yang hanya punya kepentingan.

Namun yang harus kau ingat, saat yang lain meninggalkanmu, keluarga akan tetap mendukungmu. Pulanglah dan carilah apa yang kamu butuhkan dari keluargamu saat terpuruk. Kamu tidak akan mendapatkan itu dari orang lain, bahkan kawan terdekat sekalipun. Keluarga lah yang akan tetap setia mendukung di saat orang lain pergi meninggalkanmu.

Darah lebih kental daripada air

Istilah ini tepat sekali menggambarkan kondisi sebagaimana poin sebelumnya. Hubungan keluarga tidak memandang sekat. Keluargamu mungkin akan menyalahkan ketika kamu berbuat salah. Tapi mereka akan tetap merangkulmu dengan erat dan tidak akan membiarkanmu terjatuh semakin dalam. Kalaupun ada masalah yang membuat hubungan dengan keluargamu renggang, itu tidak bersifat permanen. Akan ada masa saat kamu harus kembali pada keluargamu. Karena hubungan darah tidak bisa diputus oleh apapun. Ia bersifat kekal bahkan sampai di akhirat kelak. Sebab darah lebih kental daripada air.

Banggalah akan keluargamu di hadapan teman-temanmu

Bukan zamannya lagi merasa gengsi dengan kondisi keluarga, terutama orangtua. Hanya karena hubungan pertemanan yang sifatnya sesaat, sikapi menjadi berubah terhadap keluarga. Mungkin hanya karena orangtuamu miskin, tidak sama dengan orang kebanyakan, kamu enggan mengakui mereka di hadapan teman-temanmu. Jangan sampai menjadi pribadi yang begitu egois seperti itu. Sebab kamu bukan lahir dari batu.

Akui mereka di hadapan teman-temanmu. Bangga lah terhadap orangtuamu, yang dengan segala keterbatasan dan kekurangan mereka, masih menyayangimu setulus hati. Bangga lah dengan kondisi mereka yang mungkin secara sosial tidak sama dengan yang lain, tapi masih memiliki harapan besar bersamamu. Bangga lah terhadap keluargamu yang hingga detik ini masih menginginkan dan mengusahakan yang terbaik untukmu.

Jadilah sosok yang mampu memperbaiki kondisi keluargamu

Daripada kamu sibuk dengan rasa malu dan minder terhadap kondisi keluargamu, lebih baik sibuklah bagaimana caranya agar kamu mampu memperbaiki kondisi keluargamu. Bagi yang keluarganya tidak harmonis, jadilah sosok yang mampu membangun keceriaan dan keharmonisan yang telah lama hilang.

Bagi yang minder karena kondisi ekonomi, berjuanglah agar keluargamu bangkit dari keterpurukan ekonomi. Berhenti menjadi pribadi yang mudah mengeluh dan menyalahkan keadaan. Sebaliknya, jadilah pribadi yang mampu membuat perubahan ke arah yang lebih baik bagi keluarga.

Nah, itulah alasan mengapa kamu tidak boleh malu dan minder dengan kondisi keluargamu. Bahkan ada lebih banyak lagi alasan pribadi yang seharusnya membuatku bangga terhadap keluargamu.

Oleh: Gafur Abdullah.

Tinggalkan Balasan